BADUNG, POSNEWS.CO.ID – Kematian warga negara Inggris berinisial YR (24) di sebuah vila di Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung, Bali, menyisakan tanda tanya besar.
YR ditemukan sudah tidak bernyawa di Kamar Nomor 3 Villa Jalak Bali, Jalan Taman Mertanadi, Sabtu (29/8/2026) malam. Tubuh korban ditemukan dalam kondisi kaku dan terlentang di atas kasur.
Namun, kejanggalan tidak berhenti di sana. Polisi menemukan kamar korban dalam kondisi berantakan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejumlah barang berserakan di lantai, termasuk 18 botol suplemen NOW Inositol, dua kunci Inggris, dua set kunci L, dan sebuah blender.
Lebih mengejutkan lagi, polisi menemukan dua koper berisi total 50 paket plastik berisi serbuk putih. Rinciannya, 24 paket berada di koper pertama dan 26 paket di koper kedua.
Meski begitu, polisi belum menyimpulkan jenis maupun kandungan serbuk tersebut. Satresnarkoba Polres Badung telah mengamankannya untuk menjalani pemeriksaan dan uji laboratorium.
Tak Keluar Kamar Sejak Dini Hari
Kecurigaan pengelola vila bermula ketika YR tidak kunjung keluar kamar.
Korban terakhir kali terlihat sekitar pukul 03.00 WITA. Hingga siang dan malam hari, korban tidak terlihat beraktivitas.
Petugas keamanan kemudian mencoba menghubungi YR melalui pesan singkat. Namun, tidak ada jawaban.
Sekitar pukul 20.00 WITA, pengelola vila meminta petugas mengecek kamar korban. Pintu diketuk berulang kali, tetapi tetap tidak mendapat respons.
Karena khawatir terjadi sesuatu, petugas kemudian meminta bantuan pecalang setempat. Pintu akhirnya dibuka menggunakan kunci duplikat. Korban ditemukan sudah terbaring kaku di atas tempat tidur.
Polisi Tak Temukan Luka Kekerasan
Tim Identifikasi Polres Badung dan petugas Puskesmas Kuta Utara langsung melakukan pemeriksaan awal.
Hasil pemeriksaan luar tidak menemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Namun, polisi masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kematian.
Sejumlah laporan menyebut terdapat cairan bercampur darah dari mulut korban. Temuan tersebut juga menjadi bagian yang masih didalami penyidik.
Karena itu, polisi belum menyimpulkan bahwa korban meninggal akibat tindak pidana tertentu. Penyebab pasti kematian masih menunggu pemeriksaan medis dan autopsi.
50 Paket Serbuk Putih Jadi Petunjuk Baru
Temuan 50 paket serbuk putih membuat penyelidikan semakin kompleks.
Polisi turut mengamankan sejumlah peralatan dari kamar korban, antara lain blender, timbangan elektrik, mesin press, mesin vakum plastik, serta saringan tepung.
Namun, keberadaan barang-barang tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa korban melakukan aktivitas tertentu.
Polisi masih menunggu hasil uji laboratorium untuk mengetahui kandungan serbuk putih tersebut.
Dengan demikian, publik perlu menunggu hasil pemeriksaan resmi sebelum mengaitkan temuan serbuk putih dengan dugaan narkotika atau penyebab kematian korban.
Jenazah Dibawa ke RSUP Ngoerah
Setelah proses identifikasi di lokasi selesai, jenazah YR dievakuasi menggunakan ambulans BPBD Kabupaten Badung.
Jenazah kemudian dibawa ke RSUP Prof. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga mengamankan barang-barang yang ditemukan di kamar sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Kini, penyidik masih menghadapi dua teka-teki utama: apa penyebab YR meninggal dan apa sebenarnya kandungan 50 paket serbuk putih yang ditemukan di kamarnya?
Jawaban atas dua pertanyaan tersebut diharapkan terungkap melalui hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa temuan mencurigakan di tempat kejadian perkara tidak boleh langsung disimpulkan sebagai penyebab kematian.
Setiap bukti harus diuji secara ilmiah agar penyelidikan berjalan objektif dan tidak menyesatkan publik. **
Editor : Hadwan














