POSNEWS.CO.ID, WASHINGTON – Penyidik federal Amerika Serikat menggeledah rumah Anggota DPR dari Partai Demokrat Ilhan Omar pada Senin.
Sebab, pemerintah melancarkan penyelidikan terkait dugaan kecurangan dokumen imigrasi masa kecilnya.
Namun, Ilhan Omar menilai penggeledahan ini sebagai aksi intimidasi politik dari Presiden Donald Trump.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bahkan, ia menegaskan bahwa pemerintah memanipulasi hukum untuk menyerang lawan politik sang presiden.
Sementara itu, aksi penggeledahan ini terjadi tiga pekan sebelum pemilu sela berlangsung.
Oleh karena itu, para politisi Demokrat menuduh pemerintahan Trump menyalahgunakan kekuasaan lembaga negara.
Tuduhan Imigrasi dan Kecaman Politik
Pejabat Departemen Kehakiman mengonfirmasi pelaksanaan surat perintah penggeledahan oleh agen Investigasi Keamanan Dalam Negeri.
Selain itu, penyelidikan ini menyasar dokumen imigrasi milik almarhum ayah Ilhan Omar.
Lalu, Pemimpin Demokrat Hakeem Jeffries mengutuk keras tindakan represif aparat pemerintah federal ini.
Ia menyebut langkah aparat sebagai bentuk penyalahgunaan kekuasaan yang sangat membahayakan demokrasi.
Kendati demikian, politisi Republik Nancy Mace justru mendukung tindakan tegas aparat penegak hukum.
Ia menegaskan bahwa tidak ada warga negara yang berada di atas hukum yang berlaku.
Dengan demikian, perselisihan ini semakin memanaskan suhu politik menjelang pemilu sela Amerika Serikat.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













