Menlu China Wang Yi Mulai Tur Afrika, 70 Tahun Persahabatan

Rabu, 7 Januari 2026 - 19:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Otoritas yang dipertanyakan. Melalui kacamata Institusionalisme Liberal, keberadaan PBB merupakan kebutuhan fungsional yang kini menghadapi ujian besar dari persaingan kekuatan global. Dok: Istimewa.

Otoritas yang dipertanyakan. Melalui kacamata Institusionalisme Liberal, keberadaan PBB merupakan kebutuhan fungsional yang kini menghadapi ujian besar dari persaingan kekuatan global. Dok: Istimewa.

ADDIS ABABA, POSNEWS.CO.ID – Konsistensi adalah mata uang paling berharga dalam diplomasi. Selama 36 tahun berturut-turut, China kembali membuktikan hal itu. Menteri Luar Negeri Wang Yi sekali lagi memilih Afrika sebagai tujuan kunjungan luar negeri pertamanya di awal tahun, sebuah tradisi yang menegaskan betapa dalam dan strategisnya hubungan Beijing dengan Benua Hitam.

Dari tanggal 7 hingga 12 Januari, Wang Yi akan mengunjungi Ethiopia, Somalia, Tanzania, dan Lesotho. Puncaknya, ia akan menghadiri peluncuran “Tahun Pertukaran Antar-Masyarakat China-Afrika” di markas besar Uni Afrika di Addis Ababa.

Momentum ini bukan kebetulan. Tahun 2026 menandai peringatan 70 tahun dimulainya hubungan diplomatik antara China dan negara-negara Afrika. Kunjungan Wang menjadi sinyal kuat bahwa pengembangan hubungan dengan Afrika tetap menjadi prioritas utama diplomasi China.

Hasil Nyata: Dari Rel Kereta hingga Bebas Tarif

Hubungan ini berjangkar pada hasil pragmatis, bukan sekadar retorika. Sejak berdirinya Forum Kerja Sama China-Afrika (FOCAC) pada tahun 2000, perusahaan China telah mengubah wajah infrastruktur Afrika. Mereka membantu membangun atau meningkatkan lebih dari 10.000 km jalur kereta api, hampir 100.000 km jalan raya, serta ratusan pelabuhan dan jembatan.

Baca Juga :  Penembakan Massal di Sekolah Kanada Tewaskan 9 Orang

Secara ekonomi, ikatan kedua pihak kian tak terpisahkan. Data Januari hingga November 2025 menunjukkan volume perdagangan China-Afrika menembus angka $300 miliar untuk pertama kalinya. China mempertahankan posisinya sebagai mitra dagang terbesar Afrika selama 16 tahun berturut-turut.

Struktur perdagangan pun berevolusi. Kini, fokus bergeser dari komoditas tradisional menuju manufaktur, ekonomi digital, dan industri hijau. Sebagai bukti komitmen, mulai 1 Desember 2024, China memberikan perlakuan tarif nol persen untuk 100 persen lini tarif bagi negara-negara kurang berkembang yang memiliki hubungan diplomatik dengannya, termasuk 33 negara Afrika.

Kekuatan Global South di Panggung Dunia

China dan Afrika juga mempererat barisan dalam tata kelola global. Di tengah kebangkitan kolektif Global South, kedua pihak muncul sebagai kekuatan kunci reformasi sistem dunia.

Baca Juga :  Menunggak Iuran dan Tarik Diri, AS Terancam Jadi Penonton Bisu

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal ini terlihat jelas saat Afrika menjadi tuan rumah KTT G20 untuk pertama kalinya pada 2025. Dalam kesempatan itu, China dan Afrika Selatan meluncurkan inisiatif kerja sama modernisasi, mendukung negara-negara Afrika untuk menempuh jalur pembangunan yang sesuai dengan kondisi nasional mereka sendiri.

2026: Tahun Percepatan Koneksi Batin

Menatap tahun 2026, hubungan ini bersiap untuk ekspansi lebih luas. Wang Yi menekankan bahwa kedua belah pihak akan mempercepat implementasi hasil KTT Beijing FOCAC.

Paul Zilungisele Tembe, direktur pusat penelitian SELE Encounters di Afrika Selatan, menilai tahun 2026 lebih dari sekadar tonggak sejarah simbolis.

“Ini bukan hanya tahun peringatan 70 tahun hubungan diplomatik,” ujarnya. “Tetapi juga peluang krusial untuk memperdalam pertukaran antar-masyarakat. Aktivitas ini dapat memupuk resonansi spiritual dan saling pengertian. Hanya ketika orang saling mengenal lebih baik, kerja sama dapat menghasilkan tujuan yang benar-benar sama.”

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: Xinhua News Agency

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sadis! Perampok Pukuli Lansia di Cileungsi hingga Tuli, Ternyata Sudah Beraksi di 50 TKP
Mudik Lebaran 2026 Lebih Mudah, ASDP Hapus Batas Jarak Pembelian Tiket Kapal
Polisi Sita 14 Ton Daging Domba Kedaluwarsa Impor Australia yang Siap Dijual Saat Lebaran
Cuaca Indonesia Selasa 17 Maret 2026: Jabodetabek Berawan, Hujan Mengintai Sore Hari
Jakarta Gelar Car Free Night dan Pawai Obor Raksasa Saat Malam Takbiran
Polisi Sita 86 CCTV Kasus Aktivis KontraS Andrie Yunus, Ribuan Rekaman Dibedah
Diskotek di Denpasar Jadi Sarang Ekstasi, Bareskrim Polri Amankan Ratusan Pil XTC
Kapolri Cek Kesiapan Arus Mudik di Tol Kalikangkung, Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Nasional

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 05:30 WIB

Sadis! Perampok Pukuli Lansia di Cileungsi hingga Tuli, Ternyata Sudah Beraksi di 50 TKP

Selasa, 17 Maret 2026 - 05:13 WIB

Mudik Lebaran 2026 Lebih Mudah, ASDP Hapus Batas Jarak Pembelian Tiket Kapal

Selasa, 17 Maret 2026 - 04:57 WIB

Polisi Sita 14 Ton Daging Domba Kedaluwarsa Impor Australia yang Siap Dijual Saat Lebaran

Selasa, 17 Maret 2026 - 03:59 WIB

Cuaca Indonesia Selasa 17 Maret 2026: Jabodetabek Berawan, Hujan Mengintai Sore Hari

Senin, 16 Maret 2026 - 22:02 WIB

Jakarta Gelar Car Free Night dan Pawai Obor Raksasa Saat Malam Takbiran

Berita Terbaru