PATI, POSNEWS.CO.ID β Dugaan teror mengusik ketenangan warga Desa Kajar, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Rumah yang dihuni keluarga anggota Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) diduga menjadi sasaran tembakan orang tidak dikenal (OTK).
Kaca pintu rumah pecah dan berlubang. Lebih mengejutkan lagi, pemilik rumah menemukan empat butir gotri di bagian dalam setelah membersihkan serpihan kaca.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rumah tersebut dihuni anak Sri Suryanti. Suami anaknya diketahui menjadi anggota AMPB dan kerap bertugas sebagai sopir Koordinator AMPB, Supriyono alias Botok.
Sri mengaku kaget saat melihat kondisi rumah. Ia kemudian menemukan empat benda yang diduga proyektil setelah membersihkan lantai.
βPas saya pulang pada Senin pagi tiba-tiba kok pecah semua saya kaget. Saya tanya anak saya juga tidak tahu. Tapi pas saya hendak menyapu membersihkan serpihan kaca saya menemukan 4 peluru ini,β ujar Sri, Jumat (28/8/2026).
Polisi Turun Tangan
Informasi dugaan penembakan tersebut langsung mendapat perhatian kepolisian. Polsek Trangkil telah mengecek lokasi untuk memastikan kondisi rumah dan mengumpulkan informasi awal.
Petugas menemukan pecahan kaca pada pintu rumah serta empat butir gotri di dalam rumah.
Namun, polisi belum memastikan apakah kerusakan tersebut benar akibat tembakan maupun siapa pihak yang bertanggung jawab.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Yuliyanto mengatakan polisi tetap bergerak meski korban belum membuat laporan resmi.
Menurutnya, setiap informasi yang menyangkut keamanan masyarakat harus segera diverifikasi. Polisi juga tidak ingin terburu-buru menarik kesimpulan sebelum menemukan fakta di lapangan.
βKetika ada informasi mengenai kejadian yang menyangkut keamanan masyarakat, kepolisian akan tetap merespons dan melakukan pengecekan di lapangan,β kata Yuliyanto.
Polisi Belum Pastikan Motif
Hingga kini, penyebab kaca rumah pecah masih menjadi misteri. Polisi masih mendalami hubungan antara empat gotri yang ditemukan dengan kerusakan pada pintu rumah.
Karena itu, dugaan teror belum dapat dinyatakan sebagai fakta hukum.
Polisi menegaskan pemeriksaan dilakukan secara hati-hati. Jika nantinya ditemukan unsur pidana, penyidik akan menindaklanjuti perkara sesuai ketentuan hukum.
Jangan Biarkan Dugaan Berubah Menjadi Ketakutan
Peristiwa ini menjadi perhatian karena terjadi di tengah situasi politik dan aksi demonstrasi yang melibatkan AMPB.
Namun, keterkaitan antara dugaan penembakan dengan aktivitas organisasi tersebut belum terbukti.
Fakta yang sudah ditemukan baru sebatas kerusakan kaca dan empat butir gotri. Selebihnya masih harus dibuktikan melalui penyelidikan.
Polisi pun perlu mengungkap siapa yang berada di balik kejadian tersebut jika memang terbukti terjadi penembakan.
Langkah itu penting agar masyarakat tidak hidup dalam bayang-bayang ancaman dan agar dugaan intimidasi tidak berkembang menjadi konflik baru.
Kebenaran harus dibuktikan dengan fakta, bukan dugaan. Polisi kini memiliki tugas penting: menemukan siapa pelakunya, apa motifnya, dan apakah kejadian tersebut benar-benar berkaitan dengan aktivitas AMPB. **
Editor : Hadwan














