Iran Jawab Tantangan AS: Siagakan 1.000 Drone Strategis

Jumat, 30 Januari 2026 - 08:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pertaruhan di meja perundingan. Menlu Iran Abbas Araqchi tiba di Pakistan guna membawa proposal damai baru, sementara Gedung Putih mengerahkan tim khusus ke Islamabad di tengah lumpuhnya navigasi Selat Hormuz tahun 2026. Dok: Istimewa.

Pertaruhan di meja perundingan. Menlu Iran Abbas Araqchi tiba di Pakistan guna membawa proposal damai baru, sementara Gedung Putih mengerahkan tim khusus ke Islamabad di tengah lumpuhnya navigasi Selat Hormuz tahun 2026. Dok: Istimewa.

TEHERAN, POSNEWS.CO.ID – Gendang perang kembali bertalu di Timur Tengah. Pada hari Rabu (29/1), Angkatan Darat Iran mengirimkan sinyal perlawanan yang jelas terhadap tekanan Amerika Serikat. Mereka secara resmi memasukkan 1.000 drone strategis ke dalam formasi tempur empat cabang militernya.

Menurut laporan kantor berita semi-resmi Tasnim, spesialis angkatan darat bekerja sama dengan kementerian pertahanan untuk mengembangkan drone-drone ini. Tujuannya adalah menjawab ancaman yang terus berkembang.

Lebih spesifik, Iran mengklaim teknologi drone ini menggabungkan “pelajaran dari perang 12 hari,” merujuk pada konflik intensitas tinggi sebelumnya. Oleh karena itu, langkah ini merespons langsung pengepungan militer yang sedang berlangsung di perairan mereka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Armada “Masif” USS Abraham Lincoln Tiba

Faktanya, pengerahan drone ini terjadi hanya berselang dua hari setelah kapal induk USS Abraham Lincoln tiba di wilayah tersebut pada 27 Januari. Kehadiran kapal induk ini menempatkan kekuatan udara AS dalam jarak tembak untuk operasi potensial yang menargetkan Iran.

Baca Juga :  Tragedi di Balik Kandang Sempit: Kisah Penyelamatan Moon Bear

Presiden AS Donald Trump tidak menutupi niatnya. Dalam unggahan di Truth Social pada 28 Januari, ia sesumbar bahwa sebuah “armada masif”—yang lebih besar dari armada Venezuela—sedang menuju Iran.

Selain itu, Trump secara terbuka mendukung protes anti-pemerintah yang meletus di Iran sejak akhir Desember 2025 akibat krisis ekonomi. “Bantuan sedang dalam perjalanan,” tulis Trump. Ia menyerukan warga Iran untuk “mengambil alih institusi” dan mencatat nama-nama pembunuh mereka.

Rapat Perang di Washington

Sementara itu, roda mesin perang berputar cepat di Washington. Pada hari Rabu (29/1), pemerintahan Trump menjadi tuan rumah bagi pejabat pertahanan dan intelijen senior dari Israel dan Arab Saudi.

Secara khusus, pertemuan tingkat tinggi ini membahas strategi menghadapi Iran. Diskusi berlangsung saat laporan menyebutkan Presiden Trump sedang mempertimbangkan opsi serangan militer. Akibatnya, Israel, Arab Saudi, dan negara-negara lain di kawasan berada dalam siaga tinggi selama berhari-hari guna mengantisipasi dampak dari potensi serangan AS.

Baca Juga :  Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai

Diplomasi Menit Terakhir di Ankara

Di tengah ancaman konfrontasi fisik, jalur diplomasi bekerja keras untuk mencegah bencana. Beberapa negara Timur Tengah telah mengeluarkan pernyataan tegas. Mereka melarang pihak mana pun menggunakan wilayah mereka untuk tindakan militer terhadap Iran.

Selanjutnya, Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, berencana terbang ke Turki pada Jumat (30/1). Kunjungan ini sangat krusial.

Sumber Kementerian Luar Negeri Turki menyebutkan bahwa Menlu Hakan Fidan akan menekankan posisi Ankara. Turki mengikuti perkembangan di Iran dengan cermat dan menegaskan bahwa keamanan, perdamaian, dan stabilitas Iran sangat penting bagi Ankara. Harapannya, dialog ini dapat menjadi rem darurat bagi eskalasi yang kian tak terkendali.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Biaya Perang Iran Melonjak Hingga 47,1 Miliar Dolar AS
Tabrakan Kereta Cepat di Toledo Spanyol Menewaskan 68 Orang
Jepang dan Jerman Sepakat Perkuat Kerja Sama Mineral Kritis
Perayaan Meriah Festival Sembilan Dewa Kaisar
Fenomena Fesyen Gothic Lolita Jepang Kembali Memikat Hati
Lonceng Perdamaian Cenderamata Jepang Ditemukan Kembali
Hiu Viral Bukang-i Kembali Menerobos Masuk ke Kanal Kota Busan
Pembangunan Kota Vietnam Mengancam Keberadaan Hutan

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:42 WIB

Biaya Perang Iran Melonjak Hingga 47,1 Miliar Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:40 WIB

Tabrakan Kereta Cepat di Toledo Spanyol Menewaskan 68 Orang

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Jepang dan Jerman Sepakat Perkuat Kerja Sama Mineral Kritis

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:19 WIB

Perayaan Meriah Festival Sembilan Dewa Kaisar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Fenomena Fesyen Gothic Lolita Jepang Kembali Memikat Hati

Berita Terbaru

Ilustrasi, Biaya Perang Iran melonjak hingga 47,1 miliar Dolar AS. Simak rincian pengeluaran amunisi Pentagon dan dampaknya pada Pemilu. Dok: Britannica.

INTERNASIONAL

Biaya Perang Iran Melonjak Hingga 47,1 Miliar Dolar AS

Jumat, 30 Okt 2026 - 09:42 WIB

Tabrakan kereta cepat RENFE dan IRYO di Toledo Spanyol menewaskan 68 orang. Simak kronologi kegagalan sinyal. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Tabrakan Kereta Cepat di Toledo Spanyol Menewaskan 68 Orang

Jumat, 30 Okt 2026 - 08:40 WIB

PM Jepang Sanae Takaichi dan Kanselir Jerman Friedrich Merz sepakat bekerja sama amankan pasokan mineral kritis. Simak detail strategi de-risking kedua negara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Jepang dan Jerman Sepakat Perkuat Kerja Sama Mineral Kritis

Jumat, 30 Okt 2026 - 07:32 WIB