Cuaca Jabodetabek Senin 21 September, Hujan Berpotensi Turun

Senin, 21 September 2026 - 06:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, BMKG memprakirakan cuaca Jabodetabek pada Senin 21 September 2026.
(Posnews/Ist)

Ilustrasi, BMKG memprakirakan cuaca Jabodetabek pada Senin 21 September 2026. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Cuaca Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) pada Senin (21/9/2026) perlu mendapat perhatian.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi atmosfer masih dipengaruhi musim kemarau, tetapi hujan lokal tetap berpeluang muncul, terutama di wilayah Jawa Barat.

BMKG dalam prospek cuaca periode 18–24 September 2026 menyebut sebagian besar wilayah Indonesia mengalami cuaca cerah berawan hingga hujan sedang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jawa Barat termasuk daerah yang perlu mewaspadai peningkatan hujan.

Kondisi tersebut membuat masyarakat Jabodetabek tetap perlu menyiapkan perlengkapan hujan, khususnya warga yang beraktivitas sejak pagi hingga sore.

Bogor Berpotensi Hujan

Kabupaten Bogor menjadi salah satu wilayah yang patut mendapat perhatian. BMKG mengeluarkan peringatan potensi hujan sedang hingga lebat di Kabupaten Bogor pada periode 20–22 September 2026.

Hujan juga dapat disertai petir dan angin kencang pada waktu tertentu.

Baca Juga :  Jalan Cakung-Cilincing Macet Parah, Ini Langkah Dishub DKI

Sementara itu, kondisi cuaca di wilayah sekitar Tangerang juga perlu dicermati.

Data Stasiun Meteorologi Soekarno-Hatta menunjukkan potensi perubahan cuaca dari cerah berawan pada pagi hari menjadi berawan pada siang hingga malam.

Suhu udara di sekitar kawasan Bandara Soekarno-Hatta berada pada kisaran 24–34 derajat Celsius, dengan kelembapan relatif 40–90 persen.

BMKG juga mengingatkan potensi angin kencang pada siang hingga sore hari.

Cuaca Jakarta dan Sekitarnya

Untuk wilayah Jakarta, perubahan kondisi langit dapat terjadi seiring perkembangan awan pada siang dan sore hari. Karena itu, masyarakat tidak cukup hanya mengandalkan kondisi cuaca saat berangkat dari rumah.

Pengendara sepeda motor sebaiknya membawa jas hujan. Sementara itu, warga yang beraktivitas di luar ruangan perlu memperhatikan perubahan awan dan informasi peringatan dini BMKG.

Khusus wilayah yang berbatasan dengan Bogor dan Jawa Barat, potensi hujan lokal perlu diantisipasi karena pertumbuhan awan dapat berlangsung relatif cepat.

Suhu Panas Tetap Perlu Diantisipasi

Meski hujan masih berpeluang terjadi, masyarakat juga perlu mewaspadai paparan panas. BMKG menyebut kondisi musim kemarau dan atmosfer yang lebih kering masih berlangsung di sejumlah wilayah Indonesia.

Baca Juga :  Rebutan Lahan Parkir Berujung Pembacokan di Blok M, Satu Preman Dicokok Polisi

Bahkan, BMKG mengingatkan masyarakat untuk menjaga kecukupan cairan tubuh, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan pada siang hari. Penggunaan pelindung dari paparan sinar matahari juga dianjurkan.

Selain itu, kondisi kering membuat masyarakat perlu menghemat air serta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk membakar sampah atau membuka lahan dengan cara membakar.

Waspadai Perubahan Cuaca Mendadak

Perubahan cuaca menjadi hal penting yang perlu diperhatikan warga Jabodetabek pada awal pekan. Langit yang semula cerah atau berawan belum tentu bertahan hingga sore.

Karena itu, masyarakat sebaiknya memantau pembaruan prakiraan cuaca secara berkala melalui kanal resmi BMKG, aplikasi InfoBMKG, serta informasi peringatan dini.

Langkah sederhana seperti membawa payung atau jas hujan, menjaga asupan air, dan menghindari berteduh di bawah pohon ketika terjadi angin kencang dapat membantu mengurangi risiko saat cuaca berubah. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pilkades Bekasi 2026 Kondusif, 12.261 Personel Kawal hingga Penghitungan Suara
Pilkades Serentak Bekasi Digelar di 154 Desa, TPS Digital Jadi Sorotan
OMC Jakarta Diperpanjang hingga 22 September, BMKG Ungkap Fenomena Kelvin
Jakarta Mulai Masuk Musim Hujan Oktober, BMKG Ungkap Puncaknya
Pilkades Kabupaten Bekasi 2026 Hari Ini, 12.261 Personel Dikerahkan, 121 TPS Rawan
Cuaca Jabodetabek 20 September, Waspada Hujan dan Petir
Pilkades Bekasi Tinggal Hitungan Jam, MUI: Beda Pilihan Jangan Bermusuhan
Jangan Lupa Payung, Hujan Berpotensi Guyur Jabodetabek Sabtu Ini

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 06:08 WIB

Cuaca Jabodetabek Senin 21 September, Hujan Berpotensi Turun

Minggu, 20 September 2026 - 20:14 WIB

Pilkades Bekasi 2026 Kondusif, 12.261 Personel Kawal hingga Penghitungan Suara

Minggu, 20 September 2026 - 19:47 WIB

OMC Jakarta Diperpanjang hingga 22 September, BMKG Ungkap Fenomena Kelvin

Minggu, 20 September 2026 - 15:50 WIB

Jakarta Mulai Masuk Musim Hujan Oktober, BMKG Ungkap Puncaknya

Minggu, 20 September 2026 - 08:04 WIB

Pilkades Kabupaten Bekasi 2026 Hari Ini, 12.261 Personel Dikerahkan, 121 TPS Rawan

Berita Terbaru

Ilustrasi, BMKG memprakirakan cuaca Jabodetabek pada Senin 21 September 2026.
(Posnews/Ist)

JABODETABEK

Cuaca Jabodetabek Senin 21 September, Hujan Berpotensi Turun

Senin, 21 Sep 2026 - 06:08 WIB

Donald Trump mengumumkan pembentukan AI Force untuk mendukung industri AI AS. Simak rincian kebijakan baru dan kontroversi pusat data AI. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Bentuk AI Force dan Tolak Pembatasan AI

Minggu, 20 Sep 2026 - 21:58 WIB

Polisi Rusia menangkap pengamat pemilu Partai Yabloko hingga pingsan di St. Petersburg. Simak rincian insiden dan dugaan pelanggaran pemilu Duma. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pengamat Oposisi Pingsan Saat Polisi Lakukan Penangkapan

Minggu, 20 Sep 2026 - 20:55 WIB

Denmark dan Greenland menegaskan kedaulatan wilayah usai Donald Trump mengklaim kontrol militer permanen di Arktik. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Denmark Tegaskan Kedaulatan Usai Trump Klaim Kontrol

Minggu, 20 Sep 2026 - 20:30 WIB