JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kasus brutal penyiraman zat kimia terhadap aktivis Andrie Yunus memicu perhatian luas.
Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) langsung turun tangan memantau kondisi korban yang kini dirawat intensif di RSUP Cipto Mangunkusumo.
Kepala Kanwil KemenHAM DKI Jakarta, Mikael Azedo Harwito, menegaskan pemantauan dilakukan untuk memastikan penanganan medis berjalan optimal.
Menurut hasil koordinasi dengan tim dokter, kondisi mata kanan korban menjadi perhatian utama. Cedera akibat zat kimia menyebabkan penipisan jaringan serius hingga memicu kerusakan struktur organ.
Dalam tiga hari terakhir, tim medis menemukan adanya iskemia atau kekurangan aliran darah hingga 40 persen pada area bawah sklera mata kanan, yang memperparah kondisi jaringan.
Operasi Besar Dilakukan, Tim Medis Bergerak Cepat
Sebagai langkah darurat, Andrie Yunus telah menjalani operasi terpadu pada 25 Maret 2026. Prosedur ini melibatkan dokter spesialis mata dan bedah plastik untuk menyelamatkan fungsi penglihatan.
Operasi tersebut mencakup:
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
- Pemindahan jaringan untuk menutup area terbuka
- Pemasangan membran amnion
- Pemasangan ulang lensa pelindung mata
Selain itu, dokter juga menemukan penipisan kornea yang terus berkembang akibat inflamasi.
Tim bedah plastik turut melakukan debridement (pembuangan jaringan mati) serta cangkok kulit pada area mata, dada, dan pundak guna mempercepat pemulihan luka bakar.
Dirawat Ketat di HCU, Akses Dibatasi
Saat ini, korban menjalani perawatan di ruang High Care Unit (HCU) dengan pengawasan ketat. Akses kunjungan dibatasi demi menjaga kondisi medis tetap stabil dan mencegah risiko infeksi.
Dari sisi perlindungan, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) telah memberikan perlindungan kepada korban, keluarga, serta tim pendamping.
KemenHAM juga memperkuat koordinasi lintas lembaga bersama Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan dan Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) guna memastikan pemulihan berjalan menyeluruh, baik secara medis maupun hukum.
Serangan Brutal Picu Keprihatinan Publik
Kasus penyiraman zat kimia ini dinilai sebagai serangan serius terhadap aktivis HAM dan menjadi alarm keras bagi perlindungan kebebasan sipil di Indonesia.
Publik kini mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengungkap pelaku dan motif di balik aksi keji tersebut.
Meski kondisi masih kritis, tim medis terus berupaya maksimal untuk menyelamatkan fungsi organ korban.
Pemerintah menegaskan komitmennya mengawal proses pemulihan hingga tuntas.
Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa perlindungan terhadap aktivis harus diperkuat demi menjaga demokrasi tetap hidup. (red)
Editor : Hadwan



















