TEHERAN, POSNEWS.CO.ID – Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, menegaskan posisi keras Teheran dalam menghadapi agresi militer Amerika Serikat dan Israel. Dalam wawancara telepon dengan media Jepang Kyodo News, Araghchi menyatakan bahwa Iran hanya menginginkan pengakhiran perang secara menyeluruh.
“Kami tidak mencari gencatan senjata, melainkan pengakhiran perang yang lengkap, komprehensif, dan langgeng,” ujar Araghchi. Ia menekankan bahwa Iran tidak akan menerima tawaran jeda pertempuran yang hanya bersifat sementara tanpa adanya resolusi jangka panjang.
Penolakan Gencatan Senjata dan Tuntutan Kompensasi
Araghchi melabeli serangan udara AS dan Israel sebagai tindakan agresi yang ilegal dan tidak beralasan. Meskipun beberapa negara mencoba menjadi mediator, Iran tetap pada pendiriannya untuk menolak gencatan senjata jangka pendek. Oleh karena itu, setiap resolusi konflik harus menyertakan poin-poin krusial bagi kedaulatan Iran.
Menurut Araghchi, kesepakatan damai harus mencakup dua syarat utama. Pertama, adanya jaminan internasional terhadap serangan militer di masa depan. Kedua, pemberian kompensasi atau ganti rugi atas kerusakan infrastruktur yang terjadi selama konflik berlangsung. Ia menilai Amerika Serikat sejauh ini belum menunjukkan kesiapan untuk melakukan resolusi yang tulus.
Jalur Khusus bagi Kapal Jepang di Selat Hormuz
Di tengah blokade total Selat Hormuz, Iran memberikan sinyal positif khusus kepada Tokyo. Araghchi menyatakan bahwa Teheran siap memfasilitasi jalur bagi kapal-kapal Jepang untuk melintasi arteri energi global tersebut. Jalur ini sangat penting karena Selat Hormuz menangani seperlima pasokan energi dunia.
Dalam hal ini, negosiasi antara Iran dan Jepang mengenai izin lintas tersebut masih terus berjalan secara intensif. Langkah ini dipandang sebagai upaya Iran untuk menjaga hubungan baik dengan Jepang sebagai mitra ekonomi tradisional. Selain itu, tawaran ini menjadi insentif bagi Tokyo di tengah tekanan krisis energi yang melanda Negeri Sakura tersebut.
Diplomasi yang Terganjal Ketidaksiapan AS
Meskipun upaya diplomatik terus berjalan, Araghchi melihat adanya hambatan besar di pihak Washington. Ia menuduh Amerika Serikat masih mengutamakan kekuatan militer daripada solusi damai yang adil. Araghchi mendesak komunitas internasional untuk mengambil sikap tegas terhadap agresi yang terus mengancam stabilitas Timur Tengah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada akhirnya, keberhasilan diplomasi Iran akan bergantung pada sejauh mana tuntutan kompensasi dan jaminan keamanan tersebut diterima oleh pihak sekutu. Teheran menegaskan bahwa mereka siap untuk terus bertahan jika syarat-syarat tersebut tidak terpenuhi. Dunia kini menanti hasil negosiasi dengan Jepang yang dapat menjadi preseden bagi keselamatan pelayaran komersial lainnya di Teluk.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia




















