Mafia Saham Dibidik, Bareskrim Geledah Shinhan Sekuritas di Tengah Anjloknya IHSG

Selasa, 3 Februari 2026 - 19:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Bareskrim Polri.
(Posnews/Ist)

Gedung Bareskrim Polri. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Bau busuk mafia saham kian menyengat. Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri menggerebek kantor Shinhan Sekuritas di kawasan elite Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (3/2/2026).

Penggeledahan ini diduga kuat terkait praktik saham gorengan, yang disinyalir ikut menghantam IHSG hingga ambruk lebih dari 8 persen dan memaksa Bursa Efek Indonesia (BEI) menekan tombol trading halt.

Direktur Tipideksus Bareskrim Polri Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak membenarkan, penyidik tengah membongkar permainan kotor di pasar modal.

“Ini perkara pasar modal yang sedang ramai, terkait saham gorengan,” ujar Ade.

Tak berhenti di situ, polisi mengungkap sejumlah kasus serupa sudah lama dibidik. Saat ini, banyak perkara masih berjalan, mulai dari penyelidikan hingga meja hijau.

Baca Juga :  Longsor TPST Bantargebang: 6 Tewas, 6 Selamat, 1 Korban Masih Dicari Tim SAR

“Penyidik sedang menangani beberapa kasus gorengan saham lainnya,” tegasnya.

Namun soal modus bandar menggoreng saham, polisi masih menutup rapat karena masuk ranah teknis penyidikan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sudah Ada Korban Masuk Bui

Bareskrim juga mengingatkan, kasus saham gorengan bukan isapan jempol. Dalam perkara sebelumnya, Direktur PT Multi Makmur Lemindo, Junaedi, dan eks karyawan PT BEI, Mugi Bayu Pratama, sudah dijebloskan ke penjara.

Keduanya divonis 1 tahun 4 bulan bui plus denda Rp2 miliar karena terbukti mengacak-acak pasar modal.

Baca Juga :  Menjelang Nataru, BNN-Bareskrim Grebek Sarang Narkoba di Jakarta Timur, 25 Orang Diamankan

“Perkara itu sudah inkrah,” kata Ade.

Menkeu Blak-blakan: Pasar Digoreng

Sebelumnya, Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa membuka borok pasar saham nasional. Ia menyebut praktik goreng-gorengan saham ikut mempercepat kejatuhan IHSG.

Situasi makin panas setelah MSCI membekukan indeks saham Indonesia, lantaran menilai transparansi dan free float bermasalah.

“IHSG jatuh karena banyak goreng-gorengan saham,” tegas Purbaya di Istana Negara.

Kini publik menunggu, apakah penggeledahan ini akan menyeret bandar besar atau sekadar jadi asap tanpa api. Satu hal pasti, pasar modal sedang tak baik-baik saja. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemukim Israel Bakar Desa-Desa Palestina di Tengah Eskalasi Perang Regional
Operasi Ketupat 2026 Hari ke-11: 251 Kecelakaan, 17 Tewas – Arus Balik Mulai Meningkat
Bom Waktu 48 Jam: Trump Ancam Ratakan Listrik Iran, Teheran Targetkan Fasilitas Air Teluk
Membedah Realisme Geopolitik dalam Perebutan Arktik 2026
Polisi Gugur Saat Operasi Ketupat 2026, Diduga Kelelahan Ekstrem
Lonjakan Arus Balik 2026, Kedatangan Penumpang KAI Tembus 51 Ribu per Hari
Melindungi Plasma Nutfah dari Biopiracy Internasional di Tahun 2026
Arus Balik Lebaran 2026: Ribuan Motor Padati Pelabuhan Bakauheni, Antrean Mengular

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 20:36 WIB

Pemukim Israel Bakar Desa-Desa Palestina di Tengah Eskalasi Perang Regional

Senin, 23 Maret 2026 - 19:10 WIB

Operasi Ketupat 2026 Hari ke-11: 251 Kecelakaan, 17 Tewas – Arus Balik Mulai Meningkat

Senin, 23 Maret 2026 - 18:30 WIB

Bom Waktu 48 Jam: Trump Ancam Ratakan Listrik Iran, Teheran Targetkan Fasilitas Air Teluk

Senin, 23 Maret 2026 - 17:14 WIB

Membedah Realisme Geopolitik dalam Perebutan Arktik 2026

Senin, 23 Maret 2026 - 16:57 WIB

Polisi Gugur Saat Operasi Ketupat 2026, Diduga Kelelahan Ekstrem

Berita Terbaru

Ilustrasi, Perebutan garis depan terakhir. Mencairnya es di Kutub Utara membuka jalur perdagangan baru dan akses energi yang memicu persaingan militer antara Rusia, Amerika Serikat, dan Tiongkok. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Membedah Realisme Geopolitik dalam Perebutan Arktik 2026

Senin, 23 Mar 2026 - 17:14 WIB