MRT Jakarta Ubah Arus Lalu Lintas Glodok dan Kota Tua Mulai 10 Agustus

Jumat, 7 Agustus 2026 - 06:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, rekayasa lalu lintas MRT Jakarta di kawasan Glodok dan Kota Tua mulai 10 Agustus 2026 untuk pembangunan Stasiun Glodok dan Stasiun Kota.
(Posnews/Ist)

Ilustrasi, rekayasa lalu lintas MRT Jakarta di kawasan Glodok dan Kota Tua mulai 10 Agustus 2026 untuk pembangunan Stasiun Glodok dan Stasiun Kota. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — PT MRT Jakarta (Perseroda) akan menerapkan rekayasa lalu lintas di kawasan Glodok dan Kota Tua mulai 10 Agustus 2026 untuk mendukung pembangunan MRT Jakarta Fase 2A Contract Package (CP) 203.

Pengaturan arus kendaraan mencakup pembangunan Stasiun Bawah Tanah Glodok, Stasiun Kota, dan terowongan penghubung sepanjang sekitar 690 meter.

Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta, Rendy Primartantyo, mengatakan rekayasa lalu lintas dilakukan bersama kontraktor Sumitomo Mitsui Construction Company–Hutama Karya Joint Operation (SMCC–HK JO).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

MRT Jakarta juga berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan Ditlantas Polda Metro Jaya.

“Rekayasa lalu lintas mulai berlaku pada 10 Agustus 2026,” kata Rendy, Kamis (6/8/2026).

Proyek MRT Jakarta Fase 2A CP203 meliputi pembangunan Stasiun Glodok dan Stasiun Kota beserta jalur sepanjang sekitar 1,4 kilometer dari Mangga Besar hingga Kota.

Rekayasa Lalu Lintas di Stasiun Glodok

MRT Jakarta membagi pengaturan lalu lintas menjadi tiga tahap.

Baca Juga :  DLH DKI Jakarta Angkut 79,29 Ton Sampah Pasca-HUT RI ke-80

Tahap 4.1 (10 Agustus–9 September 2026)

Arus dua arah di Jalan Gajah Mada dialihkan ke Jalan Hayam Wuruk melalui sistem contraflow. Satu lajur menuju arah utara di Jalan Gajah Mada tetap dibuka.

Selain itu, MRT Jakarta menyediakan satu lajur di sisi barat Jalan Gajah Mada untuk kendaraan kecil milik penghuni dan pengunjung kawasan Jalan Kemurnian IV, Jalan Kemurnian VI, dan sekitarnya.

Tahap 4.2 (10 September–9 Oktober 2026)

Pola rekayasa tetap sama. Namun, akses langsung dari Jalan Kemurnian VI ke Jalan Gajah Mada ditutup sementara. Penghuni tetap dapat melintas melalui lajur di depan gerbang utara Hotel Novotel.

Tahap 4.3 (10 Oktober 2026–17 Mei 2027)

Jalan Hayam Wuruk tetap menjadi jalur utama, sedangkan satu lajur ke arah utara di Jalan Gajah Mada tetap dibuka.

Akses dari Jalan Kemurnian VI ke Jalan Gajah Mada kembali dibuka, sementara akses dari gerbang utara Hotel Novotel menuju Jalan Gajah Mada ditutup sementara.

Rekayasa Lalu Lintas di Stasiun Kota

MRT Jakarta juga memberlakukan rekayasa lalu lintas di kawasan Stasiun Kota pada 10 Agustus 2026 hingga 15 Januari 2027 untuk pembangunan koridor bawah tanah (underground passageway) yang menghubungkan Stasiun Kota dengan akses masuk sisi utara.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Jabodetabek Hari Ini: Berawan, Suhu 23–32°C - Angin Kencang Jadi Peringatan

Di Jalan Pintu Besar Selatan, kendaraan dari arah selatan menuju Kota Tua akan menggunakan jalur sisi barat.

Kendaraan dari arah utara menuju Mangga Besar dialihkan melalui sisi barat dan timur area kerja.

Selama pekerjaan berlangsung, satu lajur per arah dikhususkan untuk TransJakarta, penghuni, dan kendaraan menuju pertokoan di Jalan Pintu Besar Selatan.

Jika terjadi kepadatan, terutama di Jalan Pancoran, petugas akan membuka akses untuk seluruh kendaraan sesuai kondisi di lapangan.

Simpang Asemka dan Jalan Asemka

Di Simpang Asemka, bagian tengah simpang digunakan sebagai area konstruksi. Arus kendaraan kedua arah dialihkan ke sisi barat area kerja dengan satu lajur per arah.

Jalan Asemka menyempit menjadi dua lajur per arah, sedangkan Jalan Jembatan Batu tetap tiga lajur per arah.

Kendaraan yang menuju Kota Tua diminta menggunakan lajur kanan, sedangkan kendaraan yang lurus atau belok kiri menggunakan dua lajur lainnya. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Didominasi Cerah Berawan
Cuaca Hari Ini di Jabodetabek Mayoritas Berawan, Bekasi Capai 34 Derajat
PWI-LS Desak Pemprov DKI Kaji Ulang Status Cagar Budaya Makam Mbah Priok
Air Kali Bekasi Hitam Pekat, DLH Ungkap Dugaan Pencemaran
Modus Janjikan Lolos PJLP SDA Jakut, Warga Mengaku Tertipu Jutaan Rupiah
Cuaca Jabodetabek Hari Ini: Jakarta Cerah, Bogor Berpotensi Hujan
Jabodetabek Cerah Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Turun di Bogor
Cuaca Jabodetabek Senin 3 Agustus 2026: Pagi Cerah, Bogor Berpotensi Hujan Sore Hari

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 06:10 WIB

MRT Jakarta Ubah Arus Lalu Lintas Glodok dan Kota Tua Mulai 10 Agustus

Jumat, 7 Agustus 2026 - 05:54 WIB

BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Didominasi Cerah Berawan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 05:57 WIB

Cuaca Hari Ini di Jabodetabek Mayoritas Berawan, Bekasi Capai 34 Derajat

Rabu, 5 Agustus 2026 - 22:13 WIB

PWI-LS Desak Pemprov DKI Kaji Ulang Status Cagar Budaya Makam Mbah Priok

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:43 WIB

Air Kali Bekasi Hitam Pekat, DLH Ungkap Dugaan Pencemaran

Berita Terbaru

Draf kesepakatan Iran dan Oman memberi Teheran kendali atas navigasi kapal di Selat Hormuz untuk mengakhiri perang lima bulan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran dan Oman Sepakati Kontrol Selat Hormuz dalam Draf

Jumat, 7 Agu 2026 - 07:00 WIB

Kabinet Perdana Menteri Sanae Takaichi menyetujui pemotongan pajak konsumsi makanan dan minuman menjadi 1 persen untuk meredam inflasi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pemerintah Jepang Pangkas Pajak Konsumsi Makanan

Jumat, 7 Agu 2026 - 06:13 WIB

Ilustrasi, langit cerah berawan di kawasan Jakarta sebagai ilustrasi prediksi cuaca Jabodetabek Jumat 7 Agustus 2026 menurut BMKG.
(Posnews/Ist)

JABODETABEK

BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Didominasi Cerah Berawan

Jumat, 7 Agu 2026 - 05:54 WIB