Trump Luncurkan Dana Kompensasi $1,7 Miliar: Pendukung Beraksi

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketegangan diplomasi budaya. Pemerintah Jepang melayangkan keberatan diplomatik setelah Donald Trump mengunggah video Naruto menggunakan wajahnya tanpa izin resmi. Dok: Istimewa.

Ketegangan diplomasi budaya. Pemerintah Jepang melayangkan keberatan diplomatik setelah Donald Trump mengunggah video Naruto menggunakan wajahnya tanpa izin resmi. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Amerika Serikat menciptakan langkah baru yang kontroversial. Presiden Donald Trump meresmikan dana senilai $1,776 miliar bagi warga Amerika yang mengeklaim diri sebagai korban politisasi hukum. Oleh karena itu, para terdakwa kerusuhan 6 Januari 2021 dan sekutu Trump kini berebut untuk mendapatkan kompensasi tersebut.

Enrique Tarrio, pemimpin kelompok Proud Boys yang mendekam di penjara selama 22 tahun, berencana mengajukan aplikasi. Ia berharap mendapatkan dana antara $2 juta hingga $5 juta. “Saya tidak serakah,” ujar Tarrio singkat.

Siapa Saja yang Berhak Mengajukan?

Pemerintah menetapkan dana ini bagi warga yang mengeklaim mengalami penyalahgunaan wewenang oleh Departemen Kehakiman era Joe Biden. Trump sendiri telah memberikan pengampunan (pardon) kepada lebih dari 1.500 terdakwa kerusuhan 6 Januari tahun lalu. Selanjutnya, banyak dari mereka mulai menghitung kerugian finansial akibat masa penahanan dan kehilangan bisnis.

Peter Ticktin, pengacara yang mewakili lebih dari 400 terdakwa, menilai dana tersebut tidak cukup. Ia mencatat banyak kliennya kehilangan bisnis bernilai jutaan dolar selama masa tahanan. Maka dari itu, ia berencana mengajukan ratusan klaim setelah prosedur aplikasi terbentuk.

Badai Kritik dan Tuduhan “Dana Siluman”

Namun demikian, pihak Demokrat dan sejumlah anggota Republik mempertanyakan legalitas dana ini. Dua petugas polisi yang mempertahankan Capitol pada 6 Januari lalu bahkan mengajukan gugatan pada Rabu untuk menghentikan pendistribusian dana. Mereka melabeli program ini sebagai “dana siluman” bagi para pengikut Trump yang melakukan kekerasan.

Sebagai tambahan, Jaksa Agung sementara, Todd Blanche, membenarkan bahwa pelaku kekerasan terhadap polisi tetap memiliki hak untuk mengakses dana tersebut. Pernyataan ini menuai kecaman luas. Selain itu, Senator Demokrat Chris Coons berjanji memblokir dana ini melalui amandemen rancangan anggaran.

Fenomena Unik: James Comey Siap Ajukan Klaim

Perkembangan mengejutkan muncul ketika mantan Direktur FBI, James Comey, menyatakan niat untuk mengajukan klaim. Comey telah menerima dakwaan dua kali sejak Trump menjabat kembali sebagai presiden.

Baca Juga :  Ancol Gelar Program Liburan Sekolah Terbesar 2026, Ini Daftar Acara Lengkapnya

Ia beralasan bahwa Departemen Kehakiman telah menargetkan dirinya atas dasar politik dan ideologi. “Saya menebak saya akan mengantre,” ujar Comey kepada CNN. Sementara itu, Michael Caputo, mantan pejabat pemerintahan, telah mengajukan permintaan resmi sebesar $2,7 juta sebagai restitusi atas investigasi yang ia alami selama masa pemerintahan Biden.

Menanti Kepastian di Capitol Hill

Perseteruan ini mencerminkan polarisasi ekstrem di Washington menjelang pemilihan paruh waktu. Singkatnya, Partai Republik mencoba meloloskan dana ini tanpa dukungan Demokrat. Namun, tantangan hukum di pengadilan dan perlawanan di Senat akan menentukan apakah dana ini benar-benar mengalir ke tangan para pendukung setia Trump.

Dengan demikian, masyarakat internasional terus memantau apakah sistem checks and balances AS mampu meredam penggunaan dana publik untuk tujuan partisan di tahun 2026 yang penuh gejolak ini.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai
Donald Trump dan Emmanuel Macron Pererat Aliansi
Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan
Israel Bersiap Hadapi Pemilihan Umum Sela
Presiden Mongolia Ukhnaa Khurelsukh Sambut Menlu Tiongkok
Raksasa Teknologi Dunia Serap Mineral Milisi M23
Militer Amerika Serikat Tembak Mati Gembong Kriminal
BIGBANG Resmi Umumkan Jadwal Tur Dunia

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:21 WIB

Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:14 WIB

Donald Trump dan Emmanuel Macron Pererat Aliansi

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:03 WIB

Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:56 WIB

Israel Bersiap Hadapi Pemilihan Umum Sela

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:52 WIB

Presiden Mongolia Ukhnaa Khurelsukh Sambut Menlu Tiongkok

Berita Terbaru