Pesawat Dragon SpaceX Crew-12 Sukses Merapat di ISS

Minggu, 15 Februari 2026 - 21:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Langkah menuju Mars. Empat astronot misi Crew-12 NASA resmi memulai misi sains delapan bulan di ISS guna menguji teknologi medis dan ketahanan pangan di luar angkasa. Dok: Istimewa.

Langkah menuju Mars. Empat astronot misi Crew-12 NASA resmi memulai misi sains delapan bulan di ISS guna menguji teknologi medis dan ketahanan pangan di luar angkasa. Dok: Istimewa.

FLORIDA, POSNEWS.CO.ID – Misi luar angkasa terbaru NASA resmi mencapai tahapan krusialnya pada akhir pekan ini. Pesawat luar angkasa Dragon milik SpaceX berhasil merapat secara otomatis di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada Sabtu sore waktu setempat.

Keberhasilan docking ini menandai dimulainya tugas operasional bagi empat astronot internasional dalam misi Crew-12. Sebelumnya, pesawat tersebut meluncur menggunakan roket Falcon 9 dari Stasiun Angkatan Luar Angkasa Cape Canaveral, Florida, pada Jumat dini hari pukul 05.15.

Perjalanan Menuju Modul Harmony

Proses merapatnya wahana antariksa ini berlangsung dengan presisi tinggi. Dragon sukses menyentuh pelabuhan yang menghadap ruang angkasa pada modul Harmony milik ISS sekitar pukul 15.15 waktu setempat.

Kru misi ini memiliki komposisi tim yang beragam dan berpengalaman. Mereka adalah astronot NASA Jessica Meir dan Jack Hathaway, astronot Badan Antariksa Eropa (ESA) Sophie Adenot, serta kosmonot Roscosmos Andrey Fedyaev. Selanjutnya, mereka akan bergabung dengan penghuni ISS lainnya untuk menjalani misi yang petugas perkirakan berlangsung selama delapan bulan ke depan.

Fokus Penelitian Medis: Pneumonia dan Aliran Darah

Misi Crew-12 membawa agenda penelitian sains yang sangat padat. NASA menyatakan bahwa salah satu fokus utamanya adalah mempelajari bakteri penyebab pneumonia di lingkungan mikrogravitasi.

Selain itu, para kru akan meneliti bagaimana karakteristik fisik tubuh manusia memengaruhi aliran darah selama penerbangan luar angkasa. Data ini sangat vital untuk meningkatkan perawatan kardiovaskular bagi pasien di Bumi. Bahkan, kru akan menguji teknologi pembuatan cairan intravena (infus) sesuai kebutuhan (on-demand), sebuah inovasi yang sangat krusial bagi keselamatan astronot dalam misi eksplorasi jauh melampaui orbit rendah Bumi di masa depan.

Baca Juga :  BMKG Peringatkan Hujan Lebat Sepekan ke Depan, Jabodetabek Terancam Banjir

Inovasi Pangan: Mikroba Pengikat Nitrogen

Tantangan pemenuhan pangan di luar angkasa juga menjadi prioritas dalam misi kali ini. Para peneliti akan melakukan pemantauan kesehatan tanaman secara otomatis menggunakan sensor canggih.

Lebih lanjut, astronot akan meneliti interaksi antara tanaman dengan mikroba pengikat nitrogen. Teknologi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi produksi pangan di stasiun luar angkasa. Dengan demikian, keberhasilan eksperimen ini akan membuka jalan bagi kemandirian logistik manusia saat membangun koloni di Bulan atau Mars nanti. Misi Crew-12 membuktikan bahwa kolaborasi internasional tetap menjadi kunci utama dalam mendorong batas pengetahuan manusia di ruang hampa.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wabah Ebola Kongo Meluas: WHO Peringatkan Bahaya
Anthropic Raih Skor Tertinggi di Tengah Ancaman Eksistensial
Gempuran Drone Ukraina Paksa Kilang Minyak Rusia Setop
Nigel Farage Mundur dari Parlemen Inggris
AS Gempur Sasaran Militer Iran Pasca-Serangan Kapal Tanker
Trump Tuntut Kendali Greenland dan Cabut Sanksi Turki
Korban Gempa Venezuela Bertahan Hidup di Bawah Reruntuhan
Rusia Gempur Kyiv dengan Rudal Balistik

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:48 WIB

Wabah Ebola Kongo Meluas: WHO Peringatkan Bahaya

Rabu, 8 Juli 2026 - 14:04 WIB

Gempuran Drone Ukraina Paksa Kilang Minyak Rusia Setop

Rabu, 8 Juli 2026 - 13:56 WIB

Nigel Farage Mundur dari Parlemen Inggris

Rabu, 8 Juli 2026 - 12:38 WIB

AS Gempur Sasaran Militer Iran Pasca-Serangan Kapal Tanker

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:31 WIB

Trump Tuntut Kendali Greenland dan Cabut Sanksi Turki

Berita Terbaru

Hambatan di tengah krisis kesehatan. Warga di kamp pengungsian Kpangba mengusir petugas medis yang berupaya melacak kontak erat korban meninggal akibat Ebola. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Wabah Ebola Kongo Meluas: WHO Peringatkan Bahaya

Rabu, 8 Jul 2026 - 18:48 WIB