KPK Siap Tindak Tambang Emas Ilegal Dekat Mandalika, Bahlil Persilakan Proses Hukum Jalan

Minggu, 26 Oktober 2025 - 19:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. (KPK)

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. (KPK)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kasus tambang emas ilegal di Lombok Barat, yang jaraknya hanya sekitar satu jam dari Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB) semakin panas.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan kesiapannya menindaklanjuti temuan tambang emas ilegal tersebut yang diduga melibatkan instansi terkait.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan ini muncul setelah Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mempersilakan aparat penegak hukum menindak tegas pelaku tambang ilegal tersebut.

Masalah ini tidak bisa KPK tangani sendiri karena melibatkan banyak pihak,” kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada wartawan, Minggu (26/10/2025).

Baca Juga :  Guru Cantik Tewas Dibunuh KKB di Yahukimo Saat Belajar di Alam Terbuka

Budi menjelaskan, persoalan tambang ilegal itu masuk dalam bidang koordinasi dan supervisi (Korsup). Karena itu, KPK akan melibatkan berbagai kementerian dan lembaga terkait untuk menindaklanjutinya.

“KPK akan mengidentifikasi masalah lalu menyiapkan langkah-langkah konkret dalam koordinasi Korsup,” tegasnya.

Menurut Budi, penanganan tambang emas ilegal juga beririsan dengan Kementerian ESDM dan Kementerian Keuangan, terutama dalam optimalisasi pajak hasil tambang.

Ini pekerjaan rumah bersama. Kita garap bareng, termasuk memastikan pajaknya berjalan optimal,” ujarnya.

Baca Juga :  Loker Jabar 2025, Rekrutmen Tenaga Pendamping Koperasi Dibuka Usia Maksimal 45 Tahun

Sebelumnya, Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa Kementerian ESDM hanya berwenang mengelola tambang legal. Ia mendukung penuh aparat penegak hukum untuk memproses tambang tanpa izin secara hukum.

Kalau enggak ada izinnya, proses hukum saja. Kita enggak main-main urus negara ini,” ujar Bahlil, Jumat (24/10/2025).

Tambang emas ilegal yang dimaksud berlokasi di Sekotong, Lombok Barat, dan diduga memproduksi hingga 3 kilogram emas per hari. Sejumlah pekerja bahkan disebut tidak bisa berbahasa Indonesia. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Ungkap Modus ‘Uang Assalamualaikum’ dalam Korupsi Pengadaan di MPR
Kejagung Buka Suara soal Penggeledahan Polri, Tegaskan Hormati Proses Hukum
Bareskrim Ringkus Otak Penyerangan yang Tewaskan Tiga Polisi Katingan
Prabowo Luncurkan B50, Target Indonesia Stop Impor Solar
Polri Perketat Pengamanan Saat Usut Korupsi PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel
Mabes TNI Jelaskan Alasan Rumah Jampidsus Febrie Dijaga Ketat
Brankas Tersembunyi di Rumah Sentul Simpan 74 Kg Emas dan Rp476 Miliar
Cuaca Jakarta Hari Ini Cerah, BMKG Imbau Warga Waspadai Suhu Panas

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 20:24 WIB

KPK Ungkap Modus ‘Uang Assalamualaikum’ dalam Korupsi Pengadaan di MPR

Kamis, 9 Juli 2026 - 20:05 WIB

Kejagung Buka Suara soal Penggeledahan Polri, Tegaskan Hormati Proses Hukum

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:45 WIB

Bareskrim Ringkus Otak Penyerangan yang Tewaskan Tiga Polisi Katingan

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:45 WIB

Polri Perketat Pengamanan Saat Usut Korupsi PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel

Kamis, 9 Juli 2026 - 09:24 WIB

Mabes TNI Jelaskan Alasan Rumah Jampidsus Febrie Dijaga Ketat

Berita Terbaru

Penawaran menarik untuk gamer kelas atas. Dell memotong harga PC gaming Alienware Aurora R16 dengan kartu grafis terbaru GeForce RTX 5080. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Dell Diskon Alienware R16 RTX 5080 Sambut Battlefield 6

Kamis, 9 Jul 2026 - 16:36 WIB