Bibit Siklon 96S Picu Gelombang Tinggi, Wisata Laut Labuan Bajo Terancam

Sabtu, 27 Desember 2025 - 20:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Kapal tenggelam di perairan Labuhan Bajo. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, Kapal tenggelam di perairan Labuhan Bajo. (Posnews/Ist)

LABUAN BAJO, POSNEWS.CO.ID – BMKG memperingatkan sejak dini gelombang tinggi masih rawan hingga akhir Desember 2025 di perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ancaman ini muncul akibat bibit siklon tropis 96S yang terus memicu cuaca ekstrem.

Kepala Stasiun Meteorologi Komodo, Maria Seran, menegaskan wilayah selatan Labuan Bajo paling berisiko. Sebaliknya, kondisi perairan utara mulai melandai.

“Gelombang di utara turun ke 0,7–1,16 meter. Namun selatan masih sangat berbahaya,” tegas Maria, Sabtu (27/12/2025).

Peringatan keras ini menguat usai kapal wisata KM Putri Sakinah tenggelam di perairan Pulau Padar, Jumat (26/12/2025) malam.

Baca Juga :  Banjir–Longsor Sumatera Rusak 147.217 Rumah, Aceh Jadi Wilayah Terparah

Insiden maut tersebut menyisakan empat wisatawan asing asal Spanyol yang masih hilang.

BMKG mencatat, pengaruh bibit siklon 96S memicu hujan dan gelombang 1,25–2,5 meter di wilayah selatan hingga 31 Desember. Bahkan, gelombang bisa melonjak mendadak saat hujan disertai petir.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Maria menegaskan, kapal nahas itu tenggelam akibat gelombang alun (swell), bukan terpaan angin kencang.

“Gelombang kiriman dari pusat badai menjalar hingga Taman Nasional Komodo. Saat masuk perairan sempit, ketinggian gelombang meningkat dan mematikan,” jelasnya.

BMKG pun memperingatkan keras nelayan, operator kapal wisata, dan wisatawan agar tidak memaksakan pelayaran. Pantau info resmi dan utamakan keselamatan.

Baca Juga :  BMKG Siaga, Bibit Siklon Tropis 93S Ancam Jakarta hingga DIY dengan Cuaca Ekstrem

Kronologi Singkat

KM Putri Sakinah membawa 11 penumpang dari Pulau Komodo menuju Pulau Padar pukul 20.00 WITA. Setengah jam kemudian, kapal mati mesin, dihantam gelombang, lalu tenggelam.

Sebanyak 7 orang selamat, sementara 4 WNA Spanyol masih dicari:

  1. Martin Carreras Fernando
  2. Martin Garcia Mateo
  3. Martines Ortuno Maria Lia
  4. Martinez Ortuno Enriquejavier

Hingga kini, tim SAR berjibaku di laut di tengah cuaca yang belum bersahabat.

BMKG menegaskan: jangan abaikan peringatan. Cuaca ekstrem akhir tahun masih mengancam pelayaran.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

150 Massa Bertopeng Bikin Ricuh May Day Bandung, Polisi Buru Pelaku
May Day Bandung Ricuh, Massa Bakar Videotron dan Pos Polisi di Dago
Heboh May Day 2026: Polda Metro Jaya Tangkap 101 Orang, Sita Bom Molotov
Ukraina Siap Berbagi Keahlian Drone Tempur dengan Jepang
BMKG Prediksi Hujan Guyur Jakarta dan Kota Besar Indonesia Sabtu 2 Mei 2026
Mesin Mati di Perlintasan, Mobil Antar Calon Haji Dihantam Kereta, 4 Orang Tewas
Satgas PHK Resmi Jalan, Dasco: Buruh Bisa Laporkan Upah hingga Ancaman PHK
Libur Panjang May Day, Contraflow Tol Jakarta-Cikampek Diperpanjang hingga KM 47–65

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:36 WIB

150 Massa Bertopeng Bikin Ricuh May Day Bandung, Polisi Buru Pelaku

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:20 WIB

May Day Bandung Ricuh, Massa Bakar Videotron dan Pos Polisi di Dago

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:07 WIB

Heboh May Day 2026: Polda Metro Jaya Tangkap 101 Orang, Sita Bom Molotov

Sabtu, 2 Mei 2026 - 06:33 WIB

Ukraina Siap Berbagi Keahlian Drone Tempur dengan Jepang

Sabtu, 2 Mei 2026 - 06:18 WIB

BMKG Prediksi Hujan Guyur Jakarta dan Kota Besar Indonesia Sabtu 2 Mei 2026

Berita Terbaru

Alun-alun teknologi militer. Ukraina menawarkan kerja sama sistem nirawak dan pengalaman medan tempur kepada Jepang guna memperkuat pertahanan Tokyo di tengah perubahan peta keamanan Asia-Pasifik. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Ukraina Siap Berbagi Keahlian Drone Tempur dengan Jepang

Sabtu, 2 Mei 2026 - 06:33 WIB