Misteri WN Inggris Tewas di Vila Bali, 50 Paket Serbuk Putih Disita

Selasa, 1 September 2026 - 08:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Tewas (Posnews/Istimewa)

Ilustrasi, Tewas (Posnews/Istimewa)

BADUNG, POSNEWS.CO.ID – Kematian warga negara Inggris berinisial YR (24) di sebuah vila di Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung, Bali, menyisakan tanda tanya besar.

YR ditemukan sudah tidak bernyawa di Kamar Nomor 3 Villa Jalak Bali, Jalan Taman Mertanadi, Sabtu (29/8/2026) malam. Tubuh korban ditemukan dalam kondisi kaku dan terlentang di atas kasur.

Namun, kejanggalan tidak berhenti di sana. Polisi menemukan kamar korban dalam kondisi berantakan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah barang berserakan di lantai, termasuk 18 botol suplemen NOW Inositol, dua kunci Inggris, dua set kunci L, dan sebuah blender.

Lebih mengejutkan lagi, polisi menemukan dua koper berisi total 50 paket plastik berisi serbuk putih. Rinciannya, 24 paket berada di koper pertama dan 26 paket di koper kedua.

Meski begitu, polisi belum menyimpulkan jenis maupun kandungan serbuk tersebut. Satresnarkoba Polres Badung telah mengamankannya untuk menjalani pemeriksaan dan uji laboratorium.

Tak Keluar Kamar Sejak Dini Hari

Kecurigaan pengelola vila bermula ketika YR tidak kunjung keluar kamar.

Baca Juga :  Arus Balik Lebaran 2026: Kapolri Waspadai Cuaca Ekstrem di Jalur Penyeberangan

Korban terakhir kali terlihat sekitar pukul 03.00 WITA. Hingga siang dan malam hari, korban tidak terlihat beraktivitas.

Petugas keamanan kemudian mencoba menghubungi YR melalui pesan singkat. Namun, tidak ada jawaban.

Sekitar pukul 20.00 WITA, pengelola vila meminta petugas mengecek kamar korban. Pintu diketuk berulang kali, tetapi tetap tidak mendapat respons.

Karena khawatir terjadi sesuatu, petugas kemudian meminta bantuan pecalang setempat. Pintu akhirnya dibuka menggunakan kunci duplikat. Korban ditemukan sudah terbaring kaku di atas tempat tidur.

Polisi Tak Temukan Luka Kekerasan

Tim Identifikasi Polres Badung dan petugas Puskesmas Kuta Utara langsung melakukan pemeriksaan awal.

Hasil pemeriksaan luar tidak menemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Namun, polisi masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kematian.

Sejumlah laporan menyebut terdapat cairan bercampur darah dari mulut korban. Temuan tersebut juga menjadi bagian yang masih didalami penyidik.

Karena itu, polisi belum menyimpulkan bahwa korban meninggal akibat tindak pidana tertentu. Penyebab pasti kematian masih menunggu pemeriksaan medis dan autopsi.

50 Paket Serbuk Putih Jadi Petunjuk Baru

Temuan 50 paket serbuk putih membuat penyelidikan semakin kompleks.

Polisi turut mengamankan sejumlah peralatan dari kamar korban, antara lain blender, timbangan elektrik, mesin press, mesin vakum plastik, serta saringan tepung.

Baca Juga :  Tawuran Sarung di Karangrayung Grobogan Berujung Maut, Siswa SMP Tewas

Namun, keberadaan barang-barang tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa korban melakukan aktivitas tertentu.

Polisi masih menunggu hasil uji laboratorium untuk mengetahui kandungan serbuk putih tersebut.

Dengan demikian, publik perlu menunggu hasil pemeriksaan resmi sebelum mengaitkan temuan serbuk putih dengan dugaan narkotika atau penyebab kematian korban.

Jenazah Dibawa ke RSUP Ngoerah

Setelah proses identifikasi di lokasi selesai, jenazah YR dievakuasi menggunakan ambulans BPBD Kabupaten Badung.

Jenazah kemudian dibawa ke RSUP Prof. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga mengamankan barang-barang yang ditemukan di kamar sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Kini, penyidik masih menghadapi dua teka-teki utama: apa penyebab YR meninggal dan apa sebenarnya kandungan 50 paket serbuk putih yang ditemukan di kamarnya?

Jawaban atas dua pertanyaan tersebut diharapkan terungkap melalui hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa temuan mencurigakan di tempat kejadian perkara tidak boleh langsung disimpulkan sebagai penyebab kematian.

Setiap bukti harus diuji secara ilmiah agar penyelidikan berjalan objektif dan tidak menyesatkan publik. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Demi Anak Masuk Sekolah Kedinasan, Ayah 69 Tahun Kehilangan Rp150 Juta
Demi Menyelamatkan Ibu, Anak Ini Berjalan 2 Kilometer ke Kantor Polisi
Subsidi Gas Diduga Diselewengkan, Bareskrim Bongkar Gudang LPG di Sidoarjo
Tubuh Penuh Luka Tusuk, Muhammad Imran Tewas di Parit Kebun Sawit
Belum Sebulan Menikah, Perempuan 18 Tahun di Takalar Kritis Diduga Ditikam Suami
Petaka Pasar Malam Lombok Utara, SPG 20 Tahun Tewas Terjatuh dari Kora-Kora
Perjalanan Keluarga di Magelang Berakhir Maut, Ayah Ibu dan Anak Tewas
KMP Batumandi Terbakar di Merak, Nelayan Bantu Evakuasi Bayi dan Anak-anak

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:45 WIB

Demi Anak Masuk Sekolah Kedinasan, Ayah 69 Tahun Kehilangan Rp150 Juta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:15 WIB

Demi Menyelamatkan Ibu, Anak Ini Berjalan 2 Kilometer ke Kantor Polisi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:06 WIB

Subsidi Gas Diduga Diselewengkan, Bareskrim Bongkar Gudang LPG di Sidoarjo

Jumat, 23 Oktober 2026 - 05:59 WIB

Tubuh Penuh Luka Tusuk, Muhammad Imran Tewas di Parit Kebun Sawit

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:45 WIB

Belum Sebulan Menikah, Perempuan 18 Tahun di Takalar Kritis Diduga Ditikam Suami

Berita Terbaru

Elon Musk melayangkan ancaman terbuka kepada Partai Demokrat yang berencana menyelidiki peran pemerintahannya usai pemilu sela AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Elon Musk Ancam Politisi Demokrat Terkait Rencana Penyelidikan

Jumat, 23 Okt 2026 - 09:23 WIB

Rusia membebaskan pensiunan guru asal AS Stephen Hubbard usai negosiasi Presiden Vladimir Putin dan utusan AS Steve Witkoff. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Rusia Bebaskan Guru Asal AS Stephen Hubbard

Jumat, 23 Okt 2026 - 08:20 WIB