KemenHAM Blusukan ke Flores, Bantuan Disalurkan ke Warga Terdampak Gempa

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KemenHAM RI menyalurkan bantuan sembako dan terpal kepada warga terdampak gempa di Flores, NTT. (Posnews/KemenHAM)

KemenHAM RI menyalurkan bantuan sembako dan terpal kepada warga terdampak gempa di Flores, NTT. (Posnews/KemenHAM)

NTT, POSNEWS.CO.ID – Di tengah duka dan kecemasan warga setelah gempa bumi M7,7 mengguncang Flores, pemerintah terus memperkuat penanganan di lapangan.

Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (KemenHAM RI) turun langsung ke sejumlah wilayah terdampak untuk menyalurkan bantuan sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

Staf Khusus Menteri HAM Bidang Transformasi Digital dan Komunikasi Media, Thomas Harming Suwarta, menyerahkan bantuan berupa sembako dan terpal kepada warga terdampak di Kampung Jongkoe, Desa Satar Punda Barat, Kecamatan Lambaleda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bantuan serupa juga diberikan kepada masyarakat di Dusun Ratung, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya KemenHAM memastikan warga yang terdampak bencana tetap memperoleh perlindungan dan hak-hak dasarnya selama masa tanggap darurat.

Bantuan Jangan Berhenti di Jalan Utama

KemenHAM tidak hanya membawa bantuan. Tim juga mendengarkan langsung keluhan warga mengenai kondisi di lapangan.

Salah satu persoalan yang mencuat ialah distribusi bantuan yang belum sepenuhnya merata, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dengan akses sulit.

“Kami mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Ada wilayah-wilayah yang aksesnya cukup sulit dan masyarakat menyampaikan bahwa distribusi bantuan belum sepenuhnya merata,” kata Thomas dalam keterangannya, Kamis (20/8/2026).

Menurut dia, kondisi tersebut harus menjadi perhatian seluruh pihak. Jangan sampai warga yang tinggal jauh dari pusat pengungsian justru terlambat mendapatkan bantuan.

Baca Juga :  Heboh Ular Piton 7 Meter Telan Pria di Kepulauan Sula, Warga Belah Perut Ular

Karena itu, koordinasi antarlembaga menjadi sangat penting agar logistik dapat menjangkau masyarakat secara tepat sasaran.

Gempa Susulan Bikin Warga Takut Pulang

Kecemasan warga juga belum mereda. Sebagian penyintas memilih tetap berada di lokasi pengungsian, baik yang disiapkan pemerintah maupun tempat pengungsian mandiri.

Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Gempa susulan masih terjadi di Flores, sehingga banyak warga khawatir kembali ke rumah, terutama bangunan yang telah mengalami kerusakan.

BMKG mencatat hingga 19 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB terdapat 2.768 gempa susulan dengan magnitudo M1,1 hingga M6,2.

Sebanyak 24 gempa susulan memiliki magnitudo di atas 5 dan 81 kejadian dilaporkan dirasakan masyarakat.

Bahkan pada Kamis (20/8/2026), BMKG kembali mencatat sejumlah gempa di Flores.

Salah satunya gempa M5,7 yang terjadi pukul 09.47 WIB di wilayah Manggarai Timur dan dinyatakan tidak berpotensi tsunami.

Gempa lain berkekuatan M5,4 juga terjadi pukul 16.30 WIB di wilayah Manggarai Timur dan kembali dinyatakan tidak berpotensi tsunami.

Situasi tersebut membuat kewaspadaan masyarakat tetap diperlukan.

KemenHAM: Keselamatan Tetap Nomor Satu

Thomas mengingatkan masyarakat agar tidak panik, tetapi tetap waspada terhadap gempa susulan.

“Masyarakat tetap tenang, tetapi harus selalu waspada. Keselamatan menjadi hal yang utama, terutama karena masih adanya gempa susulan,” ujarnya.

Imbauan tersebut penting karena warga yang rumahnya mengalami kerusakan sebaiknya tidak terburu-buru kembali sebelum bangunan dinyatakan aman oleh pihak berwenang.

Selain itu, masyarakat perlu mengikuti arahan petugas, menjauhi bangunan yang retak atau rusak, serta memastikan jalur evakuasi dan lokasi pengungsian diketahui seluruh anggota keluarga.

Baca Juga :  Ini Tampang Terduga Pelaku Pembunuhan SNA di Benda Tangerang

Hak Korban Bencana Harus Terlindungi

KemenHAM menegaskan bahwa penanganan bencana tidak berhenti pada pembagian makanan atau kebutuhan logistik.

Dalam situasi darurat, masyarakat terdampak tetap memiliki hak untuk memperoleh rasa aman, bantuan kemanusiaan, tempat berlindung, makanan, air bersih, layanan kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya tanpa diskriminasi.

Prinsip tersebut menjadi semakin penting bagi warga di daerah terpencil. Akses geografis yang sulit tidak boleh membuat mereka kehilangan hak untuk mendapatkan pertolongan.

Kehadiran pemerintah di lokasi bencana juga menjadi bagian dari upaya memastikan tidak ada kelompok masyarakat yang terabaikan.

KemenHAM Soroti Warga Korban Gempa di Wilayah Sulit Akses

Negara Harus Hadir Sampai Pelosok

Penanganan gempa Flores memang menghadapi tantangan besar. Selain luasnya wilayah terdampak, gempa susulan dan kerusakan infrastruktur dapat memperlambat distribusi bantuan.

BNPB sebelumnya juga melaporkan pemerintah pusat terus memperkuat dukungan logistik untuk wilayah terdampak.

Bahkan KRI Bung Hatta dikerahkan membawa bantuan menuju Kabupaten Manggarai melalui jalur laut untuk mempercepat distribusi kebutuhan warga.

Karena itu, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat, relawan, tenaga kesehatan dan masyarakat menjadi kunci agar penanganan tidak berjalan sendiri-sendiri.

Bencana memang meruntuhkan rumah, tetapi jangan sampai ikut meruntuhkan harapan.

Kehadiran petugas, bantuan yang tepat sasaran, perlindungan hak warga, serta kepedulian masyarakat menjadi modal penting bagi penyintas untuk bangkit.

KemenHAM memastikan pemantauan terhadap kondisi warga terdampak akan terus dilakukan.

Koordinasi dengan pihak terkait juga didorong agar distribusi bantuan semakin cepat, merata dan menyentuh masyarakat yang paling membutuhkan.

Di tengah Flores yang masih bergetar, satu pesan harus tetap kuat: tidak boleh ada warga yang berjuang sendirian menghadapi bencana. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dikejar Geng Motor, 2 Pemuda di Makassar Jatuh Diserang Parang dan Busur
Baku Tembak di Hutan Maybrat, 2 Anggota Kelompok Manfret Fatem Tewas
Wanita di Gresik Diduga Bacok Kekasih hingga Tewas, Motif Cemburu Didalami
Maut di Angkringan Cileungsi, Pria Tewas Dikeroyok 10 Orang Diamankan
Ban Mobil Kempes di Tol Jogja-Solo, Pasutri Jakarta Tewas Ditabrak Truk
Densus 88 Tangkap 3 Terduga Teroris di Sulteng, 2 Petani Kakao
Kejutan Ultah Berujung Maut, Suami Tusuk Pria di Kos Istri hingga Tewas
Tak Terima Diputus, Pria di Palembang Siram Mantan Pacar Pakai Air Keras

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:02 WIB

Dikejar Geng Motor, 2 Pemuda di Makassar Jatuh Diserang Parang dan Busur

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:49 WIB

Baku Tembak di Hutan Maybrat, 2 Anggota Kelompok Manfret Fatem Tewas

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Wanita di Gresik Diduga Bacok Kekasih hingga Tewas, Motif Cemburu Didalami

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:57 WIB

Maut di Angkringan Cileungsi, Pria Tewas Dikeroyok 10 Orang Diamankan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Ban Mobil Kempes di Tol Jogja-Solo, Pasutri Jakarta Tewas Ditabrak Truk

Berita Terbaru