KPK Sita Tanah, Ambulans dan Showroom Eks Anggota DPR: Skandal CSR BI–OJK Makin Sadis

Rabu, 5 November 2025 - 21:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. (KPK)

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. (KPK)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Perjalanan panjang drama korupsi dana CSR Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) makin sadis dan menarik.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggebuk aset milik Satori (ST), eks anggota Komisi XI DPR, yang diduga menikmati uang rakyat untuk gaya hidup dan proyek pribadi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam gebrakan terbaru, KPK menyita sederet aset mewah milik Satori. Bukan main, barang sitaan itu mencakup tanah, ambulans, mobil mewah, motor, hingga kursi roda!

“Penyidik menyita dua bidang tanah dan bangunan, dua mobil ambulans, dua mobil Toyota ELP dan Toyota Kijang, satu unit motor, serta 18 kursi roda,” kata juru bicara KPK Budi Prasetyo, Rabu (5/11/2025).

Tidak tanggung-tanggung, total aset yang diamankan menembus Rp10 miliar. Untuk ambulans, KPK menerapkan sita simpan, sehingga barang tetap berada di lokasi tetapi statusnya sudah resmi disegel negara.

Baca Juga :  Pandji Dilaporkan ke Polda Metro soal Materi Stand Up Mens Rea - Dugaan Penistaan Agama

“Aset-aset itu diduga berasal dari hasil korupsi, total sekitar Rp10 miliar. Penyitaan dilakukan di Cirebon dari tersangka ST,” jelas Budi.

Modus Gila: Dana CSR Disulap Jadi Showroom & Rumah Pribadi

Selanjutnya, KPK membeberkan bahwa Satori dan rekannya Heri Gunawan (HG) membajak dana CSR BI-OJK sejak 2020–2022, saat keduanya duduk di Komisi XI DPR RI — komisi yang mengatur anggaran BI dan OJK.

Modusnya bejat: dana CSR sosial publik malah dikuras untuk kepentingan pribadi.

  • Satori mengantongi Rp12,52 miliar dan kemudian membangun showroom menggunakan dana CSR.

  • Heri diduga menggasak Rp15,86 miliar dan membeli rumah serta mobil mewah dari uang rakyat.

Alih-alih membantu masyarakat, kedua wakil rakyat ini justru menjarah dana sosial dan mencuci uangnya.

Ironisnya, aparat penegak hukum belum menahan keduanya hingga saat ini. Publik pun menyeruak meminta KPK bertindak tanpa ampun terhadap para “penyelamat rakyat” gadungan tersebut.

KPK menegaskan tidak main-main menangani kasus ini dan langsung memperluas penyidikan untuk menelusuri aliran uang serta mengungkap pihak lain yang terlibat.

Alarm Keras: Dana Sosial Bukan ATM Wakil Rakyat

Skandal ini menjadi tamparan keras bagi publik:

dana CSR bukan mesin ATM bagi pejabat dan politisi rakus!

KPK berjanji menghabisi praktik kotor seperti ini satu per satu.

Rakyat butuh bantuan — bukan ditipu pejabat rakus berkedok program sosial. (red)

Baca Juga :  Polri Terima Penghargaan Kementerian PKP atas Dukungan Program 3 Juta Rumah Subsidi
Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo: Ada Ancaman, Jangan Gentar! Rp52 Triliun Kekayaan Negara Diselamatkan
Motor Warga Dibidik Saat Lengah, 5 Kasus Curanmor Penjaringan Akhirnya Terbongkar
RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Resmi Jadi UU, Ini yang Diatur
Motor Coba Salip Trailer, Pelajar 15 Tahun Tewas Tabrak Truk Tangki
Rp250 Juta Demi Bisa Pakai HP di Rutan Pondok Bambu, Ombudsman Buka Suara
Malam Mencekam di Tebet, Koordinator BEM UI Hafidz Diduga Diserang OTK
Terungkap! PB Indra Kenz Dicabut, Proses Remisi Jadi Sorotan
Demi Sabu, Pria di Tamansari Curi Motor Istri Siri Saat Terlelap

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:01 WIB

Prabowo: Ada Ancaman, Jangan Gentar! Rp52 Triliun Kekayaan Negara Diselamatkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:51 WIB

Motor Warga Dibidik Saat Lengah, 5 Kasus Curanmor Penjaringan Akhirnya Terbongkar

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:13 WIB

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Resmi Jadi UU, Ini yang Diatur

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Motor Coba Salip Trailer, Pelajar 15 Tahun Tewas Tabrak Truk Tangki

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:30 WIB

Rp250 Juta Demi Bisa Pakai HP di Rutan Pondok Bambu, Ombudsman Buka Suara

Berita Terbaru