JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Cuaca Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) pada Senin (21/9/2026) perlu mendapat perhatian.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi atmosfer masih dipengaruhi musim kemarau, tetapi hujan lokal tetap berpeluang muncul, terutama di wilayah Jawa Barat.
BMKG dalam prospek cuaca periode 18–24 September 2026 menyebut sebagian besar wilayah Indonesia mengalami cuaca cerah berawan hingga hujan sedang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Jawa Barat termasuk daerah yang perlu mewaspadai peningkatan hujan.
Kondisi tersebut membuat masyarakat Jabodetabek tetap perlu menyiapkan perlengkapan hujan, khususnya warga yang beraktivitas sejak pagi hingga sore.
Bogor Berpotensi Hujan
Kabupaten Bogor menjadi salah satu wilayah yang patut mendapat perhatian. BMKG mengeluarkan peringatan potensi hujan sedang hingga lebat di Kabupaten Bogor pada periode 20–22 September 2026.
Hujan juga dapat disertai petir dan angin kencang pada waktu tertentu.
Sementara itu, kondisi cuaca di wilayah sekitar Tangerang juga perlu dicermati.
Data Stasiun Meteorologi Soekarno-Hatta menunjukkan potensi perubahan cuaca dari cerah berawan pada pagi hari menjadi berawan pada siang hingga malam.
Suhu udara di sekitar kawasan Bandara Soekarno-Hatta berada pada kisaran 24–34 derajat Celsius, dengan kelembapan relatif 40–90 persen.
BMKG juga mengingatkan potensi angin kencang pada siang hingga sore hari.
Cuaca Jakarta dan Sekitarnya
Untuk wilayah Jakarta, perubahan kondisi langit dapat terjadi seiring perkembangan awan pada siang dan sore hari. Karena itu, masyarakat tidak cukup hanya mengandalkan kondisi cuaca saat berangkat dari rumah.
Pengendara sepeda motor sebaiknya membawa jas hujan. Sementara itu, warga yang beraktivitas di luar ruangan perlu memperhatikan perubahan awan dan informasi peringatan dini BMKG.
Khusus wilayah yang berbatasan dengan Bogor dan Jawa Barat, potensi hujan lokal perlu diantisipasi karena pertumbuhan awan dapat berlangsung relatif cepat.
Suhu Panas Tetap Perlu Diantisipasi
Meski hujan masih berpeluang terjadi, masyarakat juga perlu mewaspadai paparan panas. BMKG menyebut kondisi musim kemarau dan atmosfer yang lebih kering masih berlangsung di sejumlah wilayah Indonesia.
Bahkan, BMKG mengingatkan masyarakat untuk menjaga kecukupan cairan tubuh, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan pada siang hari. Penggunaan pelindung dari paparan sinar matahari juga dianjurkan.
Selain itu, kondisi kering membuat masyarakat perlu menghemat air serta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk membakar sampah atau membuka lahan dengan cara membakar.
Waspadai Perubahan Cuaca Mendadak
Perubahan cuaca menjadi hal penting yang perlu diperhatikan warga Jabodetabek pada awal pekan. Langit yang semula cerah atau berawan belum tentu bertahan hingga sore.
Karena itu, masyarakat sebaiknya memantau pembaruan prakiraan cuaca secara berkala melalui kanal resmi BMKG, aplikasi InfoBMKG, serta informasi peringatan dini.
Langkah sederhana seperti membawa payung atau jas hujan, menjaga asupan air, dan menghindari berteduh di bawah pohon ketika terjadi angin kencang dapat membantu mengurangi risiko saat cuaca berubah. **
Editor : Hadwan












