MUI Berubah Sikap Usai Bertemu Prabowo, Dukung Indonesia Masuk Dewan Perdamaian Gaza

Selasa, 3 Februari 2026 - 20:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum MUI Anwar Iskandar usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta membahas keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza. (Posnews/Ist)

Ketua Umum MUI Anwar Iskandar usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta membahas keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Majelis Ulama Indonesia (MUI) putar haluan. Setelah sempat menolak, MUI kini mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto yang membawa Indonesia bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza (Board of Peace/BoP) bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Perubahan sikap ini muncul usai MUI dipanggil langsung ke Istana Negara, Selasa (3/2/2026).

Padahal sebelumnya, MUI keras menentang keanggotaan Indonesia di BoP. Pada 28 Januari 2026, Wakil Ketua Umum MUI KH M Cholil Nafis bahkan menuntut Indonesia keluar dari forum tersebut karena dinilai tak berpihak pada Palestina.

Dipanggil Istana, Sikap Berubah

Presiden Prabowo mengumpulkan sekitar 40 tokoh ormas Islam dan ulama nasional di Istana. Hadir Ketua Umum MUI Anwar Iskandar, Wakil Ketua PBNU Saifullah Yusuf, Ketua Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, hingga tokoh Muslim Tionghoa Yusuf Hamka alias Babah Alun.

Baca Juga :  BNN Ungkap 85 Persen Kasus Narkoba Remaja Berawal dari Tongkrongan

Usai pertemuan, sikap MUI langsung melunak.

Ketua Umum MUI Anwar Iskandar menegaskan, MUI mendukung BoP sepanjang membawa kemaslahatan umat dan membela Palestina.

“Kalau untuk kemaslahatan umat, bangsa, dan kemanusiaan, tentu MUI mendukung,” tegas Anwar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Prabowo Janji Bela Palestina

Menurut Anwar, Presiden Prabowo menyampaikan komitmen penuh membela Palestina dan memperjuangkan kemerdekaan Gaza melalui jalur diplomasi internasional, termasuk lewat Dewan Perdamaian.

“Presiden menegaskan, Indonesia masuk BoP justru untuk membantu penderitaan rakyat Palestina,” ujarnya.

Namun Prabowo juga pasang rem. Jika BoP tidak memberi manfaat nyata bagi Palestina, Indonesia dan negara-negara Islam siap angkat kaki.

Baca Juga :  Remaja 16 Tahun Bunuh Pacarnya di Kos Ciracas, Polisi Ungkap Fakta Baru

“Kalau tidak membawa kebaikan, negara-negara Islam akan keluar dari BoP,” kata Anwar.

BoP Tetap Jadi Sorotan

Diketahui, Presiden Prabowo menandatangani piagam keanggotaan BoP saat menghadiri World Economic Forum 2026 di Davos, Swiss, pada 22 Januari 2026.

Sebelumnya, MUI menuding BoP tak adil dan berbau neokolonialisme. Forum ini menuai kritik karena melibatkan Perdana Menteri Israel, sementara Palestina justru tidak diikutsertakan, ditambah adanya iuran keanggotaan bagi negara peserta.

Kini, MUI menyatakan akan mengawal ketat keanggotaan Indonesia agar BoP tidak menjadi perdamaian semu dan benar-benar membela Palestina, bukan sekadar panggung politik global. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bisnis Gelap Etomidate Dibongkar, 82 Paket Disita dari Dua Perempuan
Racun Ditemukan di Minuman, Polisi Ungkap Titik Terang Kematian Satu Keluarga di Warakas
Memecahkan Dilema Darwin: Jejak Hewan Pertama
Bagaimana 382 Kilogram Batu Bulan Mengubah Tata Surya?
Balas Dendam Bullying, Siswa SMP di Kalbar Diduga Serang Sekolah Pakai Molotov
KPK Buka Peluang Panggil Aura Kasih, Telusuri Aktivitas Ridwan Kamil di Luar Negeri
AS-Iran di Ambang Perang: Teheran Tuntut Perubahan
Zelenskyy Tuding Rusia Gunakan Jeda untuk Timbun Senjata

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 19:24 WIB

Bisnis Gelap Etomidate Dibongkar, 82 Paket Disita dari Dua Perempuan

Rabu, 4 Februari 2026 - 18:24 WIB

Racun Ditemukan di Minuman, Polisi Ungkap Titik Terang Kematian Satu Keluarga di Warakas

Rabu, 4 Februari 2026 - 17:14 WIB

Memecahkan Dilema Darwin: Jejak Hewan Pertama

Rabu, 4 Februari 2026 - 17:07 WIB

Bagaimana 382 Kilogram Batu Bulan Mengubah Tata Surya?

Rabu, 4 Februari 2026 - 16:31 WIB

Balas Dendam Bullying, Siswa SMP di Kalbar Diduga Serang Sekolah Pakai Molotov

Berita Terbaru

Menjawab teka-teki evolusi. Penemuan fosil embrio di China dan jejak kimia di Oman mengungkap bahwa hewan purba telah mengubah planet ini jauh sebelum

NETIZEN

Memecahkan Dilema Darwin: Jejak Hewan Pertama

Rabu, 4 Feb 2026 - 17:14 WIB

Lebih dari sekadar kenang-kenangan. Koleksi batuan dari misi Apollo bukan hanya membuktikan pencapaian teknologi manusia, tetapi juga menulis ulang buku teks mengenai asal-usul planet kita. Dok: Unsplash/Mike Petrucci.

NETIZEN

Bagaimana 382 Kilogram Batu Bulan Mengubah Tata Surya?

Rabu, 4 Feb 2026 - 17:07 WIB