Ketua KMT Cheng Li-wun Terima Undangan Xi Jinping ke Beijing

Selasa, 31 Maret 2026 - 15:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mencairkan kebekuan. Ketua KMT Cheng Li-wun memimpin delegasi ke Tiongkok guna mempertegas landasan perdamaian melalui Konsensus 1992, menandai kunjungan pertama ketua partai oposisi Taiwan tersebut dalam sepuluh tahun terakhir. Dok: Istimewa.

Mencairkan kebekuan. Ketua KMT Cheng Li-wun memimpin delegasi ke Tiongkok guna mempertegas landasan perdamaian melalui Konsensus 1992, menandai kunjungan pertama ketua partai oposisi Taiwan tersebut dalam sepuluh tahun terakhir. Dok: Istimewa.

TAIPEI, POSNEWS.CO.ID – Ketegangan di Selat Taiwan memasuki babak baru melalui jalur diplomasi partai. Ketua Kuomintang (KMT), Cheng Li-wun, secara resmi mengonfirmasi rencana kunjungannya ke Tiongkok daratan bulan depan untuk memenuhi undangan Presiden Xi Jinping pada hari Senin.

Dalam konteks ini, kunjungan tersebut mencakup agenda di provinsi Jiangsu, Shanghai, dan Beijing. Cheng menegaskan bahwa dialog langsung dengan kepemimpinan di Beijing sangat krusial guna memastikan bahwa hubungan kedua belah pihak selat tidak berakhir dengan konfrontasi militer yang merusak.

Membangun Jembatan vs Kritik “Pro-China”

Cheng Li-wun, yang baru menjabat sejak November lalu, bersikap teguh untuk menemui Xi Jinping sebelum ia melakukan kunjungan resmi ke Amerika Serikat. Oleh karena itu, ia menghadapi gelombang kritik dari internal maupun eksternal partai yang menganggap sikapnya terlalu condong ke Beijing.

Meskipun demikian, Cheng memandang pertemuan ini membawa makna simbolis yang sangat signifikan. “Saya tidak percaya satu pertemuan dapat menyelesaikan masalah yang telah menumpuk selama hampir satu abad,” ujar Cheng kepada media asing. Namun, ia berharap langkah ini sukses menjadi fondasi bagi hubungan lintas selat yang lebih stabil di tahun 2026.

Sengketa Anggaran Pertahanan dan Split Internal KMT

Rencana kunjungan ini muncul saat parlemen Taiwan tengah berdebat panas mengenai anggaran pertahanan khusus. Pemerintahan Presiden Lai Ching-te mengusulkan belanja sebesar NT$1,25 triliun ($39 miliar) untuk pembelian senjata dari Amerika Serikat. **Sebaliknya**, KMT secara resmi hanya menyetujui alokasi sebesar NT$380 miliar.

Menariknya, terjadi perpecahan suara di internal partai oposisi tersebut. Wali Kota Taichung, Lu Shiow-yen, yang digadang-gadang sebagai calon kuat presiden 2028, justru mengusulkan angka yang lebih tinggi. Menurutnya, jumlah yang masuk akal bagi pertahanan nasional seharusnya berada di kisaran NT$800 miliar hingga NT$1 triliun. Akibatnya, posisi tawar KMT di parlemen kini menjadi sorotan publik.

Baca Juga :  Ben Roberts-Smith Ditangkap atas Lima Dakwaan Kejahatan Perang

Tekanan Washington dan Risiko Politik Domestik

Pengumuman perjalanan Cheng ini bertepatan dengan kedatangan delegasi bipartisan Kongres Amerika Serikat di Taipei. Kehadiran utusan Washington tersebut secara langsung meningkatkan tekanan bagi Taiwan untuk segera memperbesar anggaran militer guna membendung potensi agresi Tiongkok.

Terlebih lagi, muncul kekhawatiran bahwa pertemuan Cheng-Xi dapat memicu reaksi negatif dari pemilih menjelang pemilihan distrik akhir tahun ini. Sebagai hasilnya, Cheng harus mampu membuktikan bahwa diplomasi yang ia jalankan memberikan manfaat nyata bagi keamanan masyarakat, bukan sekadar kompromi politik dengan Beijing. Pada akhirnya, hasil dari kunjungan April mendatang akan menjadi ujian krusial bagi kedaulatan politik KMT di mata rakyat Taiwan tahun 2026 ini.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih
Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China
El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar
Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit
Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15
Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai
Lonjakan Harga Global Tekan Impor Minyak Nabati India
Polisi Tembak Mati Pelaku Penabrakan Minivan Pride

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:12 WIB

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:09 WIB

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:00 WIB

El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:17 WIB

Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:13 WIB

Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15

Berita Terbaru

Langkah taktis amankan benteng udara. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menemui Donald Trump di Washington guna membahas produksi mandiri rudal Patriot. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih

Kamis, 30 Jul 2026 - 16:12 WIB

Langkah taktis Teheran amankan wilayah udara. Iran membeli 400 peluncur rudal panggul buatan China bernilai 70 juta dolar AS guna memperkuat pertahanan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Kamis, 30 Jul 2026 - 14:09 WIB