JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Udara Ibu Kota kian pengap. Jakarta masuk zona tidak sehat pada Rabu pagi (4/2/2026).
Parahnya, Jakarta nangkring di peringkat 10 kota dengan polusi terburuk di dunia, meski hujan rutin mengguyur beberapa pekan terakhir.
Data IQAir mencatat, pukul 05.32 WIB, AQI Jakarta tembus 127. Konsentrasi PM2.5 mencapai 40 mikrogram per meter kubik.
Angka ini berbahaya, terutama bagi kelompok rentan.
Polusi setinggi itu mengancam kesehatan, merusak lingkungan, dan menurunkan kualitas hidup warga. Warga pun diminta pakai masker dan mengurangi aktivitas luar ruang.
Untuk perbandingan, Delhi, India, menjadi kota paling tercemar dengan AQI 340. Di bawahnya ada Krasnoyarsk, Rusia, dan Lahore, Pakistan. Jakarta menyusul di jajaran kota berpolusi global.
Di tengah kondisi itu, Jakarta mengandalkan 111 Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) yang aktif memantau polusi di seluruh wilayah ibu kota.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara soal cuaca, BMKG melaporkan Jakarta diselimuti awan tebal sejak pagi. Siang hari, hujan ringan turun di banyak wilayah.
Malam hari, hujan ringan masih mengguyur Jakarta Selatan dan Timur. Jakarta Barat berpotensi diguyur hujan petir, sementara Jakarta Pusat dan Utara cenderung berawan.
Wilayah penyangga seperti Bekasi, Depok, Bogor, dan Tangerang tak luput. Hujan ringan hingga petir diprediksi muncul dari sore sampai malam.
BMKG mengingatkan warga tetap siaga. Cuaca ekstrem dan udara kotor jadi ancaman ganda hari ini. (red)
Editor : Hadwan





















