BENGKULU SELATAN, POSNEWS.CO.ID – Bukan hanya menjaga keamanan dan ketertiban, Polri juga ikut turun ke lahan pertanian untuk memperkuat ketahanan pangan.
Langkah itu ditunjukkan Kapolda Bengkulu Irjen Pol Yudhi Sulistianto Wahid saat menanam jagung Kuartal III Tahun 2026 di lahan Polres Bengkulu Selatan, Rabu (23/9/2026).
Penanaman jagung tersebut menjadi bagian dari kunjungan kerja Kapolda Bengkulu ke Polres Bengkulu Selatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia datang bersama Wakapolda Bengkulu Brigjen Pol Prianto Teguh Nugroho serta sejumlah pejabat utama Polda Bengkulu.
Setibanya di Mapolres Bengkulu Selatan, Yudhi disambut Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Aron Sebastian bersama jajaran, para kapolsek, Bupati Bengkulu Selatan dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Dari Mapolres, rombongan kemudian menuju lahan pertanian yang dikelola Polres Bengkulu Selatan.
Kapolda secara simbolis menanam jagung sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Polisi Tak Hanya Jaga Kamtibmas
Yudhi menegaskan, keterlibatan polisi dalam sektor pertanian merupakan bagian dari upaya menerjemahkan program ketahanan pangan menjadi kegiatan nyata di lapangan.
“Penanaman jagung Kuartal III di Polres Bengkulu Selatan ini adalah bentuk komitmen Polda Bengkulu dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Polri harus hadir tidak hanya dalam menjaga Kamtibmas, tetapi juga berkontribusi nyata dalam mewujudkan kedaulatan pangan, sesuai program prioritas nasional Presiden RI,” ujar Yudhi.
Menurut dia, kegiatan tersebut tidak boleh berhenti pada seremoni penanaman. Ia meminta jajaran Polres Bengkulu Selatan merawat tanaman hingga masa panen sehingga lahan produktif benar-benar menghasilkan.
“Saya minta seluruh jajaran Polres Bengkulu Selatan untuk merawat dan mengelola lahan jagung ini dengan baik, agar hasilnya maksimal dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.
Pesan itu penting karena keberhasilan program pertanian tidak hanya ditentukan oleh penanaman.
Perawatan, pengelolaan lahan, pengendalian hama, ketersediaan air dan pendampingan petani turut menentukan hasil produksi.
Dengan demikian, keterlibatan Polri dapat memberi dampak lebih luas apabila mampu berjalan bersama kelompok tani dan pemerintah daerah, bukan sekadar menjadi kegiatan seremonial.
Ketahanan Pangan Dimulai dari Lahan Produktif
Program penanaman jagung Kuartal III menjadi salah satu bentuk keterlibatan jajaran Polri dalam mendukung agenda ketahanan dan swasembada pangan di berbagai daerah.
Di sejumlah wilayah lain, kepolisian juga menggandeng kelompok tani dan pemerintah daerah untuk memanfaatkan lahan produktif.
Misalnya, Polres Garut melaksanakan penanaman jagung serentak Kuartal III di lahan seluas 5 hektare di Kecamatan Sukawening pada 16 September 2026.
Polri sebelumnya juga menekankan bahwa penguatan ketahanan pangan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, kepolisian, masyarakat dan kelompok tani.
Presiden Prabowo Subianto menyebut ketahanan pangan sebagai salah satu fondasi penting dalam menjaga kedaulatan bangsa.
Karena itu, lahan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dapat menjadi salah satu sumber produksi pangan apabila dikelola secara berkelanjutan.
Kunker Kapolda Juga Diwarnai Aksi Sosial
Kegiatan penanaman jagung bukan satu-satunya agenda Yudhi selama kunjungan kerja di Bengkulu Selatan.
Di sela kunjungan tersebut, Kapolda juga melakukan peletakan batu pertama atau ground breaking program Bedah Rumah ke-84 Polda Bengkulu di Desa Jeranglah Rendah, Kecamatan Manna.
Program tersebut menyasar Saning, seorang petani sekaligus perajin tangan warga setempat. Polda Bengkulu juga menggelar bakti sosial dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Rangkaian kegiatan itu memperlihatkan pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat.
Polisi hadir melalui berbagai kegiatan, mulai dari menjaga keamanan, mendukung produktivitas pangan hingga membantu warga yang membutuhkan.
Dari Benih Menuju Manfaat
Setelah penanaman selesai, Kapolda memberikan arahan kepada personel Polres Bengkulu Selatan. Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama.
Seluruh rangkaian kunjungan berlangsung aman, lancar dan kondusif.
Namun, tantangan sesungguhnya baru dimulai setelah benih masuk ke tanah. Tanaman harus dirawat hingga menghasilkan panen.
Jika pengelolaan berjalan konsisten, lahan Polres Bengkulu Selatan tidak hanya menjadi tempat penanaman, tetapi juga dapat menjadi contoh pemanfaatan lahan produktif untuk mendukung pangan daerah.
Bagi masyarakat, ketahanan pangan pada akhirnya bukan sekadar angka produksi.
Ketersediaan pangan yang cukup dan berkelanjutan berkaitan langsung dengan kebutuhan sehari-hari serta ketahanan ekonomi keluarga. **
Editor : Hadwan













