Jelang KTT G20, China dan Afrika Selatan Sepakati Tarif Nol Persen dan Kemitraan Strategis

Sabtu, 22 November 2025 - 17:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kemitraan strategis China-Afrika Selatan makin kokoh! PM Li Qiang janjikan tarif nol persen dan dukungan penuh di G20 Johannesburg. Dok: Xinhua.

Kemitraan strategis China-Afrika Selatan makin kokoh! PM Li Qiang janjikan tarif nol persen dan dukungan penuh di G20 Johannesburg. Dok: Xinhua.

JOHANNESBURG, POSNEWS.CO.ID – Hubungan diplomatik antara China dan Afrika Selatan memasuki babak baru yang lebih erat. Perdana Menteri China, Li Qiang, mengadakan pertemuan strategis dengan Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa, pada Jumat (21/11/2025).

Pertemuan ini berlangsung tepat sebelum perhelatan KTT G20 ke-20 di Johannesburg. Dalam kesempatan tersebut, Li Qiang menegaskan komitmen China untuk memperdalam kepercayaan politik dengan Afrika Selatan.

Ia juga menyampaikan pesan hangat dari Presiden Xi Jinping. Menurutnya, persahabatan kedua negara telah melintasi gunung dan lautan selama beberapa dekade. Kini, hubungan tersebut tumbuh semakin kuat bak saudara dekat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Janji Tarif Nol Persen dan Ekonomi Baru

Fokus utama pembicaraan mengarah pada sektor ekonomi. Li menyatakan bahwa China siap menyelaraskan strategi pembangunannya dengan Afrika Selatan.

Baca Juga :  Li Qiang di G20: Lawan Proteksionisme, Tiongkok Serukan Reformasi Bank Dunia dan IMF

Salah satu poin pentingnya, China berjanji akan mempercepat implementasi perlakuan tarif nol persen untuk produk-produk Afrika Selatan. Langkah ini bertujuan membuka akses pasar yang lebih luas bagi negara benua hitam tersebut.

Selain itu, kedua pemimpin sepakat menggali potensi kerja sama di berbagai sektor vital. Mereka membidik industri pertambangan, konstruksi infrastruktur, dan industri otomotif.

Tak ketinggalan, sektor masa depan seperti energi baru dan kecerdasan buatan (AI) juga menjadi prioritas. Li mendorong kedua negara untuk memperluas inovasi sains dan teknologi, termasuk navigasi satelit.

Solidaritas di Panggung Global

Sementara itu, Li juga menekankan pentingnya koordinasi di panggung multilateral. China dan Afrika Selatan sepakat memperkuat posisi mereka dalam platform BRICS dan G20.

Tujuannya jelas, mereka ingin menjaga kepentingan bersama negara-negara berkembang. Oleh karena itu, reformasi sistem tata kelola global dan pertahanan terhadap sistem perdagangan multilateral menjadi agenda utama.

Baca Juga :  Bareskrim Bongkar Jaringan Emas Ilegal Rp25,9 Triliun, Tiga Tersangka Dijerat TPPU

Ramaphosa menyambut positif ajakan tersebut. Ia menegaskan bahwa konsensus dengan Presiden Xi telah membawa hubungan bilateral ke ketinggian historis baru.

Bahkan, Ramaphosa kembali menegaskan komitmennya terhadap kebijakan satu China (one-China policy). Ia menyatakan bahwa Taiwan adalah bagian tak terpisahkan dari wilayah China.

Dukungan Penuh untuk Presidensi G20

Afrika Selatan saat ini memegang peran penting sebagai tuan rumah KTT G20. Pasalnya, Ramaphosa sangat mengapresiasi dukungan kuat China dalam penyelenggaraan acara bergengsi tersebut.

Ia menilai China memainkan peran krusial dalam membangun konsensus global. Sebagai tuan rumah, Afrika Selatan siap menyediakan lingkungan investasi yang aman bagi perusahaan China yang beroperasi di negaranya.

Sebelumnya, Ramaphosa juga sempat bertemu dengan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva dan Perdana Menteri Mesir Mostafa Madbouly. Akhirnya, rangkaian pertemuan ini menegaskan posisi Afrika Selatan sebagai pemain kunci dalam diplomasi global saat ini.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: Xinhua News Agency

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zelenskyy Desak Trump Izinkan Akses Panduan Rudal
Tiga Warga Meninggal dan Trump Tinjau Ulang Lisensi Patriot
Spanyol Pulangkan 50 Ribu Migran dan Italia Bekukan Schengen
Pemerintah Australia Bela Aturan di Tengah Pelanggaran
Mata Uang Yen Melesat Tajam Sentuh Level 157 Per Dolar
Warga Galang 21 Ribu Tanda Tangan Tolak Pembongkaran
Kerusuhan Mengguncang Nepal Tenggara: 3 Warga Meninggal
Presiden Myanmar Ungkap Peta Jalan 5 Tahun dan Wajib Militer

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Zelenskyy Desak Trump Izinkan Akses Panduan Rudal

Minggu, 2 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Tiga Warga Meninggal dan Trump Tinjau Ulang Lisensi Patriot

Minggu, 2 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Spanyol Pulangkan 50 Ribu Migran dan Italia Bekukan Schengen

Minggu, 2 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Pemerintah Australia Bela Aturan di Tengah Pelanggaran

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:18 WIB

Mata Uang Yen Melesat Tajam Sentuh Level 157 Per Dolar

Berita Terbaru

Siasat baru pertahanan udara Ukraina. Zelenskyy mendesak Trump memediasi izin penggunaan jaringan Starlink untuk menggempur target di dalam wilayah Rusia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Desak Trump Izinkan Akses Panduan Rudal

Minggu, 2 Agu 2026 - 10:00 WIB

Eskalasi gempuran udara di ibu kota. Rusia menembakkan gelombang rudal balistik dan drone ke Kyiv, menewaskan tiga warga serta memicu ketidakpastian lisensi Patriot dari AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Tiga Warga Meninggal dan Trump Tinjau Ulang Lisensi Patriot

Minggu, 2 Agu 2026 - 09:00 WIB

Krisis imigrasi terbesar Afrika-Eropa. Spanyol berhasil memulangkan puluhan ribu migran dari Ceuta di tengah ketegangan diplomatik Uni Eropa. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Spanyol Pulangkan 50 Ribu Migran dan Italia Bekukan Schengen

Minggu, 2 Agu 2026 - 08:00 WIB