Komunitas Kolektor Komputer Vintage Kian Berkembang

Minggu, 16 Agustus 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Komunitas kolektor komputer vintage terus berkembang di berbagai negara, melestarikan mesin-mesin klasik seperti Atari, Commodore, dan IBM. Dok: Istimewa.

Komunitas kolektor komputer vintage terus berkembang di berbagai negara, melestarikan mesin-mesin klasik seperti Atari, Commodore, dan IBM. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, SEATTLE — Josh Dersch, insinyur software yang mencintai komputer lawas, menghabiskan waktu berjam-jam di garasinya untuk menghidupkan kembali mesin-mesin berusia puluhan tahun. Ia memperkirakan memiliki lebih dari 200 komputer dan perangkat vintage di rumahnya di Seattle.

Ketertarikan Dersch pada Sejarah Komputasi

Dersch mengaku selalu terpesona melihat asal-usul berbagai teknologi. Ia menganggap proses debugging dan perbaikan komputer lawas sebagai tantangan menyenangkan, karena memungkinkannya memahami sistem secara menyeluruh dari awal hingga akhir.

Dersch tergabung dalam komunitas kolektor komputer vintage yang terus berkembang. Komunitas ini berupaya melestarikan mesin klasik yang membantu memicu revolusi digital, meski Silicon Valley kini lebih fokus membentuk masa depan kecerdasan buatan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para penggemar hardware ini justru bertekad menyelamatkan mesin Atari, Commodore, dan IBM, yang menjadi cikal bakal laptop, perangkat wearable, dan smartphone masa kini. Mereka melihat artefak sejarah komputer yang layak dihormati, di tempat orang lain hanya melihat barang rongsokan.

Festival Komputer Vintage yang Semakin Diminati

Erik Klein, presiden Vintage Computer Federation, menyebut antusiasme terhadap sejarah komputer terus tumbuh. Organisasinya menyelenggarakan festival tahunan di Computer History Museum, Mountain View, tepat di jantung Silicon Valley.

Tahun ini, lebih dari 3.500 orang menghadiri Vintage Computer Festival selama dua hari pada awal Agustus. Acara ini merayakan ulang tahun ke-50 Apple, perusahaan yang berdiri pada 1976 di Cupertino, California.

Baca Juga :  Kesepakatan Lisensi Baru Buka Jalan bagi Remake Commodore

Festival tersebut menampilkan panel bersama co-founder Apple, Steve Wozniak dan Ronald Wayne, yang mengenang masa-masa awal perusahaan sebagai startup sederhana di bawah kepemimpinan mendiang Steve Jobs. Lebih dari selusin acara serupa kini bermunculan di berbagai kota di Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Eropa.

Klein menyebut minat yang tumbuh ini tercermin dari meningkatnya permintaan komputer vintage di pasar daring. Komputer langka dan ikonik seperti Apple-1, produk pertama perusahaan tersebut, bahkan dapat terjual hingga ratusan ribu dolar.

Xerox Alto, Koleksi Kebanggaan Dersch

Para kolektor memamerkan sistem komputer yang telah mereka restorasi dengan susah payah ke kondisi kerja aslinya. Langkah ini memungkinkan pengunjung mencoba langsung komputer yang dibangun jauh sebelum internet, media sosial, dan AI mengubah dunia.

Dersch berkendara dari Seattle untuk memamerkan koleksi kebanggaannya, yakni Xerox Alto. Ia menghabiskan bertahun-tahun merestorasi mesin yang dianggap sebagai “kakek moyang komputer modern” tersebut, yang Xerox Palo Alto Research Center kembangkan pada 1970-an.

Alto menjadi salah satu komputer pertama yang melampaui tampilan teks di layar dan menggunakan mouse serta antarmuka grafis, seperti jendela, ikon, dan kursor, yang kemudian menjadi standar industri. Model ini terkenal menginspirasi Jobs dan Bill Gates untuk mengadopsi teknologi tersebut dalam produk awal mereka.

Pameran Dersch menampilkan workstation Xerox Alto yang berfungsi penuh, lengkap dengan monitor vertikal kotak, keyboard besar, mouse, serta cakram berputar seukuran pizza yang menyimpan data dalam jumlah kecil menurut standar modern.

Dersch mengaku senang berbagi hasil karyanya dengan orang lain, sekaligus menikmati karya kolektor lain. Ia juga menyebut area konsinyasi di festival sebagai tempat menyenangkan untuk membeli lebih banyak “barang rongsokan” untuk dibawa pulang.

Baca Juga :  Era Post-Truth: Matinya Fakta dan Matinya Ruang Publik

Perjalanan Klein dari Kolektor Menjadi Penyelenggara

Klein, manajer teknik software di Silicon Valley, dulunya kolektor yang sangat bersemangat hingga hobinya membebani rumah dan kehidupan keluarganya. Ia pernah memiliki hingga 150 sistem komputer lengkap dengan aksesori, dokumen, dan kemasan yang memenuhi lemari dan garasinya.

Klein mengaku koleksi kesayangannya berubah menjadi beban berat, hingga ia mengkhawatirkan dampaknya bagi keluarga. Ia pun mulai menjual dan memberikan mesin-mesinnya, hingga hanya menyisakan beberapa favorit di rumah.

Kini Klein menyalurkan kecintaannya pada komputer vintage lewat penyelenggaraan festival, lokakarya perbaikan, acara tukar-menukar, dan berbagai kegiatan lain sebagai presiden Vintage Computer Federation. Ia menyebut misinya sebagai upaya menyebarkan semangat sejarah dan hobi merawat, mengoleksi, serta menikmati teknologi vintage tersebut.

Pertumbuhan Komunitas sejak Festival Pertama 1997

Sellam Ismail merasa gembira menyaksikan komunitas kolektor berkembang dan matang sejak ia menyelenggarakan festival pertama pada 1997. Acara tersebut menarik sekitar 150 penggemar di sebuah lokasi di timur San Francisco, dan Ismail memimpin acara tersebut selama satu dekade.

Ismail kemudian turut mendirikan Vintage Computer Federation, yang menyelenggarakan festival di AS dan Kanada. Ia juga membantu kelompok lain meluncurkan festival serupa di Argentina, Jerman, dan Swiss.

Ismail menyebut komunitas ini terus tumbuh dewasa, dengan semakin banyak orang mulai mengumpulkan dan mengoleksi komputer lawas. Ia sendiri pernah memiliki koleksi besar yang tersimpan di sebuah gudang.

Ismail memperkirakan tahun depan akan menjadi perayaan ulang tahun ke-30 festival tersebut. Ia yakin tren ini akan terus berlanjut dan berkembang semakin besar ke depannya.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pulsar Meluncurkan Mouse Gaming X2F CrazyLight
HiBy Digital Rilis Headset PULSE dan Sound Card GRID
Colorful Rilis Laptop Gaming Panda P15E Berbekal RTX 3050
Thermaltake Meluncurkan Casing PC Transparan Stage 500 TG
Razer Meluncurkan Headset Pompompurin dan Earbuds Kuromi
SteelSeries Meluncurkan Mouse Gaming Sensei Pro dan Rival Pro
Logitech Pamerkan Keyboard G Pro X2 Rapid
Shift Up Sediakan Opsi Matikan Frame Generation FSR 3.1

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:25 WIB

Pulsar Meluncurkan Mouse Gaming X2F CrazyLight

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:21 WIB

HiBy Digital Rilis Headset PULSE dan Sound Card GRID

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:05 WIB

Colorful Rilis Laptop Gaming Panda P15E Berbekal RTX 3050

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:01 WIB

Razer Meluncurkan Headset Pompompurin dan Earbuds Kuromi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 08:52 WIB

SteelSeries Meluncurkan Mouse Gaming Sensei Pro dan Rival Pro

Berita Terbaru

Pulsar meluncurkan mouse gaming X2F CrazyLight berdesain fingertip. Simak spesifikasi sensor 42K, polling rate 8K, dan harga resminya. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Pulsar Meluncurkan Mouse Gaming X2F CrazyLight

Jumat, 2 Okt 2026 - 13:25 WIB

HiBy Digital merilis headset PULSE dan sound card GRID edisi Cyberpunk 2077. Simak rincian desain visual dan kolaborasinya di sini. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

HiBy Digital Rilis Headset PULSE dan Sound Card GRID

Jumat, 2 Okt 2026 - 12:21 WIB

Colorful meluncurkan laptop gaming Panda P15E dengan GPU RTX 3050 dan RAM DDR4. Simak rincian spesifikasi dan harganya di sini. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Colorful Rilis Laptop Gaming Panda P15E Berbekal RTX 3050

Jumat, 2 Okt 2026 - 11:05 WIB