Perselisihan Diplomasi Dan Ultimatum Pelucutan Senjata
JERUSALEM, POSNEWS.CO.ID – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak draf kesepakatan damai Presiden AS Donald Trump. Ia menegaskan tentara Israel tidak akan mundur dari wilayah Gaza. Selanjutnya, Netanyahu menuntut milisi Hamas menuntaskan pelucutan senjata secara total. Langkah tegas ini memicu keretakan hubungan diplomatik antara Tel Aviv dan Washington. Namun, pemerintah AS terus menekan kedua pihak agar menghentikan pertempuran.
Sementara itu, draf kesepakatan AS meminta Israel menarik pasukan dari 60 persen wilayah Gaza. Selain itu, rencana tersebut mengatur penghentian seluruh operasi militer secara bertahap. Namun, Netanyahu mengutamakan keamanan warga serta wilayah Israel di atas kesepakatan tersebut. Akibatnya, negosiasi perdamaian kembali menghadapi kebuntuan politik.
Penemuan Jenazah Massal Dan Krisis Kemanusiaan
Sementara negosiasi mandek, warga Gaza menggelar pemakaman massal bagi 112 korban tewas. Tim penyelamat menemukan jenazah tersebut di bawah reruntuhan bangunan kawasan Sabra. Sebelumnya, jet tempur Israel menghancurkan kompleks pemukiman tersebut pada November 2023. Kemudian, warga menguburkan para korban di pemakaman dekat lokasi kejadian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, Kementerian Kesehatan Gaza mencatat total korban tewas melampaui 73.377 jiwa. Selanjutnya, tim medis mencurigai ribuan jenazah lain masih tertimbun reruntuhan beton. Namun, hancurnya infrastruktur memperlambat proses pencarian korban di seluruh kawasan. Akibatnya, jutaan pengungsi Gaza menghadapi krisis kesehatan dan wabah penyakit mendadak.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













