Mahasiswa Asal AS James Higginbotham Hilang

Sabtu, 6 Juni 2026 - 06:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Pencarian di tengah ketidakpastian. Polisi dan sukarelawan Jepang menyisir pegunungan timur Kyoto untuk mencari James

Ilustrasi, Pencarian di tengah ketidakpastian. Polisi dan sukarelawan Jepang menyisir pegunungan timur Kyoto untuk mencari James "Weston" Higginbotham yang hilang sejak sepekan lalu. Dok: Istimewa.

KYOTO, POSNEWS.CO.ID – Kepolisian Jepang bersama kelompok relawan terus mencari seorang mahasiswa asal Amerika Serikat yang hilang di Kyoto. Sebab, pemuda tersebut telah menghilang tanpa kabar selama satu pekan terakhir.

Rekaman Kamera Pengawas dan Jejak Terakhir

James “Weston” Higginbotham tiba di Jepang bersama keluarganya pada tanggal 25 Mei kemarin untuk menikmati liburan bersama. Namun, pemuda berumur 20 tahun tersebut memilih untuk memisahkan diri saat keluarganya mengunjungi kuil pada 29 Mei.

Selanjutnya, kamera pengawas merekam pergerakan Weston meninggalkan hotel sendiri sekitar pukul 18.00 waktu setempat. Setelah itu, ia menaiki kereta di Stasiun Kyoto menuju wilayah Yamashina yang berjarak cukup dekat.

Beberapa kamera keamanan jalanan sempat menangkap sosok Weston yang sedang berjalan kaki sekitar pukul 20.00 malam. Saat itu, ia mengenakan kaus abu-abu bertuliskan “Save the bees”, celana cokelat, serta membawa tas selempang. Dengan demikian, jejak terakhir Weston mengarah ke jalur pendakian menuju kawasan hutan pegunungan di sebelah timur Kyoto.

Keanehan Ponsel dan Persiapan Logistik

Keluarga korban mendeteksi adanya keanehan pada data aplikasi pelacak lokasi Life360 milik Weston malam itu. Sebab, Weston tiba-tiba mematikan fitur berbagi lokasi pada pukul 20.29 secara sengaja.

Padahal, sang ibu menjelaskan bahwa Weston tidak pernah mematikan fitur tersebut dalam situasi perjalanan apa pun. Selain itu, riwayat lokasi menunjukkan Weston sempat mengunjungi toko perlengkapan rumah sebelum mematikan ponselnya.

Oleh sebab itu, Nancy selaku ibu korban menduga putranya sengaja membeli peralatan tambahan untuk menjelajahi hutan secara mendadak. Hingga saat ini, Weston juga belum menggunakan kartu kreditnya dan hanya memegang uang tunai sekitar 10.000 yen.

Baca Juga :  Perang Timur Tengah Hari Ke-6: Gempuran Infrastruktur Teheran dan Kegagalan Resolusi Senat AS

Optimisme Keluarga di Tengah Badai

Nancy tetap mempertahankan optimisme tinggi bahwa putra sulungnya tersebut dapat segera kembali dengan selamat. Sebab, Weston merupakan seorang pendaki yang sangat berpengalaman dan terbiasa menjelajahi alam liar secara mandiri.

Sebagai contoh, Weston sebelumnya pernah melakukan pendakian solo di berbagai jalur pegunungan terjal di wilayah Eropa. Meskipun begitu, cuaca ekstrem akibat badai besar awal pekan ini membuat kondisi pencarian menjadi jauh lebih berbahaya.

Di sisi lain, kepolisian Kyoto segera mengerahkan unit anjing pelacak dan helikopter untuk menyisir area pegunungan timur. Pada akhirnya, berbagai kelompok sukarelawan masyarakat Jepang juga turut turun langsung membantu proses penyisiran di lapangan.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kanada Batal Gelar Acara Bersama Peresmian Jembatan
Menteri Lingkungan Mundur, Parlemen Sahkan Aturan Pestisida
Dua Tanker Minyak Saudi Putar Balik di Laut Merah
Arab Saudi dan UEA Kompak Tegaskan Persaudaraan
Hakim AS Tunda Penyatuan Raksasa Paramount dan Warner Bros
Andy Burnham Resmi Mengambil Alih Kepemimpinan Inggris
Parlemen Jepang Gagal Sepakati Pemotongan Pajak Makanan
Menlu ASEAN Kumpul Bahas Tensi Hormuz dan South China Sea

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:57 WIB

Kanada Batal Gelar Acara Bersama Peresmian Jembatan

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:41 WIB

Menteri Lingkungan Mundur, Parlemen Sahkan Aturan Pestisida

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:29 WIB

Dua Tanker Minyak Saudi Putar Balik di Laut Merah

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:00 WIB

Arab Saudi dan UEA Kompak Tegaskan Persaudaraan

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:29 WIB

Hakim AS Tunda Penyatuan Raksasa Paramount dan Warner Bros

Berita Terbaru