Polda Metro Amankan Pelaku Pembakaran Kios Kalibata, Usut Tuntas Pengeroyokan Matel

Rabu, 31 Desember 2025 - 18:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin. (Posnews/Ist)

Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Polisi akhirnya mencokok pelaku pembakaran puluhan kios di Jakarta Selatan, buntut pengeroyokan sadis yang menewaskan dua mata elang (matel) alias debt collector.

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya memastikan penangkapan sudah dilakukan. Kini, polisi tancap gas memburu pelaku lain yang diduga ikut bermain dalam aksi brutal tersebut.

“Pelaku pembakaran sudah kami tangkap. Pengembangan masih berjalan untuk tersangka lainnya,” tegas Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imannudin saat rilis akhir tahun 2025, Rabu (31/12/2025).

Namun, polisi belum membuka identitas dan jumlah pelaku. Meski begitu, Iman menegaskan tak ada yang kebal hukum, termasuk jika ada anggota Polri yang terlibat.

“Kami transparan. Siapa pun yang terlibat, termasuk anggota kami sendiri, akan kami tindak tegas lewat proses pidana,” katanya.

Kasus Kalibata memang panas. Aksi pembakaran kios terjadi Kamis (11/12/2025), tak lama setelah dua debt collector tewas dikeroyok. Situasi makin heboh ketika enam personel Yanma Mabes Polri ikut terseret dalam kasus pengeroyokan maut tersebut.

Baca Juga :  TikTok Selamat dari Kiamat di AS: Bentuk Perusahaan Baru

Hasil sidang etik pun keras. Dua polisi dipecat tidak hormat, sementara empat lainnya dihukum demosi lima tahun. Mereka dinilai mencoreng institusi dan menjadi pelanggar berat.

“Sanksi PTDH dijatuhkan kepada Brigadir IAM dan Bripda AMZ,” ungkap Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Erdi A Chaniago.

Sementara itu, polisi masih menyisir lapangan, mengejar sisa pelaku pembakaran dan pengeroyokan. Polda Metro Jaya menegaskan, kasus Kalibata tak akan berhenti di satu kepala.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Budaya Betawi Mendunia, 2.713 Penari Pecahkan Rekor MURI di Ancol
Dugaan TPKS Artis ATT alias BP Terjadi di Sekitar SCBD, Polisi Masih Selidiki
Sopir dan Kernet Tewas, Truk Kontainer Terguling di Tol Slipi
Guru Renang di Depok Diduga Dipukul Ojol hingga Tabrak Tiang
Cuaca Jabodetabek 13 September Cerah Berawan, Tangerang Waspada Angin
Polisi Bongkar 3 Klaster Kerusuhan Pejompongan, Alur Dana Mulai Terungkap
Tawuran di Duren Sawit Digagalkan, 6 Pemuda dan 4 Sajam Disita Polisi
3 Tersangka Pengeroyokan Bambang Setiawan Ditangkap di Bogor

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 20:41 WIB

Budaya Betawi Mendunia, 2.713 Penari Pecahkan Rekor MURI di Ancol

Minggu, 13 September 2026 - 15:40 WIB

Sopir dan Kernet Tewas, Truk Kontainer Terguling di Tol Slipi

Minggu, 13 September 2026 - 13:12 WIB

Guru Renang di Depok Diduga Dipukul Ojol hingga Tabrak Tiang

Minggu, 13 September 2026 - 05:58 WIB

Cuaca Jabodetabek 13 September Cerah Berawan, Tangerang Waspada Angin

Sabtu, 12 September 2026 - 16:01 WIB

Polisi Bongkar 3 Klaster Kerusuhan Pejompongan, Alur Dana Mulai Terungkap

Berita Terbaru

Presiden Xi Jinping menyerukan blok BRICS menjadi juru damai konflik Timur Tengah pada KTT New Delhi serta mempererat hubungan diplomatik dengan India. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik

Minggu, 13 Sep 2026 - 20:57 WIB

2.713 penari dari 12 negara membawakan Tari Semarak Jali-Jali Betawi di Ancol. (Posnews/Ancol)

JABODETABEK

Budaya Betawi Mendunia, 2.713 Penari Pecahkan Rekor MURI di Ancol

Minggu, 13 Sep 2026 - 20:41 WIB

Hakim federal AS membatalkan rencana pemangkasan 50% staf FEMA era pemerintahan Trump. Keputusan ini dinilai menegakkan undang-undang perlindungan FEMA. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%

Minggu, 13 Sep 2026 - 19:56 WIB