JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Bau busuk mafia saham kian menyengat. Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri menggerebek kantor Shinhan Sekuritas di kawasan elite Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (3/2/2026).
Penggeledahan ini diduga kuat terkait praktik saham gorengan, yang disinyalir ikut menghantam IHSG hingga ambruk lebih dari 8 persen dan memaksa Bursa Efek Indonesia (BEI) menekan tombol trading halt.
Direktur Tipideksus Bareskrim Polri Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak membenarkan, penyidik tengah membongkar permainan kotor di pasar modal.
“Ini perkara pasar modal yang sedang ramai, terkait saham gorengan,” ujar Ade.
Tak berhenti di situ, polisi mengungkap sejumlah kasus serupa sudah lama dibidik. Saat ini, banyak perkara masih berjalan, mulai dari penyelidikan hingga meja hijau.
“Penyidik sedang menangani beberapa kasus gorengan saham lainnya,” tegasnya.
Namun soal modus bandar menggoreng saham, polisi masih menutup rapat karena masuk ranah teknis penyidikan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sudah Ada Korban Masuk Bui
Bareskrim juga mengingatkan, kasus saham gorengan bukan isapan jempol. Dalam perkara sebelumnya, Direktur PT Multi Makmur Lemindo, Junaedi, dan eks karyawan PT BEI, Mugi Bayu Pratama, sudah dijebloskan ke penjara.
Keduanya divonis 1 tahun 4 bulan bui plus denda Rp2 miliar karena terbukti mengacak-acak pasar modal.
“Perkara itu sudah inkrah,” kata Ade.
Menkeu Blak-blakan: Pasar Digoreng
Sebelumnya, Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa membuka borok pasar saham nasional. Ia menyebut praktik goreng-gorengan saham ikut mempercepat kejatuhan IHSG.
Situasi makin panas setelah MSCI membekukan indeks saham Indonesia, lantaran menilai transparansi dan free float bermasalah.
“IHSG jatuh karena banyak goreng-gorengan saham,” tegas Purbaya di Istana Negara.
Kini publik menunggu, apakah penggeledahan ini akan menyeret bandar besar atau sekadar jadi asap tanpa api. Satu hal pasti, pasar modal sedang tak baik-baik saja. (red)
Editor : Hadwan





















