Mengapa Palung Mariana Menyimpan Kunci Kehidupan Bumi?

Minggu, 17 Mei 2026 - 06:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menembus batas kegelapan. Di balik tekanan yang menghancurkan, Palung Mariana menyimpan rahasia evolusi purba dan mekanisme pengaturan iklim yang menentukan masa depan planet kita. Dok: Istimewa.

Menembus batas kegelapan. Di balik tekanan yang menghancurkan, Palung Mariana menyimpan rahasia evolusi purba dan mekanisme pengaturan iklim yang menentukan masa depan planet kita. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Palung Mariana bukan sekadar fitur geografis di bawah permukaan Samudra Pasifik, melainkan laboratorium alami yang menantang segala pemahaman manusia mengenai batas-batas kehidupan. Celah raksasa sepanjang 2.500 kilometer ini menyimpan reservoir informasi yang sangat krusial bagi masa depan planet kita.

Eksplorasi ke dasar Challenger Deep merupakan tugas yang jauh lebih sulit daripada mengirim manusia ke bulan. Hingga saat ini, hanya segelintir orang yang pernah mencapai titik terendah bumi tersebut. Namun, temuan para ilmuwan di sana mulai mengubah narasi besar tentang asal-usul kehidupan.

Kondisi Ekstrem: Dunia di Bawah Tekanan Tinggi

Untuk memahami kehidupan di Palung Mariana, kita harus memahami tekanan fisiknya yang luar biasa. Di dasar palung, tekanan air mencapai lebih dari 1.000 kali tekanan atmosfer di permukaan laut. Kondisi ini setara dengan seekor gajah yang berdiri di atas jempol kaki manusia.

Suhu di dasar palung pun tetap konsisten berada sedikit di atas titik beku. Selain itu, kegelapan di sana bersifat total karena sinar matahari tidak mampu menembus lebih dari 1.000 meter ke bawah air. Maka dari itu, lingkungan ini seharusnya mustahil bagi kehidupan organik normal, namun alam selalu menemukan caranya sendiri untuk beradaptasi.

Baca Juga :  Korea Utara Luncurkan Rentetan Rudal saat Jepang-Korsel Perkuat Aliansi

Penemuan Ekstremofil: Hidup Tanpa Cahaya Matahari

Para ahli biologi kelautan dikejutkan oleh keberadaan organisme ekstremofil yang berkembang biak di kedalaman hadal ini. Alih-alih mengandalkan fotosintesis, makhluk-makhluk ini menggunakan proses bernama kemosintesis. Mereka mengubah bahan kimia seperti hidrogen sulfida atau metana yang merembes dari kerak bumi menjadi energi kehidupan.

Beberapa penemuan menarik meliputi:

  • Amfipoda Raksasa: Krustasea mirip udang yang mampu tumbuh hingga ukuran 30 sentimeter meski berada di lingkungan yang kekurangan kalsium.
  • Ikan Siput (Snailfish): Ikan transparan tanpa sisik yang memegang rekor sebagai ikan yang hidup di perairan terdalam. Struktur tulangnya sangat fleksibel guna menahan tekanan air yang masif.
  • Xenophyophores: Organisme bersel tunggal raksasa yang berfungsi sebagai pembersih dasar laut dengan menyerap logam berat.

Oleh karena itu, penemuan ini membuktikan bahwa energi kehidupan tidak selalu bergantung pada matahari, melainkan bisa bersumber dari panas internal planet itu sendiri.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kaitan Ekosistem Laut Dalam dengan Iklim Global

Salah satu aspek yang paling sering terabaikan adalah peran Palung Mariana dalam menjaga keseimbangan iklim. Parit laut dalam bertindak sebagai “bak sampah karbon” alami dalam skala global. Sedimen laut, bangkai organisme, dan materi organik lainnya tenggelam ke dasar palung dan terperangkap di sana selama jutaan tahun.

Baca Juga :  Lisa Mariana Diperiksa Bareskrim Polri Hari Ini Terkait Kasus Fitnah Ridwan Kamil

Dengan demikian, Palung Mariana membantu menarik karbon dioksida dari atmosfer dan menyimpannya secara aman di kedalaman bumi melalui proses subduksi tektonik. Jika siklus ini terganggu, misalnya akibat penambangan laut dalam (deep-sea mining) yang tidak terkendali, emisi karbon yang tersimpan selama jutaan tahun bisa terlepas kembali. Hal tersebut berisiko mempercepat pemanasan global secara eksponensial di tahun 2026.

Menjaga Keseimbangan Biosfer

Memahami Palung Mariana berarti memahami mekanisme pertahanan terakhir Bumi. Di tahun 2026, saat teknologi kapal selam nirawak (ROV) semakin canggih, tugas kita bukan hanya mengeksploitasi sumber dayanya, melainkan melindungi integritas ekosistemnya.

Singkatnya, kunci untuk menyelamatkan kehidupan di permukaan mungkin justru terkubur di bawah tekanan 11 kilometer air. Masyarakat internasional kini harus bersatu untuk memastikan bahwa wilayah hadal ini tetap menjadi suaka bagi misteri kehidupan yang belum terpecahkan demi kelangsungan siklus iklim global yang stabil.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bagaimana Teknologi 2026 Mendeteksi Kehidupan di Luar Tata Surya?
Autofagi: Mekanisme Tubuh Membersihkan Sel Rusak
Mengapa Kita Bermimpi? Menelisik Sains di Balik Aktivitas Bawah Sadar
Kemenag Gelar Sidang Isbat Hari Ini, Idul Adha 2026 Diprediksi Jatuh 27 Mei
Apakah Energi Bersih Akhirnya Menjadi Kenyataan?
PSK di Bandar Lampung Ditusuk Tamu Usai Tagih Uang Kencan, Pelaku Kabur Naik Motor
Hadiri Panen Raya Jagung di Tuban, Prabowo Sanjung Prestasi Kapolri Listyo Sigit
Prakiraan Cuaca Minggu 17 Mei 2026: Jabodetabek Basah, Tangerang Hanya Berawan

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 11:33 WIB

Bagaimana Teknologi 2026 Mendeteksi Kehidupan di Luar Tata Surya?

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:27 WIB

Autofagi: Mekanisme Tubuh Membersihkan Sel Rusak

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:46 WIB

Mengapa Kita Bermimpi? Menelisik Sains di Balik Aktivitas Bawah Sadar

Minggu, 17 Mei 2026 - 07:46 WIB

Kemenag Gelar Sidang Isbat Hari Ini, Idul Adha 2026 Diprediksi Jatuh 27 Mei

Minggu, 17 Mei 2026 - 07:02 WIB

PSK di Bandar Lampung Ditusuk Tamu Usai Tagih Uang Kencan, Pelaku Kabur Naik Motor

Berita Terbaru

Sistem daur ulang internal. Ilmu pengetahuan modern mengungkap bahwa tubuh manusia memiliki kemampuan luar biasa untuk

KESEHATAN

Autofagi: Mekanisme Tubuh Membersihkan Sel Rusak

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:27 WIB

Ilustrasi, Lompatan besar peradaban. Komputasi kuantum bukan sekadar komputer yang lebih cepat, melainkan paradigma baru dalam pengolahan informasi yang mampu memecahkan misteri alam semesta dan merombak total sistem keamanan digital dunia. Dok: Istimewa.

Blog

Mengapa Komputasi Ini Bisa Mengubah Segalanya?

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:37 WIB