ATHENA, POSNEWS.CO.ID – Di kedalaman laut utara Kreta, arus ganas menyembunyikan rahasia selama dua milenium. Sebuah kapal kargo raksasa tujuan Roma karam di sana, membawa serta harta karun yang baru terungkap satu abad lalu oleh penyelam pencari spons. Di antara patung marmer dan perunggu, terselip benda yang awalnya dianggap sampah, namun kini diakui sebagai komputer analog pertama di dunia.
Benda itu adalah Mekanisme Antikythera. Kini tersimpan di Museum Arkeologi Nasional Athena, perangkat ini memiliki kompleksitas yang membingungkan ilmuwan modern. Riset terbaru mengungkap bahwa teknologi di dalamnya begitu maju hingga tak tertandingi selama seribu tahun setelah pembuatannya.
Mahakarya Gigi Roda yang Rumit
François Charette, sejarawan sains dari Jerman, tak bisa menyembunyikan kekagumannya. Jika mekanisme gigi roda dari Baghdad abad ke-9 hanya menggunakan delapan gigi, Antikythera memiliki lebih dari 30 gigi roda yang bekerja harmonis.
“Melihat animasi komputernya sungguh mencengangkan. Tidak diragukan lagi, ini adalah mahakarya teknologi,” ujar Charette.
Profesor Mike Edmunds dari Universitas Cardiff memimpin tim yang merekonstruksi alat ini menggunakan pencitraan tiga dimensi. Dibuat antara 100 hingga 140 SM, alat ini menerjemahkan pengetahuan astronomi Babilonia ke dalam mekanika presisi. Gigi-gigi rodanya dipotong dengan akurasi tinggi untuk mencerminkan hubungan kompleks antara 19 tahun kalender dengan 235 bulan kamariah.
Manual Alam Semesta dalam Kotak
Yanis Bitsakis, fisikawan Universitas Athena, menggambarkan alat ini sebagai “komputer mekanis”. Pengguna cukup memutar tuas, dan tanggal serta posisi benda langit akan terpampang di bagian depan. Kotak ini bahkan dilengkapi “buku manual” berupa inskripsi di pintu depan dan belakangnya.
Alat ini tidak hanya memetakan posisi matahari, bulan, dan zodiak, tetapi juga memprediksi gerhana. Penemuan ini menampar anggapan konvensional bahwa orang Yunani Kuno hanyalah pemikir menara gading yang enggan mengotori tangan dengan hal teknis. Nyatanya, pembuatan alat ini pasti melibatkan kolaborasi erat antara astronom, insinyur, dan pengrajin logam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hilang di Bawah “Sepatu Bot” Romawi
Mengapa teknologi secanggih ini bisa lenyap? Edmunds menunjuk pada invasi Romawi sebagai biang keladinya.
“Saat alat ini dibuat, sepatu bot Romawi sedang berderap masuk,” kata Edmunds. Bangsa Romawi mungkin ahli tata kota dan sanitasi, namun mereka kurang dikenal karena minat pada sains murni. Akibatnya, tradisi pembuatan alat canggih ini terputus dan hilang ditelan zaman.
Mengingat kerumitan alat ini, Edmunds yakin Mekanisme Antikythera bukanlah satu-satunya yang pernah dibuat. Ia berharap publikasi studi ini akan memicu para kurator museum atau kolektor amatir untuk memeriksa kembali lemari mereka. Siapa tahu, “logam tua berkarat” di gudang mereka sebenarnya adalah kunci sejarah teknologi yang hilang.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















