Misteri Kreativitas: Apa yang Membuat Seseorang Lebih Kreatif?

Jumat, 26 Desember 2025 - 13:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Kreativitas bukan cuma soal IQ tinggi. Sains ungkap peran gelombang otak alpha, risiko gangguan mood, dan pentingnya melamun. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Kreativitas bukan cuma soal IQ tinggi. Sains ungkap peran gelombang otak alpha, risiko gangguan mood, dan pentingnya melamun. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Manusia telah merenungkan asal-usul ide brilian sejak kita mulai bisa berpikir. Apa sebenarnya yang membedakan seorang jenius kreatif dengan orang biasa?

Selama ini, proses kreatif sering kali tersembunyi. Ide mungkin berinkubasi di alam bawah sadar selama berbulan-bulan sebelum momen “aha!” muncul. Tidak heran, kreativitas telah lama lolos dari studi ilmiah yang kaku.

Awalnya, pada 1970-an, kreativitas dianggap identik dengan kecerdasan. Namun, tes IQ yang lebih canggih membuktikan sebaliknya. Orang kreatif memang cerdas, tetapi memiliki IQ super tinggi ternyata tidak menjamin lonjakan kreativitas. Link antara keduanya tidak sesederhana itu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Otak yang “Terbuka” dan Risiko Mental

Karena sulit mengukur prosesnya, peneliti beralih ke kepribadian. Spesialis kreativitas Mark Runco menyebutkan bahwa orang kreatif cenderung menghargai estetika dan memiliki minat luas.

Mereka tertarik pada kompleksitas dan mampu menangani konflik. Bahkan, mereka sering kali memiliki motivasi diri yang obsesif untuk mewujudkan ambisi.

Baca Juga :  Pembelajaran Online: Mitos Interaksi dan Kehadiran Sosial

Akan tetapi, ada harga mahal yang mungkin harus dibayar. Psikiater Kay Redfield Jamison menemukan hubungan erat antara kreativitas dan gangguan suasana hati (mood disorders). Seniman besar sering kali lebih rentan mengalami bipolar atau depresi. Perubahan mood yang drastis justru bisa menjadi pemicu ledakan ide kreatif.

Jordan Peterson, psikolog Universitas Toronto, menawarkan teori menarik. Otak orang kreatif memiliki “penghambat laten” (latent inhibition) yang rendah.

Artinya, otak mereka lebih terbuka terhadap rangsangan luar yang biasanya diabaikan orang lain. Mereka tidak memblokir informasi yang masuk. Lantas, dengan IQ yang cukup, mereka bisa menyulap tumpukan data acak tersebut menjadi ide baru yang segar.

Gelombang Alpha dan Seni Melamun

Bagaimana sebenarnya otak bekerja saat berkreasi? Psikolog Colin Martindale melakukan eksperimen pada 1978. Ia merekam gelombang otak orang saat mengarang cerita.

Temuannya mengejutkan. Kreativitas memiliki dua tahap: inspirasi dan elaborasi. Saat tahap inspirasi, otak orang kreatif justru sangat tenang. Aktivitas dominannya adalah gelombang alpha.

Baca Juga :  Psikologi Video Game: Otak Kita Mencintai Tantangan Virtual?

Gelombang ini sama dengan saat kita sedang melamun atau rileks. Oleh karena itu, mandi air hangat atau jalan santai sering kali memicu ide cemerlang.

Namun, saat diminta mengembangkan cerita (elaborasi), gelombang alpha turun dan otak menjadi sangat sibuk. Orang kreatif mampu berpindah gigi (shift gears) antara mode santai dan fokus tajam secara intuitif.

Jejaring Sosial dan “Orang Gila”

Pada akhirnya, menjadi kreatif butuh lebih dari sekadar otak yang unik. Keterampilan dan lingkungan sosial memegang peran kunci.

Vera John-Steiner dari Universitas New Mexico menekankan aspek yang sering terlupakan: interaksi sosial. Kreativitas membutuhkan jejaring sosial yang kuat dan hubungan saling percaya.

Satu syarat vital bagi seorang “kreatif” sangatlah sederhana namun mendalam. Mereka harus memiliki setidaknya satu orang dalam hidup mereka yang tidak menganggap mereka gila. Dukungan emosional itulah yang menjaga api kreativitas tetap menyala di tengah keraguan dunia.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lingling Kwong Jadi Wanita Tercantik Dunia 2026, Raih 22 Juta Suara
Haji Bolot Comeback, Jantung Pulih Panggung Kembali
Jatuh di Lubang yang Sama, Revaldo Kembali Diamankan Kasus Narkoba
Tom Holland Tahu Jadwal Debut Miles Morales di MCU
Disney+ Merilis Lini Konten Agustus 2026 Mulai Pokemon
Adaptasi Game Raksasa: A24 Selesaikan Syuting Film Elden Ring
Spider-Man Brand New Day Siap Sapu Bersih Bioskop
Babak Baru Semesta Family Guy: Serial Spin-off

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 07:06 WIB

Lingling Kwong Jadi Wanita Tercantik Dunia 2026, Raih 22 Juta Suara

Minggu, 30 Agustus 2026 - 06:46 WIB

Haji Bolot Comeback, Jantung Pulih Panggung Kembali

Selasa, 25 Agustus 2026 - 18:58 WIB

Jatuh di Lubang yang Sama, Revaldo Kembali Diamankan Kasus Narkoba

Selasa, 4 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Tom Holland Tahu Jadwal Debut Miles Morales di MCU

Minggu, 2 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Disney+ Merilis Lini Konten Agustus 2026 Mulai Pokemon

Berita Terbaru

Presiden Xi Jinping menyerukan blok BRICS menjadi juru damai konflik Timur Tengah pada KTT New Delhi serta mempererat hubungan diplomatik dengan India. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik

Minggu, 13 Sep 2026 - 20:57 WIB

2.713 penari dari 12 negara membawakan Tari Semarak Jali-Jali Betawi di Ancol. (Posnews/Ancol)

JABODETABEK

Budaya Betawi Mendunia, 2.713 Penari Pecahkan Rekor MURI di Ancol

Minggu, 13 Sep 2026 - 20:41 WIB

Hakim federal AS membatalkan rencana pemangkasan 50% staf FEMA era pemerintahan Trump. Keputusan ini dinilai menegakkan undang-undang perlindungan FEMA. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%

Minggu, 13 Sep 2026 - 19:56 WIB