Rp1,5 Miliar Disita KPK, Bupati Bogor Rudy Susmanto Berpotensi Diperiksa

Selasa, 1 September 2026 - 09:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo. (Posnews/Ist)

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo. (Posnews/Ist)

BOGOR, POSNEWS.CO.ID – Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor semakin melebar.

Setelah menggeledah sejumlah kantor pemerintahan dan mengamankan uang Rp1,5 miliar, lembaga antirasuah kini menelusuri pihak-pihak yang diduga mengetahui alur perkara.

Bupati Bogor Rudy Susmanto pun berpotensi dimintai keterangan. Namun, KPK menegaskan keputusan pemanggilan sepenuhnya berada di tangan penyidik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

β€œTerkait dengan pemanggilan saksi, tentu kami serahkan sepenuhnya kepada penyidik,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (31/8/2026).

Menurut Budi, penyidik akan memanggil siapa pun yang dinilai mengetahui informasi penting terkait perkara.

Keterangan para saksi diperlukan untuk menyusun konstruksi kasus sekaligus memetakan peran masing-masing pihak.

Dengan begitu, peluang Rudy dipanggil masih terbuka jika penyidik menilai keterangannya dibutuhkan.

Rp1,5 Miliar Diduga Hasil Potongan Insentif

KPK saat ini menyidik dugaan penerimaan uang oleh penyelenggara negara di lingkungan Pemkab Bogor.

Uang Rp1,5 miliar yang diamankan penyidik diduga berasal dari pemotongan insentif pegawai Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Bogor.

KPK menyebut insentif tersebut sebenarnya merupakan hak para pegawai. Namun, uang yang seharusnya diterima secara utuh diduga dipotong oleh pihak tertentu di lingkungan Pemkab Bogor.

Baca Juga :  Buruh Tuntut Upah 10,5%, Said Iqbal Dorong Kenaikan Demi Daya Beli

Temuan tersebut membuat penyidikan bergerak lebih dalam. KPK kini tidak hanya mengejar aliran uang, tetapi juga berusaha membongkar bagaimana mekanisme pemotongan tersebut berlangsung dan siapa saja yang terlibat.

Kepala Bappenda hingga Pejabat BKPSDM Diperiksa

Pada Senin (31/8/2026), KPK memeriksa sejumlah pejabat Pemkab Bogor sebagai saksi.

Mereka antara lain Kepala Bappenda Kabupaten Bogor Adi Mulyadi, pejabat bagian keuangan Bappenda, serta pejabat BKPSDM.

Pemeriksaan diarahkan untuk mendalami mekanisme pemberian insentif dan dugaan pemotongannya.

Langkah ini menjadi penting karena penyidik perlu memastikan dari mana uang Rp1,5 miliar berasal, siapa yang mengumpulkannya, serta ke mana aliran dana tersebut bergerak.

Sampai saat ini, KPK belum mengumumkan tersangka dalam perkara dugaan pemotongan insentif tersebut.

Tiga Kantor Pemkab Bogor Digeledah

Gerak penyidikan KPK juga terlihat dari serangkaian penggeledahan.

Pada 27 Agustus 2026, penyidik menggeledah kantor Bappenda dan BKPSDM Kabupaten Bogor. Sehari kemudian, Jumat (28/8), giliran Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor yang digeledah.

Dari penggeledahan di Dinas Pendidikan, penyidik membawa sejumlah dokumen dan barang yang dimasukkan ke dalam koper.

Penggeledahan tersebut berkaitan dengan perkara berbeda, yakni dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di lingkungan Disdik.

KPK juga disebut menyita dokumen pengadaan Smart Board atau Interactive Flat Panel (IFP) dalam perkara tersebut.

Artinya, terdapat sedikitnya dua perkara dugaan korupsi yang sedang ditangani KPK di lingkungan Pemkab Bogor.

Baca Juga :  Etomidate dalam Botol Obat Batuk dan Sabu di Rambut Terbongkar di Rutan Salemba

Rudy Minta Publik Tidak Berspekulasi

Di tengah penyidikan, Bupati Bogor Rudy Susmanto meminta masyarakat tidak membuat spekulasi mengenai perkara tersebut.

Rudy meminta publik memberikan ruang kepada KPK untuk menjalankan proses hukum dan menunggu informasi resmi dari lembaga antirasuah.

Sikap tersebut penting agar proses hukum tidak berubah menjadi penghakiman sebelum penyidik menyelesaikan seluruh rangkaian pemeriksaan.

Di sisi lain, KPK terus mengumpulkan keterangan dan bukti untuk mengurai perkara.

KPK Kejar Konstruksi Utuh

Bagi penyidik, persoalan ini bukan sekadar soal uang Rp1,5 miliar.

KPK ingin mengetahui siapa yang memotong, siapa yang mengumpulkan, siapa yang menerima, serta bagaimana mekanisme pemotongan insentif tersebut berlangsung.

Karena itu, pemeriksaan saksi akan menjadi bagian penting dalam membangun konstruksi perkara.

Jika penyidik menemukan keterkaitan pihak lain, termasuk pejabat yang memiliki informasi mengenai perkara, pemanggilan dapat dilakukan sesuai kebutuhan penyidikan.

Untuk sementara, posisi Rudy Susmanto masih sebatas potensi untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Belum ada pernyataan KPK yang menetapkan atau menempatkannya sebagai tersangka.

Kasus ini sekaligus menjadi alarm keras bagi tata kelola pemerintahan daerah. Insentif yang menjadi hak pegawai seharusnya diterima secara transparan dan utuh.

Sebab, ketika hak pegawai diduga dipotong untuk kepentingan tertentu, persoalannya bukan lagi sekadar administrasi. Ada kepercayaan publik yang ikut dipertaruhkan. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Erupsi Anak Krakatau, BMKG Siaga 24 Jam Pantau Abu dan Tsunami
Abu Anak Krakatau Meluas, Kapolri Perintahkan Polisi Bergerak Cepat
Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai Jakarta, Warga Diminta Waspada
Gunung Anak Krakatau Erupsi, 209 Penerbangan di Soetta Kena Dampak
Bansos Tunai Mulai Diuji 2027, Pemerintah Perketat Data Penerima
46 PMI di Malaysia Segera Pulang, Pemerintah Kejar Target 10 Hari
Prihatin! Andrie Yunus Tak Bisa Membaca, Hukuman 2 TNI Dipangkas
Penerima Bansos Transaksi Judol Rp2,6 Miliar, Gus Ipul: Aneh Sekali

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 20:24 WIB

Erupsi Anak Krakatau, BMKG Siaga 24 Jam Pantau Abu dan Tsunami

Minggu, 6 September 2026 - 20:14 WIB

Abu Anak Krakatau Meluas, Kapolri Perintahkan Polisi Bergerak Cepat

Minggu, 6 September 2026 - 08:55 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai Jakarta, Warga Diminta Waspada

Minggu, 6 September 2026 - 08:23 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi, 209 Penerbangan di Soetta Kena Dampak

Sabtu, 5 September 2026 - 20:38 WIB

Bansos Tunai Mulai Diuji 2027, Pemerintah Perketat Data Penerima

Berita Terbaru

Polisi mengungkap korban  Mozza Axillia dibunuh MDVA setelah cekcok akibat cemburu lalu jasadnya dibuang ke jurang Tol Jangli. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Misteri Mozza Terbongkar, Pelaku Ditangkap Saat Nonton Voli

Senin, 7 Sep 2026 - 06:05 WIB

Ilustrasi, Commuter Line tetap beroperasi di tengah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
(Posnews/KAI)

JABODETABEK

Gunung Anak Krakatau Erupsi, KAI Commuter Merak Tetap Jalan

Senin, 7 Sep 2026 - 05:51 WIB

Ilustrasi, cuaca cerah mendominasi Jabodetabek Senin 7 September 2026 dengan suhu hingga 35 derajat Celsius.
(Posnews/Ist)

JABODETABEK

Senin 7 September, Jabodetabek Cerah tapi Suhu Bisa Menyengat

Senin, 7 Sep 2026 - 05:41 WIB

Polisi membagikan masker kepada warga Bekasi untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Abu Anak Krakatau Menerpa Bekasi, Pengendara Dibagikan Masker

Minggu, 6 Sep 2026 - 21:17 WIB