Kapsul Artemis II Mendarat Sempurna Setelah Jelajahi Sisi Jauh Bulan

Minggu, 12 April 2026 - 13:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Langkah raksasa menuju Mars. Empat astronot misi Artemis II NASA kembali ke Bumi setelah memecahkan rekor jarak terjauh manusia di ruang angkasa, menandai suksesnya uji terbang berawak pertama menuju bulan dalam lebih dari setengah abad. Dok: Istimewa.

Langkah raksasa menuju Mars. Empat astronot misi Artemis II NASA kembali ke Bumi setelah memecahkan rekor jarak terjauh manusia di ruang angkasa, menandai suksesnya uji terbang berawak pertama menuju bulan dalam lebih dari setengah abad. Dok: Istimewa.

SAMUDRA PASIFIK, POSNEWS.CO.ID – Peradaban manusia secara resmi membuka babak baru dalam eksplorasi ruang angkasa dalam. Kapsul Orion NASA meluncur menembus atmosfer Bumi dan mendarat dengan mulus di lepas pantai California Selatan pada Jumat sore waktu setempat.

Dalam konteks ini, pendaratan tersebut menandai selesainya perjalanan manusia pertama ke sekitar Bulan sejak era Apollo 17 pada tahun 1972. Oleh karena itu, keberhasilan evakuasi kru menjadi bukti ketangguhan teknologi dirgantara Amerika Serikat di tahun 2026.

Momen Kritis Re-entry dan Pendaratan “Bull’s Eye”

Kapsul Integrity menghadapi ujian fisik yang sangat ekstrem saat memasuki atmosfer Bumi. Gesekan udara menghasilkan panas luar biasa hingga mencapai 2.760 derajat Celcius di bagian luar kapsul. Akibatnya, komunikasi radio dengan pusat kendali di Houston sempat terputus selama beberapa menit akibat pembentukan plasma.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun demikian, sistem parasut ganda berhasil mengembang sempurna pada ketinggian yang tepat. Langkah ini memperlambat kecepatan jatuh kapsul hingga hanya 25 km/jam sebelum menyentuh air. Komentator NASA, Rob Navias, melabeli momen tersebut sebagai pendaratan “bull’s eye” yang sempurna bagi empat astronot di dalamnya.

Baca Juga :  Samsung Galaxy S26 Ultra Jauh Lebih Worth It dari iPhone?

Pemecahan Rekor Jarak dan Keberagaman Kru

Misi Artemis II mencatatkan pencapaian teknis yang melampaui warisan era Perang Dingin. Pada titik puncak penerbangannya, para astronot mencapai jarak 252.756 mil dari planet Bumi. Sebagai hasilnya, mereka resmi melampaui rekor jarak misi Apollo 13 tahun 1970 yang telah bertahan selama 56 tahun.

Selain itu, komposisi kru kali ini memberikan pesan kuat mengenai inklusivitas global. Victor Glover mencatatkan diri sebagai pria kulit hitam pertama dalam misi lunar. Christina Koch menjadi wanita pertama, sementara Jeremy Hansen menjadi warga negara non-AS (Kanada) pertama yang terbang menuju bulan. “Pemandangan bulan hari ini terlihat sedikit lebih kecil dari kemarin, sepertinya kita harus segera kembali ke sana,” ujar komandan misi Reid Wiseman saat mendekati atmosfer.

Validasi Teknologi SLS dan Tantangan Anggaran

Peluncuran yang sukses pada 1 April lalu memberikan validasi panjang bagi roket Space Launch System (SLS). Kontraktor utama seperti Boeing dan Northrop Grumman kini membuktikan kesiapan sistem peluncuran yang telah mereka kembangkan selama lebih dari satu dekade. Terlebih lagi, kapsul Orion buatan Lockheed Martin berhasil melewati uji perisai panas yang sempat mengalami kegagalan pada uji coba tanpa awak tahun 2022.

Baca Juga :  Anthropic Resmi Buka Kantor di Seoul Pascaboikot Model AI

Meskipun demikian, ambisi lunar NASA menghadapi tantangan domestik yang tidak ringan. Kebijakan perampingan federal di bawah administrasi Donald Trump telah memangkas jumlah personel badan antariksa tersebut sebanyak 20 persen. Oleh sebab itu, manajemen NASA kini harus lebih mengandalkan kemitraan komersial dengan perusahaan seperti SpaceX milik Elon Musk dan Blue Origin milik Jeff Bezos guna menekan biaya operasional di masa depan.

Jembatan Menuju Planet Merah

Masa depan program Artemis kini fokus pada pendaratan fisik manusia di kutub selatan bulan pada tahun 2028. Pada akhirnya, kehadiran permanen manusia di satelit alami Bumi tersebut berfungsi sebagai batu loncatan strategis menuju Mars.

Dengan demikian, dunia internasional memantau ketat persaingan antariksa dengan Tiongkok yang menargetkan pendaratan awak pada 2030. Di tahun 2026 yang penuh gejolak politik, kesuksesan Artemis II memberikan secercah harapan bagi kemajuan sains dan kolaborasi perdamaian antar-bangsa melampaui batas kedaulatan Bumi.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih
Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China
El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar
Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit
Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15
Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai
Lonjakan Harga Global Tekan Impor Minyak Nabati India
Polisi Tembak Mati Pelaku Penabrakan Minivan Pride

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:12 WIB

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:09 WIB

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:00 WIB

El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:17 WIB

Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:13 WIB

Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15

Berita Terbaru

Langkah taktis amankan benteng udara. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menemui Donald Trump di Washington guna membahas produksi mandiri rudal Patriot. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih

Kamis, 30 Jul 2026 - 16:12 WIB

Langkah taktis Teheran amankan wilayah udara. Iran membeli 400 peluncur rudal panggul buatan China bernilai 70 juta dolar AS guna memperkuat pertahanan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Kamis, 30 Jul 2026 - 14:09 WIB