Kena Jetlag Tanpa Perlu Terbang

Minggu, 2 November 2025 - 06:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Merasa kacau setiap Senin pagi? Mungkin Anda mengalami 'Social Jetlag', kondisi di mana jam tidur akhir pekan merusak jam tubuh alami Anda. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Merasa kacau setiap Senin pagi? Mungkin Anda mengalami 'Social Jetlag', kondisi di mana jam tidur akhir pekan merusak jam tubuh alami Anda. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Pernahkah Anda merasa sangat lesu, sulit fokus, dan benar-benar kacau setiap hari Senin pagi? Anda mungkin menyalahkan tumpukan pekerjaan, namun, penyebab sebenarnya bisa jadi jauh lebih mendasar: jadwal tidur Anda di akhir pekan.

Padahal Anda hanya di rumah, tidak terbang ke negara lain. Akan tetapi, tubuh Anda mungkin saja merasakan efek yang sama seperti jetlag lintas benua. Fenomena ini semakin dikenal dalam dunia kesehatan sebagai “Social Jetlag” atau Jetlag Sosial.

Mengapa Senin Begitu Berat?

Bagi banyak pekerja, siklus mingguan terlihat familier. Selama hari kerja, alarm berbunyi jam 5 atau 6 pagi. Kemudian, saat akhir pekan tiba, kita “balas dendam” tidur dengan bangun siang, mungkin jam 9 atau 10 pagi, atau bahkan lebih.

Kita merasa pantas mendapatkan istirahat ekstra itu. Sayangnya, menurut sains, niat baik ini justru bisa mengacaukan jam internal tubuh kita. Akibatnya, ketika Senin pagi tiba dan alarm jam 5 pagi itu berbunyi lagi, tubuh kita mengalami guncangan.

Selamat Datang di ‘Social Jetlag’

‘Social Jetlag’ adalah istilah yang menggambarkan ketidaksesuaian antara jam tubuh biologis (ritme sirkadian) dengan jam kehidupan sosial kita (tuntutan kerja atau sekolah).

Mekanismenya sederhana: Ritme sirkadian kita mendambakan konsistensi. Namun, ketika ada perbedaan drastis—katakanlah, 3 jam—antara kapan Anda bangun di hari kerja dan kapan Anda bangun di hari libur, tubuh Anda akan kebingungan. Secara biologis, tubuh Anda merasa seolah-olah Anda baru saja terbang melintasi tiga zona waktu setiap Jumat malam, dan terbang kembali setiap Minggu malam.

Pindah Zona Waktu Mingguan

Ini bukan hanya soal merasa lelah di hari Senin. Faktanya, guncangan mingguan terhadap ritme sirkadian ini memiliki dampak kesehatan yang nyata.

Baca Juga :  Raksasa Lembut Lautan di Ambang Batas: Kisah Manatee yang Berjuang untuk Bertahan Hidup

Para peneliti telah mengaitkan ‘Social Jetlag’ yang parah dengan berbagai masalah kesehatan. Misalnya, peningkatan risiko obesitas, masalah metabolisme seperti diabetes tipe-2, gangguan mood (suasana hati), dan bahkan penurunan performa kognitif. Sebab, tubuh kita tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk benar-benar sinkron.

Kunci Ada di Konsistensi

Lalu, apa solusinya? Apakah kita tidak boleh tidur lebih lama di akhir pekan?

Para ahli tidur menyarankan bukan durasinya, melainkan jam bangunnya. Maka dari itu, cobalah untuk menjaga konsistensi jam bangun tidur Anda, bahkan di akhir pekan, dengan toleransi perbedaan tidak lebih dari satu jam. Tentu saja, ini mungkin terdengar sulit. Akan tetapi, menjaga jam bangun yang konsisten adalah cara paling efektif untuk “menyembuhkan” jetlag sosial dan merasa lebih bugar sepanjang minggu.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih
Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China
El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar
Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit
Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15
Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai
Lonjakan Harga Global Tekan Impor Minyak Nabati India
Polisi Tembak Mati Pelaku Penabrakan Minivan Pride

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:12 WIB

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:09 WIB

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:00 WIB

El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:17 WIB

Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:13 WIB

Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15

Berita Terbaru

Langkah taktis amankan benteng udara. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menemui Donald Trump di Washington guna membahas produksi mandiri rudal Patriot. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih

Kamis, 30 Jul 2026 - 16:12 WIB

Langkah taktis Teheran amankan wilayah udara. Iran membeli 400 peluncur rudal panggul buatan China bernilai 70 juta dolar AS guna memperkuat pertahanan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Kamis, 30 Jul 2026 - 14:09 WIB