Bareskrim Polri Bongkar TPPO Kamboja, 9 PMI Dipaksa Jadi Scammer dan Disiksa

Sabtu, 27 Desember 2025 - 07:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Brigjen Moh. Irhamni. (Posnews/Ist)

Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Brigjen Moh. Irhamni. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri membongkar praktik sadis tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kamboja.

Dalam operasi tegas itu, aparat memulangkan sembilan pekerja migran Indonesia (PMI) korban eksploitasi, Jumat malam (26/12/2025). Para korban dipaksa bekerja sebagai admin judi online dan scammer, lalu disiksa jika gagal memenuhi target.

Pengungkapan bermula saat Desk Tenaga Kerja Bareskrim menerima laporan masyarakat pada 8 Desember 2025.

Menindaklanjuti informasi tersebut, penyidik langsung menelusuri dugaan eksploitasi WNI di Kamboja. Bahkan, para korban sempat mengirim video permohonan bantuan agar segera diselamatkan.

Selanjutnya, pada 15 Desember 2025, tim gabungan Bareskrim bergerak cepat ke Kamboja. Aparat berkoordinasi dengan Divisi Hubinter Polri, Direktorat TPPO, Kementerian Luar Negeri, KBRI Kamboja, hingga Imigrasi Kamboja untuk mengevakuasi korban.

Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Brigjen Moh. Irhamni, menegaskan hasil penyelidikan mengungkap sembilan PMI menjadi korban TPPO.

Baca Juga :  Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025: Jadwal, Simulasi Online, dan Cara Daftar untuk SMA, SMP, dan SD

“Mereka nekat kabur karena mengalami kekerasan fisik dan psikis di tempat kerja,” tegas Irhamni dalam konferensi pers di Bareskrim.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para korban terdiri dari tiga perempuan dan enam laki-laki asal Jawa Barat, Jakarta, Sumatera Utara, serta Sulawesi Utara.

Mereka saling bertemu saat melapor ke KBRI Kamboja pada akhir November 2025 dan memilih bertahan bersama karena trauma serta ketakutan kembali ke lokasi kerja.

“Seluruh korban berhasil kami pulangkan dalam kondisi selamat dan sehat. Bahkan, satu korban diketahui sedang hamil enam bulan,” ungkap Irhamni.

Dijanjikan Rp9 Juta, Berujung Siksaan

Lebih lanjut, Bareskrim membongkar modus keji jaringan TPPO. Pelaku merekrut warga dengan iming-iming kerja di luar negeri, menanggung paspor dan tiket, lalu mengirim korban ke Kamboja.

Setibanya di Phnom Penh, korban dijanjikan pekerjaan operator komputer dengan gaji Rp9 juta per bulan. Namun faktanya, mereka dipaksa bekerja sebagai admin judi online dan pelaku penipuan digital.

Baca Juga :  Epicureanisme: Menemukan Ketenangan Jiwa Melalui Kesenangan

“Korban tidak tahu pekerjaan sebenarnya. Begitu target tak tercapai, mereka langsung dihukum,” beber Irhamni.

Tak main-main, hukuman yang diberikan bersifat fisik dan melelahkan. “Mulai dari push-up, sit-up, hingga lari ratusan kali di lapangan futsal,” tambahnya.

Negara Hadir

Sementara itu, Kabareskrim Polri Komjen Syahardiantono menegaskan pemulangan sembilan PMI ini merupakan wujud kehadiran negara sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita poin ke-7.

“Polri hadir memastikan supremasi hukum sekaligus memberikan perlindungan maksimal bagi WNI dari eksploitasi perdagangan orang,” tegas Syahardiantono.

Kini, Bareskrim memastikan penyidikan terus berlanjut untuk memburu seluruh jaringan pelaku. Negara menegaskan sikap tegas: nol toleransi terhadap TPPO yang merampas martabat dan keselamatan warga negara Indonesia.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mesin Mati di Perlintasan, Mobil Antar Calon Haji Dihantam Kereta, 4 Orang Tewas
Satgas PHK Resmi Jalan, Dasco: Buruh Bisa Laporkan Upah hingga Ancaman PHK
Libur Panjang May Day, Contraflow Tol Jakarta-Cikampek Diperpanjang hingga KM 47–65
Keir Starmer Desak Publik Buka Mata Pasca-Teror Golders Green
AS Bentuk Koalisi Internasional untuk Paksa Buka Selat Hormuz
Review MacBook Pro M5, Laptop Workstation Paling Bertenaga di Tahun 2026
Jerome Powell Bertahan di Dewan Setelah Jabatan Berakhir guna Melawan Tekanan Trump
AS Tuding China Langgar Kedaulatan, Beijing Sebut Trump Munafik

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:10 WIB

Mesin Mati di Perlintasan, Mobil Antar Calon Haji Dihantam Kereta, 4 Orang Tewas

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:30 WIB

Satgas PHK Resmi Jalan, Dasco: Buruh Bisa Laporkan Upah hingga Ancaman PHK

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:15 WIB

Libur Panjang May Day, Contraflow Tol Jakarta-Cikampek Diperpanjang hingga KM 47–65

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:19 WIB

Keir Starmer Desak Publik Buka Mata Pasca-Teror Golders Green

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:58 WIB

AS Bentuk Koalisi Internasional untuk Paksa Buka Selat Hormuz

Berita Terbaru

Inggris dalam siaga tinggi. PM Keir Starmer menjanjikan tindakan tegas terhadap ekstremisme dan pendanaan keamanan tambahan sebesar ÂŁ25 juta setelah serangan penikaman brutal yang menargetkan komunitas Yahudi di London Utara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Keir Starmer Desak Publik Buka Mata Pasca-Teror Golders Green

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:19 WIB

Ketegangan di jalur nadi dunia. Amerika Serikat menggalang kekuatan internasional melalui Maritime Freedom Construct (MFC) untuk membuka kembali Selat Hormuz yang tersumbat, sementara harga minyak Brent melonjak hingga USD 126 per barel. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Bentuk Koalisi Internasional untuk Paksa Buka Selat Hormuz

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:58 WIB