JOHANNESBURG, POSNEWS.CO.ID – Hubungan diplomatik antara China dan Afrika Selatan memasuki babak baru yang lebih erat. Perdana Menteri China, Li Qiang, mengadakan pertemuan strategis dengan Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa, pada Jumat (21/11/2025).
Pertemuan ini berlangsung tepat sebelum perhelatan KTT G20 ke-20 di Johannesburg. Dalam kesempatan tersebut, Li Qiang menegaskan komitmen China untuk memperdalam kepercayaan politik dengan Afrika Selatan.
Ia juga menyampaikan pesan hangat dari Presiden Xi Jinping. Menurutnya, persahabatan kedua negara telah melintasi gunung dan lautan selama beberapa dekade. Kini, hubungan tersebut tumbuh semakin kuat bak saudara dekat.
Janji Tarif Nol Persen dan Ekonomi Baru
Fokus utama pembicaraan mengarah pada sektor ekonomi. Li menyatakan bahwa China siap menyelaraskan strategi pembangunannya dengan Afrika Selatan.
Salah satu poin pentingnya, China berjanji akan mempercepat implementasi perlakuan tarif nol persen untuk produk-produk Afrika Selatan. Langkah ini bertujuan membuka akses pasar yang lebih luas bagi negara benua hitam tersebut.
Selain itu, kedua pemimpin sepakat menggali potensi kerja sama di berbagai sektor vital. Mereka membidik industri pertambangan, konstruksi infrastruktur, dan industri otomotif.
Tak ketinggalan, sektor masa depan seperti energi baru dan kecerdasan buatan (AI) juga menjadi prioritas. Li mendorong kedua negara untuk memperluas inovasi sains dan teknologi, termasuk navigasi satelit.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Solidaritas di Panggung Global
Sementara itu, Li juga menekankan pentingnya koordinasi di panggung multilateral. China dan Afrika Selatan sepakat memperkuat posisi mereka dalam platform BRICS dan G20.
Tujuannya jelas, mereka ingin menjaga kepentingan bersama negara-negara berkembang. Oleh karena itu, reformasi sistem tata kelola global dan pertahanan terhadap sistem perdagangan multilateral menjadi agenda utama.
Ramaphosa menyambut positif ajakan tersebut. Ia menegaskan bahwa konsensus dengan Presiden Xi telah membawa hubungan bilateral ke ketinggian historis baru.
Bahkan, Ramaphosa kembali menegaskan komitmennya terhadap kebijakan satu China (one-China policy). Ia menyatakan bahwa Taiwan adalah bagian tak terpisahkan dari wilayah China.
Dukungan Penuh untuk Presidensi G20
Afrika Selatan saat ini memegang peran penting sebagai tuan rumah KTT G20. Pasalnya, Ramaphosa sangat mengapresiasi dukungan kuat China dalam penyelenggaraan acara bergengsi tersebut.
Ia menilai China memainkan peran krusial dalam membangun konsensus global. Sebagai tuan rumah, Afrika Selatan siap menyediakan lingkungan investasi yang aman bagi perusahaan China yang beroperasi di negaranya.
Sebelumnya, Ramaphosa juga sempat bertemu dengan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva dan Perdana Menteri Mesir Mostafa Madbouly. Akhirnya, rangkaian pertemuan ini menegaskan posisi Afrika Selatan sebagai pemain kunci dalam diplomasi global saat ini.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia
Sumber Berita: Xinhua News Agency



















