Menlu Araghchi Tolak Gencatan Senjata Sementara dan Tuntut Ganti Rugi

Minggu, 22 Maret 2026 - 08:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bukan sekadar jeda. Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menegaskan bahwa Iran menuntut pengakhiran perang secara permanen dan komprehensif, menolak segala bentuk gencatan senjata sementara tanpa jaminan keamanan. Dok: Istimewa.

Bukan sekadar jeda. Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menegaskan bahwa Iran menuntut pengakhiran perang secara permanen dan komprehensif, menolak segala bentuk gencatan senjata sementara tanpa jaminan keamanan. Dok: Istimewa.

TEHERAN, POSNEWS.CO.ID – Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, menegaskan posisi keras Teheran dalam menghadapi agresi militer Amerika Serikat dan Israel. Dalam wawancara telepon dengan media Jepang Kyodo News, Araghchi menyatakan bahwa Iran hanya menginginkan pengakhiran perang secara menyeluruh.

“Kami tidak mencari gencatan senjata, melainkan pengakhiran perang yang lengkap, komprehensif, dan langgeng,” ujar Araghchi. Ia menekankan bahwa Iran tidak akan menerima tawaran jeda pertempuran yang hanya bersifat sementara tanpa adanya resolusi jangka panjang.

Penolakan Gencatan Senjata dan Tuntutan Kompensasi

Araghchi melabeli serangan udara AS dan Israel sebagai tindakan agresi yang ilegal dan tidak beralasan. Meskipun beberapa negara mencoba menjadi mediator, Iran tetap pada pendiriannya untuk menolak gencatan senjata jangka pendek. Oleh karena itu, setiap resolusi konflik harus menyertakan poin-poin krusial bagi kedaulatan Iran.

Menurut Araghchi, kesepakatan damai harus mencakup dua syarat utama. Pertama, adanya jaminan internasional terhadap serangan militer di masa depan. Kedua, pemberian kompensasi atau ganti rugi atas kerusakan infrastruktur yang terjadi selama konflik berlangsung. Ia menilai Amerika Serikat sejauh ini belum menunjukkan kesiapan untuk melakukan resolusi yang tulus.

Baca Juga :  Misteri Kematian Satu Keluarga di Warakas, Polisi Minta Jangan Berspekulasi

Jalur Khusus bagi Kapal Jepang di Selat Hormuz

Di tengah blokade total Selat Hormuz, Iran memberikan sinyal positif khusus kepada Tokyo. Araghchi menyatakan bahwa Teheran siap memfasilitasi jalur bagi kapal-kapal Jepang untuk melintasi arteri energi global tersebut. Jalur ini sangat penting karena Selat Hormuz menangani seperlima pasokan energi dunia.

Dalam hal ini, negosiasi antara Iran dan Jepang mengenai izin lintas tersebut masih terus berjalan secara intensif. Langkah ini dipandang sebagai upaya Iran untuk menjaga hubungan baik dengan Jepang sebagai mitra ekonomi tradisional. Selain itu, tawaran ini menjadi insentif bagi Tokyo di tengah tekanan krisis energi yang melanda Negeri Sakura tersebut.

Baca Juga :  Menlu Iran Sebut Kesepakatan Hindari Perang Dalam Jangkauan

Diplomasi yang Terganjal Ketidaksiapan AS

Meskipun upaya diplomatik terus berjalan, Araghchi melihat adanya hambatan besar di pihak Washington. Ia menuduh Amerika Serikat masih mengutamakan kekuatan militer daripada solusi damai yang adil. Araghchi mendesak komunitas internasional untuk mengambil sikap tegas terhadap agresi yang terus mengancam stabilitas Timur Tengah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada akhirnya, keberhasilan diplomasi Iran akan bergantung pada sejauh mana tuntutan kompensasi dan jaminan keamanan tersebut diterima oleh pihak sekutu. Teheran menegaskan bahwa mereka siap untuk terus bertahan jika syarat-syarat tersebut tidak terpenuhi. Dunia kini menanti hasil negosiasi dengan Jepang yang dapat menjadi preseden bagi keselamatan pelayaran komersial lainnya di Teluk.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

200 Pasukan dan Drone MQ-9 Reaper Dikerahkan Lawan Militan
Aksi Nekat Pencuri Motor di Hari Raya Berujung Amuk Warga di Mundu Cirebon
Trump Justifikasi Perang Iran, Jepang Merasa Dilecehkan
Mencekam! Warga Temukan Potongan Tubuh dalam Karung Saat Lebaran, Polisi Buru Pelaku
KPK Alihkan Penahanan Yaqut Cholil Qoumas Jadi Tahanan Rumah, Ini Alasannya
Cuaca Hari Ini: Jabodetabek Berpotensi Hujan, Sejumlah Kota Waspada Cuaca Ekstrem
Skandal Predator Digital: Programmer Roblox Ditangkap atas 40 Dakwaan Pornografi Anak
Jakarta Diserbu Pendatang Usai Lebaran 2026, Pramono Anung: Wajib Lengkapi Administrasi

Berita Terkait

Minggu, 22 Maret 2026 - 08:01 WIB

Menlu Araghchi Tolak Gencatan Senjata Sementara dan Tuntut Ganti Rugi

Minggu, 22 Maret 2026 - 07:00 WIB

200 Pasukan dan Drone MQ-9 Reaper Dikerahkan Lawan Militan

Minggu, 22 Maret 2026 - 06:23 WIB

Aksi Nekat Pencuri Motor di Hari Raya Berujung Amuk Warga di Mundu Cirebon

Minggu, 22 Maret 2026 - 06:08 WIB

Trump Justifikasi Perang Iran, Jepang Merasa Dilecehkan

Minggu, 22 Maret 2026 - 06:07 WIB

Mencekam! Warga Temukan Potongan Tubuh dalam Karung Saat Lebaran, Polisi Buru Pelaku

Berita Terbaru

Ilustrasi, Kembalinya Washington ke Afrika Barat. Militer Amerika Serikat mengerahkan drone MQ-9 dan 200 personel di Bauchi guna memberikan dukungan intelijen bagi militer Nigeria dalam menghadapi lonjakan serangan ISIS dan Al-Qaeda. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

200 Pasukan dan Drone MQ-9 Reaper Dikerahkan Lawan Militan

Minggu, 22 Mar 2026 - 07:00 WIB

Luka sejarah yang terbuka kembali. Presiden Donald Trump memicu kemarahan publik Jepang setelah menggunakan narasi serangan Pearl Harbor 1941 untuk membela keputusannya menyerang Iran tanpa pemberitahuan kepada sekutu. Dok: Reuters.

INTERNASIONAL

Trump Justifikasi Perang Iran, Jepang Merasa Dilecehkan

Minggu, 22 Mar 2026 - 06:08 WIB