Misi Ganda Macron di Beijing: Kejar Cuan Dagang dan Desak Gencatan Senjata Ukraina

Kamis, 4 Desember 2025 - 05:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Macron tiba di Beijing dengan agenda padat. Dari lobi dagang kurangi defisit hingga misi diplomatik tekan Rusia, akankah Xi Jinping luluh? Dok: Human Right Watch.

Macron tiba di Beijing dengan agenda padat. Dari lobi dagang kurangi defisit hingga misi diplomatik tekan Rusia, akankah Xi Jinping luluh? Dok: Human Right Watch.

BEIJING, POSNEWS.CO.ID – Pesawat kenegaraan Prancis mendarat mulus di bandara Beijing, Rabu malam waktu setempat. Presiden Emmanuel Macron melangkah turun dengan mantel terbuka melawan udara dingin musim dingin. Ia datang membawa agenda ambisius yang memadukan kepentingan ekonomi dan diplomasi tingkat tinggi.

Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, menyambut langsung kedatangan pemimpin Prancis tersebut. Selanjutnya, Macron memulai rangkaian kunjungan tiga harinya yang penuh pertaruhan strategis.

Ia tidak hanya ingin mempererat hubungan dagang. Lebih dari itu, Macron bertekad melibatkan Tiongkok dalam penyelesaian konflik Rusia-Ukraina yang kian berlarut.

Menyeimbangkan Defisit Ratusan Miliar

Fokus utama Macron di sektor ekonomi sangat jelas. Ia ingin menyeimbangkan neraca perdagangan yang timpang. Tercatat, defisit perdagangan Uni Eropa dengan Tiongkok mencapai angka fantastis, yakni lebih dari 300 miliar euro tahun lalu.

Tiongkok sendiri menyumbang 46 persen dari total defisit perdagangan Prancis. Oleh karena itu, Macron berkomitmen membela akses pasar yang adil dan timbal balik.

Baca Juga :  Rusia Tuntut Penyerahan Donbas, Trump Tekan Kiev

“Kami ingin mencapai keseimbangan yang menjamin pertumbuhan berkelanjutan bagi semua orang,” ujar pernyataan resmi kantor kepresidenan Prancis.

Pejabat kedua negara bersiap menandatangani sejumlah kesepakatan strategis. Rencananya, kerja sama ini akan mencakup sektor energi, industri pangan, dan penerbangan. Prancis berharap langkah ini dapat menarik lebih banyak investasi Tiongkok ke negerinya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tekanan Diplomatik untuk Gencatan Senjata

Di sisi lain, misi diplomatik yang tak kalah berat menanti di meja perundingan. Macron berupaya keras membujuk Presiden Xi Jinping. Ia berharap Beijing mau menggunakan pengaruhnya untuk menekan Rusia.

Tujuannya adalah mencapai gencatan senjata segera di Ukraina. Sebelumnya, Macron telah bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Paris pada Senin lalu untuk membahas syarat-syarat perdamaian.

Seorang pejabat diplomatik Prancis mengungkapkan harapan Paris. “Kami ingin China meyakinkan Rusia untuk bergerak menuju gencatan senjata secepat mungkin,” ungkapnya.

Baca Juga :  Trik Psikologi di Balik Rp 9.990 yang Membuat Anda Terus Belanja

Paris juga mengharapkan Beijing menahan diri. Tegasnya, Tiongkok tidak boleh memberikan sarana apa pun kepada Rusia untuk melanjutkan perang.

Panda dan Persaingan Dagang

Hubungan dagang kedua pihak sebenarnya sedang memanas. Uni Eropa tengah menyelidiki subsidi kendaraan listrik Tiongkok. Sebagai balasan, Beijing meluncurkan investigasi terhadap impor brendi, daging babi, dan produk susu Eropa.

Namun, Macron menyambut baik pengecualian terbaru bagi produsen konyak sebagai langkah positif.

Agenda kunjungan ini sangat padat. Macron dan istrinya, Brigitte, dijadwalkan mengunjungi Taman Qianlong di Kota Terlarang. Selanjutnya, pertemuan puncak dengan Xi Jinping akan berlangsung di Balai Agung Rakyat pada Kamis.

Perjalanan akan berlanjut ke Chengdu, Provinsi Sichuan. Di sana, mereka akan mengunjungi pusat konservasi panda raksasa. Menariknya, panda bernama Yuan Meng, yang lahir di Prancis dan dinamai oleh Ibu Negara Brigitte, kini tinggal di pusat tersebut.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: AP News

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IPK Indonesia 2025 Turun ke 34, KPK Dorong Percepatan Reformasi Antikorupsi
Kasus Ayah Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anak, DPR Minta Pertimbangkan KUHP Baru
Kontroversi Intelijen AS: Tulsi Gabbard Bubarkan Satuan Tugas
Skandal Berkas Epstein: Misteri Redaksi Nama Besar
Tiongkok Sukses Uji Terbang Long March-10
Polisi Tangkap 3 Pemuda Bawa Celurit saat Patroli Dini Hari di Bekasi Timur
Pandji Pragiwaksono Jalani Sidang Adat Toraja, Didenda 1 Babi dan 5 Ayam
Korupsi Ekspor CPO dan POME Kerugian Negara Rp14 Triliun, Kejagung Tetapkan 11 Tersangka

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 14:44 WIB

IPK Indonesia 2025 Turun ke 34, KPK Dorong Percepatan Reformasi Antikorupsi

Rabu, 11 Februari 2026 - 14:32 WIB

Kasus Ayah Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anak, DPR Minta Pertimbangkan KUHP Baru

Rabu, 11 Februari 2026 - 14:14 WIB

Kontroversi Intelijen AS: Tulsi Gabbard Bubarkan Satuan Tugas

Rabu, 11 Februari 2026 - 13:51 WIB

Skandal Berkas Epstein: Misteri Redaksi Nama Besar

Rabu, 11 Februari 2026 - 12:49 WIB

Tiongkok Sukses Uji Terbang Long March-10

Berita Terbaru

Prahara di komunitas spionase. Direktur Intelijen Nasional Tulsi Gabbard membubarkan satuan tugas internal DIG setelah menghadapi gelombang kritik atas dugaan

INTERNASIONAL

Kontroversi Intelijen AS: Tulsi Gabbard Bubarkan Satuan Tugas

Rabu, 11 Feb 2026 - 14:14 WIB

Guncangan baru dari berkas masa lalu. Rilis dokumen terbaru FBI mengungkap komunikasi rahasia Jeffrey Epstein yang menyeret tokoh politik hingga miliarder teknologi global. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Skandal Berkas Epstein: Misteri Redaksi Nama Besar

Rabu, 11 Feb 2026 - 13:51 WIB


Tonggak sejarah menuju Bulan. Tiongkok berhasil menguji sistem pembatalan darurat wahana Mengzhou dan pemulihan roket Long March-10 di laut untuk pertama kalinya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Tiongkok Sukses Uji Terbang Long March-10

Rabu, 11 Feb 2026 - 12:49 WIB