KENDAL, POSNEWS.CO.ID – Suara gemuruh dari atas tebing menjadi pertanda petaka bagi rombongan wisatawan di Curug Lawe Secepit, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.
Tak lama setelah suara itu terdengar, longsoran tanah disusul pohon besar tiba-tiba jatuh dan menimpa pengunjung yang berada di sekitar air terjun, Sabtu (7/11/2026) sore.
Tragedi tersebut merenggut nyawa seorang wisatawan perempuan. Tiga pengunjung lainnya mengalami luka-luka setelah ikut tertimbun material longsoran.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB di kawasan Desa Ngesrepbalong, Kecamatan Limbangan. Saat kejadian, sejumlah wisatawan tengah menikmati suasana air terjun.
Salah satu korban selamat, Bimo Putra Maulana, menuturkan bahwa dirinya mendengar suara gemuruh sebelum bebatuan dan pohon dari tebing meluncur ke bawah.
“Sebelum longsor ada suara gemuruh yang kemudian disusul jatuhnya bebatuan dan pohon dari tebing,” kata Bimo.
Menyadari bahaya tersebut, para pengunjung langsung berusaha menyelamatkan diri. Bimo bersama sepupunya, Dhea, juga berlari menjauh. Namun, keduanya terpisah saat berusaha menghindari material yang jatuh.
Bimo sempat tertimpa pasir hingga kehilangan kesadaran. Sementara itu, Dhea tidak berhasil menghindar dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tertimbun tanah serta pohon besar.
Empat Wisatawan Menjadi Korban
Tim SAR gabungan bersama personel TNI-Polri dan relawan segera melakukan pencarian serta evakuasi. Petugas akhirnya menemukan seluruh empat wisatawan yang terdampak longsor.
Berdasarkan informasi Basarnas yang dikutip JPNN, korban meninggal bernama Dhea Syifa’ul Qolbi, berusia 19 tahun, warga Desa Pecabean, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal.
Sementara itu, tiga korban selamat yakni Bimo Putra Maulana, Aura Artika, dan Dina. Mereka mengalami luka-luka dan mendapat penanganan medis di Puskesmas Limbangan.
Kapolsek Limbangan AKP Sigit Heri Wibowo membenarkan peristiwa longsor yang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB tersebut. Dia memastikan seluruh korban telah ditemukan sehingga operasi pencarian dihentikan.
Jadi Peringatan bagi Pengunjung Wisata Alam
Peristiwa di Curug Lawe menjadi pengingat bahwa kawasan air terjun dan lereng perbukitan menyimpan risiko bencana, terutama ketika kondisi tanah dan pepohonan tidak stabil.
Karena itu, wisatawan perlu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar tebing. Suara gemuruh, batu yang mulai berjatuhan, atau pergerakan tanah dan pohon dapat menjadi tanda bahaya.
Jika menemukan gejala tersebut, segera menjauh dari lereng dan area di bawah tebing menuju tempat yang lebih aman. Hindari pula bertahan di lokasi hanya untuk merekam kejadian.
Keselamatan diri dan orang-orang di sekitar harus menjadi prioritas ketika tanda-tanda bencana mulai terlihat. **
Editor : Hadwan













