Jelang Ramadan 2026, Pemerintah Rilis Paket Stimulus Ekonomi dengan Diskon Transportasi

Selasa, 10 Februari 2026 - 21:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan peluncuran Paket Stimulus Ekonomi I-2026 jelang Ramadan dan Lebaran. (Posnews/Net)

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan peluncuran Paket Stimulus Ekonomi I-2026 jelang Ramadan dan Lebaran. (Posnews/Net)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah resmi meluncurkan Paket Stimulus Ekonomi I-2026 menjelang Ramadan dan libur Idulfitri 2026 guna menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan lonjakan mobilitas nasional.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa paket stimulus ini memuat sejumlah kebijakan strategis, terutama diskon tarif transportasi dengan total estimasi anggaran Rp911,16 miliar yang bersumber dari APBN dan dukungan non-APBN.

Selanjutnya, pemerintah memberikan diskon tarif kereta api sebesar 30 persen selama periode 14–29 Maret 2026 dengan target 1,2 juta penumpang.

Selain itu, pemerintah juga menetapkan diskon angkutan laut 30 persen yang berlaku pada 11 Maret hingga 5 April 2026.

Tak berhenti di situ, pemerintah menggratiskan tarif jasa kepelabuhanan angkutan penyeberangan hingga 100 persen pada 12–31 Maret 2026. Kebijakan ini menyasar 945 ribu unit kendaraan dan 2,4 juta penumpang.

Baca Juga :  Kerja Bakti Massal Waduk Cincin, Jakarta Utara - 50 Ton Sampah Diangkut ke Bantar Gebang

Di sektor penerbangan, pemerintah memberikan diskon tiket pesawat kelas ekonomi domestik sebesar 17–18 persen pada periode 14–29 Maret 2026, dengan target 3,3 juta penumpang.

Melalui rangkaian kebijakan tersebut, pemerintah berharap masyarakat dapat menikmati biaya perjalanan yang lebih terjangkau selama arus mudik dan balik Lebaran.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, untuk mengurai kepadatan lalu lintas dan mendistribusikan mobilitas secara merata, pemerintah menerapkan kebijakan work from anywhere (WFA) atau flexible working arrangement (FWA).

Pemerintah memberlakukan kebijakan ini selama lima hari, yakni pada 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026.

Baca Juga :  Kejar Pemulihan Sebelum Ramadan, Mendagri Tito Ajukan 5.000 BKO TNI-Polri ke Sumatra

Selain sektor transportasi dan pengaturan kerja, Paket Stimulus Ekonomi I-2026 juga memperkuat perlindungan sosial guna menopang daya beli masyarakat berpenghasilan rendah.

Pemerintah menyalurkan bantuan pangan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan, yang diberikan sekaligus untuk dua bulan.

Program ini menyasar 35,04 juta keluarga penerima manfaat dari kelompok desil 1 hingga 4, dengan estimasi anggaran mencapai Rp11,92 triliun.

Dengan peluncuran paket stimulus ini, pemerintah menegaskan komitmennya menjaga stabilitas ekonomi nasional serta memastikan masyarakat tetap terlindungi selama Ramadan dan Idulfitri 2026. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sindikat Pencuri Kabel Grounding SPBU Dibongkar, 7 Pelaku Ditangkap
Pemerintah Buka Peluang Kirim 8.000 Pasukan Perdamaian ke Gaza, Palestina
Modus Kirim Paket, Peredaran Ganja di Depok Digagalkan Polisi
Tiongkok Desak Filipina Hentikan Inisiatif Hero-Fisherfolk
Krisis Taiwan: Beijing Pertegas Dukungan Unifikasi
Gebrakan Fiskal Takaichi: Penundaan Pajak Pangan
Rokok Elektrik Berisi Etomidate, Jaringan Narkoba Lintas Negara Dibongkar Polisi
55 Tahun Kemitraan China-Nigeria: Perkuat Aliansi

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 21:59 WIB

Jelang Ramadan 2026, Pemerintah Rilis Paket Stimulus Ekonomi dengan Diskon Transportasi

Selasa, 10 Februari 2026 - 21:44 WIB

Sindikat Pencuri Kabel Grounding SPBU Dibongkar, 7 Pelaku Ditangkap

Selasa, 10 Februari 2026 - 21:31 WIB

Pemerintah Buka Peluang Kirim 8.000 Pasukan Perdamaian ke Gaza, Palestina

Selasa, 10 Februari 2026 - 21:17 WIB

Modus Kirim Paket, Peredaran Ganja di Depok Digagalkan Polisi

Selasa, 10 Februari 2026 - 21:03 WIB

Tiongkok Desak Filipina Hentikan Inisiatif Hero-Fisherfolk

Berita Terbaru

Ketegangan di Laut China Selatan. Tiongkok menuduh Filipina menggunakan nelayan sebagai alat provokasi politik di wilayah sengketa Huangyan Dao. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Tiongkok Desak Filipina Hentikan Inisiatif Hero-Fisherfolk

Selasa, 10 Feb 2026 - 21:03 WIB