JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Majelis Ulama Indonesia (MUI) putar haluan. Setelah sempat menolak, MUI kini mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto yang membawa Indonesia bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza (Board of Peace/BoP) bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Perubahan sikap ini muncul usai MUI dipanggil langsung ke Istana Negara, Selasa (3/2/2026).
Padahal sebelumnya, MUI keras menentang keanggotaan Indonesia di BoP. Pada 28 Januari 2026, Wakil Ketua Umum MUI KH M Cholil Nafis bahkan menuntut Indonesia keluar dari forum tersebut karena dinilai tak berpihak pada Palestina.
Dipanggil Istana, Sikap Berubah
Presiden Prabowo mengumpulkan sekitar 40 tokoh ormas Islam dan ulama nasional di Istana. Hadir Ketua Umum MUI Anwar Iskandar, Wakil Ketua PBNU Saifullah Yusuf, Ketua Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, hingga tokoh Muslim Tionghoa Yusuf Hamka alias Babah Alun.
Usai pertemuan, sikap MUI langsung melunak.
Ketua Umum MUI Anwar Iskandar menegaskan, MUI mendukung BoP sepanjang membawa kemaslahatan umat dan membela Palestina.
“Kalau untuk kemaslahatan umat, bangsa, dan kemanusiaan, tentu MUI mendukung,” tegas Anwar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Prabowo Janji Bela Palestina
Menurut Anwar, Presiden Prabowo menyampaikan komitmen penuh membela Palestina dan memperjuangkan kemerdekaan Gaza melalui jalur diplomasi internasional, termasuk lewat Dewan Perdamaian.
“Presiden menegaskan, Indonesia masuk BoP justru untuk membantu penderitaan rakyat Palestina,” ujarnya.
Namun Prabowo juga pasang rem. Jika BoP tidak memberi manfaat nyata bagi Palestina, Indonesia dan negara-negara Islam siap angkat kaki.
“Kalau tidak membawa kebaikan, negara-negara Islam akan keluar dari BoP,” kata Anwar.
BoP Tetap Jadi Sorotan
Diketahui, Presiden Prabowo menandatangani piagam keanggotaan BoP saat menghadiri World Economic Forum 2026 di Davos, Swiss, pada 22 Januari 2026.
Sebelumnya, MUI menuding BoP tak adil dan berbau neokolonialisme. Forum ini menuai kritik karena melibatkan Perdana Menteri Israel, sementara Palestina justru tidak diikutsertakan, ditambah adanya iuran keanggotaan bagi negara peserta.
Kini, MUI menyatakan akan mengawal ketat keanggotaan Indonesia agar BoP tidak menjadi perdamaian semu dan benar-benar membela Palestina, bukan sekadar panggung politik global. (red)
Editor : Hadwan





















