ABU DHABI, POSNEWS.CO.ID – Perundingan damai putaran kedua antara Rusia dan Ukraina di Abu Dhabi resmi berakhir pada Kamis. Meskipun kedua belah pihak gagal mencapai kesepakatan inti, mereka berhasil menyepakati pertukaran tahanan skala besar.
Kesepakatan ini menjadi hasil nyata pertama dalam hampir lima bulan terakhir. Masing-masing pihak memulangkan 157 tahanan yang terdiri dari personel militer dan warga sipil. Uni Emirat Arab (UEA) menyambut baik kerja sama ini sebagai bukti peran mereka sebagai mediator yang andal dalam meredakan krisis.
Dialog Intensif Tanpa Terobosan Inti
Utusan Gedung Putih, Steve Witkoff, menyatakan bahwa delegasi telah melakukan diskusi ekstensif mengenai isu-isu krusial. Pembahasan tersebut mencakup mekanisme implementasi gencatan senjata dan pemantauan penghentian aktivitas militer.
Namun, Witkoff mengakui bahwa dunia masih membutuhkan upaya lebih besar untuk mencapai penyelesaian konflik yang komprehensif. Perundingan berakhir tanpa pernyataan politik atau keamanan bersama. Hal ini mempertegas adanya perbedaan tajam yang masih bertahan terkait perselisihan wilayah dan jaminan keamanan.
Keluhan Lavrov dan Tuntutan Rusia
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, melontarkan kritik keras dalam wawancara dengan media pemerintah Rusia. Ia menuduh negara-negara Eropa sengaja menghalangi negosiasi langsung antara Rusia dan Amerika Serikat.
Lavrov juga menyebut rencana Eropa untuk merespons pelanggaran perjanjian damai sebagai hal yang “absurd”. Rusia tetap pada tuntutan utamanya, yaitu Ukraina harus menjadi negara yang netral. Menurut Lavrov, Barat gagal memahami logika bahwa gencatan senjata tanpa penyelesaian masalah mendasar hanya akan menjadi ajang pengiriman senjata baru ke Ukraina.
Inisiatif Zelenskyy dan Langkah Selanjutnya
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengakui bahwa perundingan di Abu Dhabi berjalan tidak mudah. Kiev mendesak kemajuan yang lebih cepat untuk mengakhiri konflik secara terhormat. Sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina, Rustem Umerov, menegaskan bahwa timnya mencari “perdamaian yang bermartabat dan abadi”.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menariknya, Zelenskyy mengisyaratkan perubahan lokasi untuk putaran selanjutnya. Dalam pidato Kamis malam, ia menyebut pertemuan berikutnya kemungkinan akan berlangsung di Amerika Serikat. Meskipun jadwal pastinya belum dirilis, ketiga pihak sepakat untuk melanjutkan pembicaraan trilateral dalam beberapa minggu mendatang.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















