Kakak Adik Asal Jombang Disiksa dan Dipaksa Kerja Judi Online di Kamboja

Kamis, 13 November 2025 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Perdagagan manusia. (Ist)

Ilustrasi, Perdagagan manusia. (Ist)

JOMBANG, POSNEWS.CO.ID – Waspada dengan orang yang baru dikenal. Warga yang ingin mendapat kerja jangan cepat tergiur dengan ajakan bekerja di luar negeri dengan janji-janji gaji tinggi. 

Ini-lah yang dialami dua kakak beradik asal Jombang, Jawa Timur. Tragisnya mereka disiksa dan dipaksa bekerja di situs judi online Kamboja setelah diiming-imingi gaji tinggi oleh kenalan mereka di Bali.

Beruntung, keduanya berhasil diselamatkan dan dipulangkan ke tanah air berkat aksi cepat pemerintah dan BP3MI.

Dua korban itu adalah FRU (45) dan AAR (22), warga Kecamatan Kesamben, Jombang. Keduanya berangkat ke Kamboja karena tergiur janji manis pekerjaan bergaji Rp15 juta per bulan.

Namun, kenyataan di negeri orang justru berubah jadi mimpi buruk. Selama di Kamboja, mereka dipaksa kerja di tempat perjudian online, dipukuli, dan diancam jika melawan.

Baca Juga :  Suami di Bangka Jual Istri Demi Judi Online, Polisi Tetapkan Tersangka

“Mereka kerja di tempat judi online, sering dipukuli dan diancam di sana. Itu jadi dasar kami melaporkan dugaan TPPO ini,” tegas Kepala Disnaker Jombang, Isawan Nanang Risdiyanto, Kamis (13/11/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Laporan Ibu Korban Buka Fakta Mengerikan

Kabar memilukan ini mencuat setelah ibu korban melapor ke Dinas Tenaga Kerja Jombang pada April 2025.

Mendapat laporan itu, Isawan langsung menindaklanjuti dengan melapor ke Polres Jombang dan BP3MI.

“Begitu laporan masuk, kami langsung koordinasi dengan BP3MI dan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia,” jelas Isawan.

Koordinasi cepat itulah yang akhirnya mengantarkan kabar gembira. Melalui KBRI di Kamboja, kedua korban berhasil ditemukan dan diselamatkan.

Baca Juga :  Tagih Uang Rp400 Ribu, Pria di Banten Nyaris Tewas Dihantam Tabung Gas

“Mereka ditemukan oleh KBRI dan langsung dipulangkan ke Jombang pada Juni 2025. Prosesnya cepat karena keluarga menanggung biaya sendiri,” tambahnya.

Kasus ini menjadi tamparan keras bagi pemerintah dan masyarakat. Masih lemahnya pengawasan terhadap perekrutan tenaga kerja ilegal membuat banyak warga mudah terjebak janji palsu pekerjaan luar negeri.

Disnaker Jombang menegaskan, kasus FRU dan AAR harus jadi peringatan serius.

“Siapa pun yang ingin kerja ke luar negeri wajib lewat jalur resmi. Jangan tergiur gaji tinggi tanpa memastikan legalitas dan perlindungan hukumnya,” tandas Isawan. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

150 Massa Bertopeng Bikin Ricuh May Day Bandung, Polisi Buru Pelaku
May Day Bandung Ricuh, Massa Bakar Videotron dan Pos Polisi di Dago
Heboh May Day 2026: Polda Metro Jaya Tangkap 101 Orang, Sita Bom Molotov
Ukraina Siap Berbagi Keahlian Drone Tempur dengan Jepang
BMKG Prediksi Hujan Guyur Jakarta dan Kota Besar Indonesia Sabtu 2 Mei 2026
Mesin Mati di Perlintasan, Mobil Antar Calon Haji Dihantam Kereta, 4 Orang Tewas
Satgas PHK Resmi Jalan, Dasco: Buruh Bisa Laporkan Upah hingga Ancaman PHK
Libur Panjang May Day, Contraflow Tol Jakarta-Cikampek Diperpanjang hingga KM 47–65

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:36 WIB

150 Massa Bertopeng Bikin Ricuh May Day Bandung, Polisi Buru Pelaku

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:20 WIB

May Day Bandung Ricuh, Massa Bakar Videotron dan Pos Polisi di Dago

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:07 WIB

Heboh May Day 2026: Polda Metro Jaya Tangkap 101 Orang, Sita Bom Molotov

Sabtu, 2 Mei 2026 - 06:33 WIB

Ukraina Siap Berbagi Keahlian Drone Tempur dengan Jepang

Sabtu, 2 Mei 2026 - 06:18 WIB

BMKG Prediksi Hujan Guyur Jakarta dan Kota Besar Indonesia Sabtu 2 Mei 2026

Berita Terbaru

Alun-alun teknologi militer. Ukraina menawarkan kerja sama sistem nirawak dan pengalaman medan tempur kepada Jepang guna memperkuat pertahanan Tokyo di tengah perubahan peta keamanan Asia-Pasifik. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Ukraina Siap Berbagi Keahlian Drone Tempur dengan Jepang

Sabtu, 2 Mei 2026 - 06:33 WIB