JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Polda Metro Jaya terus memburu pelaku pembakaran kios di Kalibata, Jakarta Selatan, yang dipicu aksi pengeroyokan brutal hingga menewaskan dua penagih utang alias mata elang, Kamis (11/12/2025).
Aparat menegaskan kasus ini menjadi atensi serius karena menimbulkan korban jiwa dan kerugian besar.
Sejalan dengan itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan penyidik masih mendalami rangkaian peristiwa tersebut.
Polisi meminta publik memberi ruang agar penyelidikan berjalan maksimal hingga seluruh pelaku terungkap.
“Perkara ini masih kami dalami. Kami beri ruang kepada penyelidik untuk menuntaskan kasus ini,” tegas Budi, Jumat (19/12/2025).
Sementara itu, polisi telah memeriksa sedikitnya 20 saksi, termasuk para korban pembakaran kios, sepeda motor, dan mobil yang ikut dilalap api dalam kericuhan maut tersebut.
Pemeriksaan dilakukan untuk mengurai peran masing-masing pihak dalam insiden berdarah itu.
Lebih lanjut, Polda Metro Jaya mencatat total kerugian material akibat aksi anarkis itu menembus Rp1,2 miliar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kerusakan mencakup warung tenda milik warga, sejumlah sepeda motor, satu unit mobil, hingga kaca dan bangunan rumah warga yang dihancurkan massa.
Di sisi lain, Budi menegaskan tidak ada hambatan berarti dalam pengungkapan perkara, namun penyidik harus memastikan setiap tindakan hukum didukung bukti kuat dan keterangan saksi yang saling berkaitan.
Polisi menolak menangkap sembarang orang tanpa peran jelas dalam kejadian.
“Semua harus saling terhubung antara peristiwa, barang bukti, dan peran masing-masing. Kami pastikan akan ada upaya paksa dan kasus ini segera kami rilis ke publik,” tandasnya.
Kerusuhan maut di depan TMP Kalibata menewaskan dua debt collector dan menghanguskan puluhan aset warga di Jakarta Selatan.
Polisi memastikan pengejaran pelaku terus berlangsung hingga seluruh pihak yang terlibat diproses hukum tanpa pandang bulu.
Penulis : Hadwan
Editor : Hadwan





















