TEHERAN, POSNEWS.CO.ID – Eskalasi militer di Timur Tengah mencapai titik didih baru pada akhir pekan ini. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) secara masif membombardir jantung ekonomi dan pertahanan udara Iran melalui dua gelombang serangan udara besar-besaran dalam satu hari.
Target utama operasi kali ini mencakup infrastruktur minyak di ibu kota Teheran serta fasilitas komando pertahanan udara milik Garda Revolusi (IRGC). Juru bicara IDF, Daniel Hagari, mengonfirmasi bahwa Israel telah menjatuhkan lebih dari 7.500 bom sepanjang minggu ini. Angka tersebut melampaui rekor penggunaan amunisi pada perang udara tahun lalu, menandai ambisi Israel untuk mengubah peta kekuatan regional secara permanen.
Penghancuran Pusat Rudal Parchin dan Shahrud
Intelijen militer Israel melaporkan keberhasilan mereka dalam melumpuhkan dua pilar utama industri pertahanan Iran. Ratusan jet tempur menghantam kompleks militer Parchin dan Shahrud yang merupakan pusat pembuatan serta peluncuran rudal balistik.
Alhasil, kapasitas produksi rudal Iran kini petugas nilai mengalami kerusakan yang signifikan. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa operasi akan terus berlanjut dengan kekuatan penuh. “Kami memiliki rencana yang sudah kami siapkan matang dengan banyak kejutan guna melemahkan kepemimpinan Iran,” ujar Netanyahu. Ia juga mengeluarkan peringatan keras bagi pemerintah Lebanon agar segera melucuti senjata Hezbollah atau menghadapi konsekuensi bencana bagi negaranya.
Donald Trump: Klaim 42 Kapal Karam dan Intervensi Suksesi
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan pernyataan kemenangan dari Washington. Ia mengeklaim bahwa pasukan AS telah menenggelamkan 42 kapal perang Iran hanya dalam waktu tiga hari.
Selain itu, Trump menegaskan keinginannya untuk terlibat langsung dalam proses pemilihan pemimpin baru Iran. Ia secara eksplisit menolak kemungkinan putra mendiang Ayatollah Ali Khamenei untuk naik takhta. “Kami tidak ingin menghadapi masalah yang sama lagi setiap lima atau sepuluh tahun. Amerika harus terlibat dalam proses ini guna menjamin perubahan yang nyata,” tegas Trump. Meskipun begitu, aksi protes anti-perang di depan Gedung Putih terus memanas seiring meningkatnya keterlibatan militer AS secara fisik.
Balasan Balistik Iran dan Suksesi 24 Jam
Merespons gempuran tersebut, Iran meluncurkan gelombang serangan ke-26 yang melibatkan generasi terbaru rudal Emad, Qadr, dan Khorramshahr-4. IRGC mengeklaim telah berhasil menghancurkan sistem radar musuh di wilayah Israel utara hingga selatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di sisi lain, dinamika politik di Teheran bergerak sangat cepat. Majelis Ahli dijadwalkan akan mengadakan pertemuan darurat untuk memilih Pemimpin Tertinggi baru dalam waktu 24 jam ke depan. Juru bicara IRGC, Ali Mohammad Naini, mencatat bahwa skala tembakan Iran saat ini sebanding dengan total amunisi yang mereka gunakan dalam perang 12 hari sebelumnya. Sebanyak 17 kapal milik sekutu AS dan Israel telah menjadi target drone Iran di perairan Teluk.
Hak Bela Diri dan Keteguhan Pezeshkian
Presiden Iran Masoud Pezeshkian tetap menunjukkan sikap menantang melalui pernyataan resminya. Meskipun tetap berkomitmen pada prinsip hubungan baik dengan tetangga regional, ia menegaskan hak inheren Iran untuk membela diri.
“Serangan militer AS dan Israel adalah agresi yang tidak berdasar,” ujar Pezeshkian. Ia bersumpah bahwa rakyat Iran akan melakukan perlawanan hingga titik darah penghabisan guna menjaga kedaulatan teritorial bangsa. Dunia kini menanti apakah terpilihnya pemimpin tertinggi baru besok akan membawa Iran ke meja perundingan atau justru memperpanjang konfrontasi bersenjata yang telah melumpuhkan stabilitas dunia di tahun 2026.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















