Bareskrim Bongkar 21,9 Kg Sabu Jaringan Malaysia di Bengkalis, Nilai Hampir Rp40 Miliar

Rabu, 15 April 2026 - 21:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tersangka dan barang bukti sabu 21 kg hasil pengungkapan Bareskrim Polri di Hotel Bengkalis. (Posnews/Ist)

Tersangka dan barang bukti sabu 21 kg hasil pengungkapan Bareskrim Polri di Hotel Bengkalis. (Posnews/Ist)

BENGKALIAS, POSNEWS.CO.ID – Lagi, pengungkapan besar narkoba kembali dilakukan Bareskrim Polri.

Kali ini, Tim Direktorat Tindak Pidana Narkoba berhasil menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu seberat lebih dari 21 kilogram di Bengkalis.

Operasi senyap itu berlangsung dramatis pada Rabu dini hari (15/4/2026), sekitar pukul 03.19 WIB, di sebuah kamar hotel kawasan Senggoro.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Polisi langsung menyergap seorang pria yang diduga kuat sebagai kurir jaringan internasional.

Tersangka diketahui berinisial Rahmadi alias Adi (29), warga Bengkalis. Dari tangan pelaku, petugas menyita 20 bungkus sabu berukuran besar yang dilakban kuning dengan total berat bruto mencapai 21.931,65 gram.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, menegaskan pengungkapan ini merupakan hasil pengembangan informasi sejak Februari 2026.

“Tim menerima informasi adanya transaksi besar jaringan Malaysia–Riau, lalu dilakukan penyelidikan intensif hingga berhasil menangkap pelaku di hotel,” ungkap Brigjen Eko, Rabu (15/4/2026).

Disergap di Kamar Hotel, Sabu Disimpan dalam Dua Tas

Pengungkapan bermula dari laporan masyarakat terkait rencana transaksi sabu skala besar.

Selanjutnya, tim gabungan yang dipimpin Kasubdit IV Dittipidnarkoba dipimpin Kombes Pol Handik Zusen dan Kasatgas NIC Kombes Pol Kevin Leleury melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan.

Baca Juga :  Polemik Ceramah JK Memanas, Ade Armando dan Abu Janda Dilaporkan ke Polisi

Hasilnya, polisi mencurigai seorang pria yang membawa dua tas besar dan menginap di hotel. Setelah dilakukan pengintaian, petugas langsung bergerak cepat.

Saat penggerebekan, Rahmadi diamankan di kamar hotel. Dari hasil pengembangan, polisi menemukan dua tas berisi sabu yang disimpan di kamar berbeda.

Barang bukti tersebut terdiri dari:

  • 15 paket sabu seberat 16.428 gram
  • 5 paket sabu seberat 5.503 gram

Selain itu, polisi juga menyita dua tas travel, serta dua unit ponsel yang digunakan untuk komunikasi jaringan.
Dikendalikan dari Jarak Jauh, Kurir Digaji Rp8 Juta

Dari hasil interogasi awal, terungkap bahwa Rahmadi hanya berperan sebagai kurir. Ia menerima perintah dari seseorang bernama BERI alias Bang Beri melalui WhatsApp.

Menariknya, perintah itu sempat ditunda selama tiga hari sebelum akhirnya dijalankan. Rahmadi kemudian merekrut rekannya, Khoirul, untuk membantu mengambil barang.

Keduanya diperintahkan mengambil sabu di kawasan Selat Baru, yang disembunyikan di pinggir jalan dan ditutup daun kelapa sawit.

Baca Juga :  Basri Sudah Ditangkap, Kini Bareskrim Kejar Yuwanky ke Singapura

Setelah berhasil mengambil barang, sabu kemudian dibawa ke hotel untuk disimpan.

Untuk menjalankan aksinya, Rahmadi dijanjikan upah Rp7 juta. Namun, ia meminta kenaikan menjadi Rp8 juta dan disetujui oleh jaringan di atasnya. Bahkan, ia sudah menerima uang operasional dan pembayaran bertahap.

Nilai Fantastis, 100 Ribu Jiwa Terselamatkan

Dari pengungkapan ini, polisi memperkirakan nilai sabu mencapai Rp39,4 miliar. Tak hanya itu, aparat juga mengklaim berhasil menyelamatkan sekitar 109.658 jiwa dari ancaman narkotika.

Pengungkapan ini sekaligus membuktikan bahwa jaringan narkoba internasional masih aktif memanfaatkan wilayah perbatasan Indonesia sebagai jalur distribusi.

Saat ini, tersangka dan barang bukti telah dibawa ke Mabes Polri untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga terus memburu pelaku lain yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut.

Langkah selanjutnya meliputi pengujian laboratorium, gelar perkara, hingga pengembangan jaringan lintas negara.

Bareskrim menegaskan komitmennya untuk terus membongkar jaringan narkotika hingga ke akar-akarnya.

Dengan pengawasan ketat dan operasi berkelanjutan, aparat berharap dapat menutup celah peredaran narkoba di Indonesia. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

49,85 Ton Kacang Tanah Asal India Disita Polda Metro, Siap Diedarkan
Polisi Ciduk Dua Pemuda di Jaktim, Pisau hingga 5 HP Disita
Sopir Aris Sanda Disandera, Dipaksa Dukung Papua Merdeka lalu Ditembak
Tragedi Warung Mi Ayam Babelan, K Tewas Bersama Bayi 7 Bulan
Dugaan Penipuan Investasi Emas Rp58,5 Miliar Seret Kombes F ke Bareskrim
Usai Santap Hidangan Tahlilan, Puluhan Warga Muntah dan Diare, 1 Tewas
Sadis, Fotografer di Lampung Timur Tewas Ditusuk, Mobil dan Emas Raib
Ditemukan Lemah di Hutan, Demerina Masih Syok Disandera KKB Mimika

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 12:47 WIB

49,85 Ton Kacang Tanah Asal India Disita Polda Metro, Siap Diedarkan

Rabu, 16 September 2026 - 09:31 WIB

Polisi Ciduk Dua Pemuda di Jaktim, Pisau hingga 5 HP Disita

Rabu, 16 September 2026 - 08:29 WIB

Sopir Aris Sanda Disandera, Dipaksa Dukung Papua Merdeka lalu Ditembak

Rabu, 16 September 2026 - 07:26 WIB

Tragedi Warung Mi Ayam Babelan, K Tewas Bersama Bayi 7 Bulan

Selasa, 15 September 2026 - 16:31 WIB

Dugaan Penipuan Investasi Emas Rp58,5 Miliar Seret Kombes F ke Bareskrim

Berita Terbaru

Petinggi Chubu Electric mengundurkan diri akibat skandal manipulasi data gempa reaktor nuklir Hamaoka. Simak rincian kasus dan dampaknya di sini. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Petinggi Chubu Electric Mundur Usai Skandal Pemalsuan Data

Rabu, 16 Sep 2026 - 13:32 WIB