Aparat Federal Amerika Serikat Menggeledah Kediaman DPR

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aparat federal menggeledah rumah Anggota DPR AS Ilhan Omar terkait dugaan kecurangan imigrasi di tengah tuduhan manipulasi politik menjelang pemilu sela. Dok: Istimewa.

Aparat federal menggeledah rumah Anggota DPR AS Ilhan Omar terkait dugaan kecurangan imigrasi di tengah tuduhan manipulasi politik menjelang pemilu sela. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, WASHINGTON – Penyidik federal Amerika Serikat menggeledah rumah Anggota DPR dari Partai Demokrat Ilhan Omar pada Senin.

Sebab, pemerintah melancarkan penyelidikan terkait dugaan kecurangan dokumen imigrasi masa kecilnya.

Namun, Ilhan Omar menilai penggeledahan ini sebagai aksi intimidasi politik dari Presiden Donald Trump.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahkan, ia menegaskan bahwa pemerintah memanipulasi hukum untuk menyerang lawan politik sang presiden.

Baca Juga :  Plt Jaksa Agung AS Batalkan Dana Ganti Rugi Trump Rp29 Triliun

Sementara itu, aksi penggeledahan ini terjadi tiga pekan sebelum pemilu sela berlangsung.

Oleh karena itu, para politisi Demokrat menuduh pemerintahan Trump menyalahgunakan kekuasaan lembaga negara.

Tuduhan Imigrasi dan Kecaman Politik

Pejabat Departemen Kehakiman mengonfirmasi pelaksanaan surat perintah penggeledahan oleh agen Investigasi Keamanan Dalam Negeri.

Selain itu, penyelidikan ini menyasar dokumen imigrasi milik almarhum ayah Ilhan Omar.

Lalu, Pemimpin Demokrat Hakeem Jeffries mengutuk keras tindakan represif aparat pemerintah federal ini.

Baca Juga :  Donald Trump Kecam Komite Nobel dan Norwegia

Ia menyebut langkah aparat sebagai bentuk penyalahgunaan kekuasaan yang sangat membahayakan demokrasi.

Kendati demikian, politisi Republik Nancy Mace justru mendukung tindakan tegas aparat penegak hukum.

Ia menegaskan bahwa tidak ada warga negara yang berada di atas hukum yang berlaku.

Dengan demikian, perselisihan ini semakin memanaskan suhu politik menjelang pemilu sela Amerika Serikat.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kelompok Houthi Mengancam Amerika Serikat Pasca Serangan
Prancis Bersiap Menghadapi Unjuk Rasa Massal Pelajar
Polisi Korea Selatan Menangkap Pelaku Penikaman Massal
Usulan Pengurangan Jam Kerja Diet PM Jepang Sanae Takaichi
Hakim AS Memerintahkan Donald Trump Menghentikan Iklan Politik
Korea Utara Meluncurkan Beberapa Rudal Balistik
Senator AS Mendesak Donald Trump Membatalkan Kesepakatan
Inisiatif Label Karya Manusia Pada Buku Bebas AI Semakin Marak

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:49 WIB

Kelompok Houthi Mengancam Amerika Serikat Pasca Serangan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:43 WIB

Aparat Federal Amerika Serikat Menggeledah Kediaman DPR

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Prancis Bersiap Menghadapi Unjuk Rasa Massal Pelajar

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:53 WIB

Polisi Korea Selatan Menangkap Pelaku Penikaman Massal

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:52 WIB

Usulan Pengurangan Jam Kerja Diet PM Jepang Sanae Takaichi

Berita Terbaru

Kelompok Houthi mengancam akan menyerang kepentingan AS jika Presiden Donald Trump memutuskan bergabung dengan koalisi militer Arab Saudi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kelompok Houthi Mengancam Amerika Serikat Pasca Serangan

Selasa, 13 Okt 2026 - 17:49 WIB

Aparat federal menggeledah rumah Anggota DPR AS Ilhan Omar terkait dugaan kecurangan imigrasi di tengah tuduhan manipulasi politik menjelang pemilu sela. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Aparat Federal Amerika Serikat Menggeledah Kediaman DPR

Selasa, 13 Okt 2026 - 16:43 WIB

Protes pelajar menuntut anggaran pendidikan meluas di Prancis, Belgia, dan Italia dengan ribuan penangkapan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Prancis Bersiap Menghadapi Unjuk Rasa Massal Pelajar

Selasa, 13 Okt 2026 - 15:43 WIB

Kepolisian Korea Selatan menangkap pria pelaku penikaman massal di supermarket Incheon yang melukai delapan orang. Dok; Istimewa.

INTERNASIONAL

Polisi Korea Selatan Menangkap Pelaku Penikaman Massal

Selasa, 13 Okt 2026 - 14:53 WIB