JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Kota Jakarta Barat bergerak cepat membuka peluang kerja. Pemkot Jakbar menggandeng PT Transportasi Jakarta untuk merekrut 1.000 pramudi Mikrotrans.
Program ini bukan sekadar rekrutmen. Pemkot menargetkan penyerapan tenaga kerja lokal sekaligus meningkatkan kualitas layanan transportasi publik.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, menegaskan prioritas utama diberikan kepada warga setempat.
“Program ini memprioritaskan SDM asal Jakarta Barat untuk mengisi kebutuhan pramudi,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Selanjutnya, Pemkot menekankan standar layanan yang lebih tinggi. Iin meminta armada transportasi publik harus aman dan nyaman, terutama bagi kelompok rentan.
Ia menegaskan, tidak boleh ada kekerasan maupun pelecehan seksual di dalam layanan angkutan umum.
Di sisi lain, Direktur Keuangan, SDM, dan Dukungan Bisnis Transjakarta, Mayangsari Dian Irwantari, mengungkap alasan rekrutmen besar ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, Transjakarta perlu meremajakan tenaga kerja. Saat ini, sekitar 1.500 pramudi Mikrotrans sudah berusia di atas 55 tahun.
“Peserta akan mengikuti Medical Check-Up, psikotes, hingga pelatihan di Transjakarta Academy,” jelasnya.
Menariknya, seluruh proses rekrutmen ini gratis. Transjakarta membiayainya melalui dana CSR yang bekerja sama dengan Baznas (Bazis) DKI Jakarta.
Untuk syarat pendaftaran, pelamar wajib memiliki KTP DKI Jakarta, berusia 22–45 tahun, minimal lulusan SMA, serta memiliki karakter disiplin dan kontrol emosi yang baik.
Tak hanya itu, Transjakarta juga membuka peluang besar bagi perempuan. Sebanyak 30 persen kuota disiapkan khusus untuk pramudi wanita.
“Saat ini lulusan pertama TJ Academy berjumlah 13 orang, dan semuanya perempuan yang kompeten,” tegas Mayangsari.
Bagi peserta yang lolos seleksi dan sertifikasi BNSP, Transjakarta menjanjikan gaji sesuai standar UMP.
Sementara itu, sosialisasi rekrutmen akan digelar di delapan kecamatan di Jakarta Barat pada 16–17 April 2026.
Dengan program ini, Pemkot Jakbar berharap bisa menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kualitas layanan transportasi menuju kota global. (red)
Editor : Hadwan



















