Update Gempa NTT 30 Agustus: 111 Tewas, 188.161 Warga Masih Mengungsi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dok: Kapolri Listyo Sigit Prabowo meninjau posko pengungsian korban gempa bumi di Kabupaten Manggarai, NTT.

Dok: Kapolri Listyo Sigit Prabowo meninjau posko pengungsian korban gempa bumi di Kabupaten Manggarai, NTT.

KUPANG, POSNEWS.CO.ID – Penanganan gempa bumi M7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) memasuki hari ke-16.

BNPB mencatat jumlah korban meninggal masih 111 orang, sementara jumlah pengungsi mulai berkurang.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan hingga Minggu (30/8/2026) belum ada laporan tambahan korban meninggal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Total yang meninggal adalah 111 orang,” kata Berton dalam konferensi pers, Minggu (30/8/2026).

Selain korban meninggal, BNPB mencatat 1.631 orang mengalami luka, terdiri atas 223 korban luka berat dan 1.408 korban luka ringan.

Pengungsi Berkurang 4.142 Orang

Kabar sedikit melegakan datang dari jumlah pengungsi. BNPB mencatat 188.161 jiwa masih mengungsi.

Angka tersebut turun 4.142 orang dibandingkan pembaruan sebelumnya. Penurunan terutama terjadi di Kabupaten Nagekeo, Manggarai Timur, dan Ngada.

Meski demikian, Nagekeo dan Manggarai Timur masih menjadi daerah dengan konsentrasi pengungsi terbesar.

Artinya, proses pemulihan belum selesai dan kebutuhan dasar warga masih harus dipenuhi.

BNPB memastikan warga yang ingin kembali ke rumah secara sukarela tetap mendapat fasilitasi sesuai kebutuhan.

Baca Juga :  Bentrokan Pecah di Arbes Ambon, 10 Orang Terluka Akibat Panah dan Parang

95.567 Rumah Rusak

Dampak gempa juga terlihat dari kerusakan bangunan. BNPB mencatat 95.567 unit rumah terdampak kerusakan.

Namun, pemerintah masih melakukan verifikasi untuk mengelompokkan tingkat kerusakan menjadi ringan, sedang, dan berat.

Proses verifikasi penting agar bantuan dan program rehabilitasi dapat diberikan secara tepat sasaran.

Dengan data yang akurat, pemerintah juga dapat menentukan rumah mana yang masih aman ditempati dan bangunan mana yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Gempa Susulan Masih Mengintai

Warga NTT juga masih menghadapi aktivitas gempa susulan. Berdasarkan data BNPB yang merujuk pemantauan BMKG hingga 30 Agustus, tercatat 9.765 gempa susulan sejak gempa utama.

Gempa susulan terbesar mencapai M6,2, sedangkan yang terkecil tercatat M1. Dari ribuan aktivitas tersebut, 155 gempa dilaporkan dirasakan masyarakat.

BMKG masih mencatat aktivitas kegempaan di kawasan Flores. Pada Minggu pagi, misalnya, gempa M3,7 terjadi di darat sekitar 35 kilometer utara Ruteng, Manggarai, dengan kedalaman 3 kilometer dan dirasakan di Kabupaten Manggarai.

BMKG mengingatkan masyarakat tetap berhati-hati terhadap kemungkinan gempa susulan.

BMKG sebelumnya juga menjelaskan bahwa gempa susulan merupakan bagian dari proses penyesuaian sesar setelah gempa utama.

Pada 20 Agustus, BMKG mencatat ribuan aktivitas susulan dan menyebut gempa terbesar mencapai M6,2.

Baca Juga :  Viral, Dua Wanita di Lebak Jadi Tersangka Usai Injak Al-Qur’an, DPR Desak Tindakan Tegas

Warga Diminta Tak Kembali ke Bangunan Rusak

Penurunan jumlah pengungsi memang menjadi sinyal positif. Namun, warga tidak boleh terburu-buru kembali ke rumah yang mengalami kerusakan.

Bangunan yang retak atau rusak akibat gempa dapat kehilangan kekuatan struktur. Karena itu, masyarakat perlu memastikan kondisi rumah aman sebelum kembali beraktivitas normal.

BNPB dan pemerintah daerah juga perlu terus memastikan kebutuhan pengungsi, seperti makanan, air bersih, layanan kesehatan, tempat tinggal sementara, serta dukungan pemulihan, tetap tersedia.

Pemulihan Harus Berjalan Bersamaan dengan Kewaspadaan

Gempa M7,7 di NTT bukan hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga memukul kehidupan ribuan keluarga.

Karena itu, turunnya angka pengungsi tidak boleh dimaknai sebagai berakhirnya keadaan darurat.

Pemerintah tetap perlu mempercepat pemulihan, sementara masyarakat harus terus mengikuti informasi resmi.

Pelajaran terbesar dari bencana ini jelas: keselamatan harus menjadi prioritas.

Jangan memaksakan kembali ke bangunan yang belum dinyatakan aman dan jangan mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.

Di tengah proses bangkit dari bencana, semangat gotong royong dan ketepatan bantuan menjadi kunci agar masyarakat NTT dapat kembali menjalani kehidupan secara aman dan bermartabat. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pesawat Asian One Air Keluar Landasan di Papua Tengah, 2 Anggota TNI Terluka
Maut Mengintai di Balik Kabut Asap Sampit, 2 Pemotor Tewas Tabrakan dengan Truk
Dua Pegawai Dapur MBG Sumenep Ditangkap, Ini Barang Bukti yang Disita Polisi
Ruko di Pidie Jadi Pabrik Sabu 1,2 Ton, Jejak Jaringan Lintas Negara Terkuak
Kapal Diduga Matikan AIS Selama 3 Hari, 1,16 Ton Ketamin Disita di Sumut
Demi Anak Masuk Sekolah Kedinasan, Ayah 69 Tahun Kehilangan Rp150 Juta
Demi Menyelamatkan Ibu, Anak Ini Berjalan 2 Kilometer ke Kantor Polisi
Subsidi Gas Diduga Diselewengkan, Bareskrim Bongkar Gudang LPG di Sidoarjo

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Pesawat Asian One Air Keluar Landasan di Papua Tengah, 2 Anggota TNI Terluka

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:47 WIB

Maut Mengintai di Balik Kabut Asap Sampit, 2 Pemotor Tewas Tabrakan dengan Truk

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:21 WIB

Dua Pegawai Dapur MBG Sumenep Ditangkap, Ini Barang Bukti yang Disita Polisi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:21 WIB

Ruko di Pidie Jadi Pabrik Sabu 1,2 Ton, Jejak Jaringan Lintas Negara Terkuak

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Kapal Diduga Matikan AIS Selama 3 Hari, 1,16 Ton Ketamin Disita di Sumut

Berita Terbaru

Proyek megah pesisir Vingroup di Can Gio mengancam keberadaan hutan mangrove pelindung banjir Kota Ho Chi Minh. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pembangunan Kota Vietnam Mengancam Keberadaan Hutan

Sabtu, 24 Okt 2026 - 14:36 WIB