Kakek di Lampung Utara Ngaku Lihat Genderuwo Sebelum Bacok Tetangga

Selasa, 23 Juni 2026 - 09:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas kepolisian melakukan penyelidikan kasus pembacokan di Lampung Utara setelah seorang kakek berusia 75 tahun mengaku berhalusinasi melihat tetangganya seperti Genderuwo. (Posnews/ist)

Petugas kepolisian melakukan penyelidikan kasus pembacokan di Lampung Utara setelah seorang kakek berusia 75 tahun mengaku berhalusinasi melihat tetangganya seperti Genderuwo. (Posnews/ist)

LAMPUNG UTARA, POSNEWS.CO.ID – Warga Lampung Utara digegerkan oleh aksi seorang kakek berusia 75 tahun yang diduga membacok tetangganya hingga mengalami luka parah.

Yang mengejutkan, pelaku mengaku menyerang korban karena berhalusinasi dan melihat tetangganya seperti sosok Genderuwo.

Peristiwa yang terjadi di Dusun Gunung Labuhan, Desa Tanjung Iman, Kecamatan Blambangan Pagar, itu kini menjadi perhatian warga sekaligus aparat kepolisian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pelaku diketahui bernama Hadi Suyipto alias Kelik (75). Sementara korban adalah Muqosim (74) dan putrinya, Nur Zubaidah (38).

Pengakuan Mengejutkan: Korban Dikira Hantu

Kasatreskrim Polres Lampung Utara AKP Ivan Roland Kristofel mengungkapkan bahwa pelaku menyampaikan pengakuan yang tidak biasa saat menjalani pemeriksaan.

Menurut Ivan, Hadi mengaku mengalami halusinasi sebelum melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam.

“Kalau dari pengakuan pelaku, dia ngaku halusinasi. Dia bilang melihat korban ini seperti Genderuwo atau hantu, jadi dia langsung menyerang korban dengan senjata tajam itu,” ujar AKP Ivan Roland Kristofel, Selasa (23/6/2026).

Baca Juga :  BNPB Operasi Modifikasi Cuaca di Jabodetabek Selama 5 Hari, Cegah Banjir dan Cuaca Ekstrem

Pengakuan tersebut membuat penyidik tidak langsung mengambil kesimpulan. Sebaliknya, polisi memilih mendalami kondisi kejiwaan pelaku untuk memastikan motif sebenarnya di balik peristiwa tersebut.

Polisi Turunkan Psikolog

Meski pelaku mengaku berhalusinasi, polisi tetap melakukan penyelidikan secara menyeluruh.

Selain memeriksa saksi-saksi, penyidik juga berencana melibatkan psikolog untuk menilai kondisi mental dan psikologis pelaku saat kejadian berlangsung.

Ivan menjelaskan bahwa sejauh ini polisi belum menemukan adanya konflik atau perselisihan antara pelaku dan korban.

“Kondisi pelaku ini akan terus kami dalami atas pengakuannya karena memang pelaku ini sudah tua. Kami juga akan melibatkan psikolog dalam pemeriksaan pelaku ini,” jelasnya.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan apakah pengakuan pelaku berkaitan dengan kondisi kesehatan mental, faktor usia, atau penyebab lainnya.

Serangan Terjadi Pagi Hari

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Minggu (21/6/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.

Baca Juga :  Jakarta Dilanda Cuaca Panas, Dinkes Ungkap Risiko Kesehatan yang Mengintai

Saat itu, suasana kampung masih relatif tenang. Namun, warga mendadak panik setelah mengetahui adanya penyerangan yang menyebabkan korban mengalami luka serius.

Korban Muqosim dan anaknya kemudian mendapatkan pertolongan setelah mengalami luka akibat sabetan senjata tajam.

Kejadian tersebut sontak membuat warga sekitar terkejut karena pelaku dan korban diketahui tinggal bertetangga serta tidak pernah terlibat konflik terbuka sebelumnya.

Misteri Motif Masih Didalami

Hingga kini, polisi masih mengumpulkan berbagai keterangan untuk mengungkap kronologi secara utuh.

Sementara itu, Hadi Suyipto masih menjalani penahanan di Mapolsek Abung Selatan guna kepentingan penyidikan.

Penyidik juga akan menelusuri riwayat kesehatan pelaku, termasuk kemungkinan adanya gangguan medis yang memengaruhi persepsi dan perilakunya saat kejadian.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa kondisi kesehatan mental dan fisik pada usia lanjut perlu mendapat perhatian serius dari keluarga maupun lingkungan sekitar.

Di sisi lain, masyarakat diimbau tetap menunggu hasil penyelidikan resmi kepolisian agar fakta yang terungkap benar-benar berdasarkan bukti dan pemeriksaan yang objektif. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rebutan Warisan Berujung Maut di Tapanuli Selatan
Mayat di Bagasi Mobil Grobogan Terungkap, Korban Bos Konter HP Ambarawa
Majalengka Perkuat Benteng Antinarkoba, Pemkab dan BNN Bergerak Lindungi Generasi Muda
Hendak Azan, Marbut Masjid di Purwakarta Diduga Dihabisi dengan Senjata Tajam
Bocah Tewas Diduga Diterkam Buaya di Jambi Saat Bersiap Berangkat Sekolah
Pasutri di Bandung Diduga Jambret HP Anak di Bawah Umur, Dibekuk Warga Saat Kabur
Nenek 69 Tahun Tewas di Tangan Oknum Polisi, Motif Rp50 Juta Terungkap
Siswa SMP di Pemalang Tewas Diduga Korban Bullying, Polisi Periksa 11 Saksi

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:22 WIB

Rebutan Warisan Berujung Maut di Tapanuli Selatan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 06:27 WIB

Mayat di Bagasi Mobil Grobogan Terungkap, Korban Bos Konter HP Ambarawa

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:57 WIB

Majalengka Perkuat Benteng Antinarkoba, Pemkab dan BNN Bergerak Lindungi Generasi Muda

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:40 WIB

Hendak Azan, Marbut Masjid di Purwakarta Diduga Dihabisi dengan Senjata Tajam

Kamis, 6 Agustus 2026 - 07:54 WIB

Bocah Tewas Diduga Diterkam Buaya di Jambi Saat Bersiap Berangkat Sekolah

Berita Terbaru

Ilustrasi, Tewas. (Posnews/Ist)

DAERAH

Rebutan Warisan Berujung Maut di Tapanuli Selatan

Jumat, 7 Agu 2026 - 13:22 WIB

Polisi London menahan seorang wanita setelah ia melukai empat pria di kawasan Covent Garden. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Serangan Gunting di Covent Garden London Lukai 4 Orang

Jumat, 7 Agu 2026 - 13:11 WIB

Pemerintah Prancis memberlakukan undang-undang baru yang melarang perusahaan melakukan panggilan telemarketing tanpa persetujuan awal konsumen. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Prancis Melarang Panggilan Telemarketing Tanpa Izin Konsumen

Jumat, 7 Agu 2026 - 12:17 WIB

Senat AS mengonfirmasi Dr Erica Schwartz sebagai Direktur CDC di tengah krisis internal lembaga. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Senat AS Konfirmasi Dr Erica Schwartz Sebagai Direktur CDC

Jumat, 7 Agu 2026 - 11:02 WIB

Militer Israel menggempur kembali kawasan Lebanon selatan di tengah berlangsungnya negosiasi diplomatik di Roma. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Israel Gelar Serangan Susulan di Lebanon Selatan Saat Diplomasi

Jumat, 7 Agu 2026 - 10:00 WIB