Malaysia Resmi Tingkatkan Mandatori Biodiesel Sawit

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ekspor CPO dan produk turunannya Indonesia tumbuh 5,49 persen sepanjang Januari-Juli 2026, didorong penguatan harga komoditas global. Dok: Istimewa.

Ekspor CPO dan produk turunannya Indonesia tumbuh 5,49 persen sepanjang Januari-Juli 2026, didorong penguatan harga komoditas global. Dok: Istimewa.

KUALA LUMPUR, POSNEWS.CO.ID – Di bawah langit mendung, sebuah truk tangki berkapasitas 35.000 liter mengantre di Terminal Distribusi Lembah Klang. Petugas menyalurkan solar dan metil ester asam lemak sawit melalui dua selang terpisah ke dalam tangki. Pemerintah Malaysia kini resmi meningkatkan kadar minyak sawit dalam bahan bakar diesel dari B10 menjadi B15. Langkah taktis ini bertujuan untuk menghemat cadangan solar nasional di tengah krisis energi Selat Hormuz.

Dampak Sumbatan Selat Hormuz bagi Stok Energi

Perang Iran sebelumnya sempat melumpuhkan jalur pelayaran minyak mentah global yang sangat vital tersebut. Meskipun Amerika Serikat dan Iran menyepakati draf damai, pemulihan antrean kapal membutuhkan waktu beberapa pekan. Kementerian Ekonomi memperingatkan bahwa cadangan solar dalam negeri hanya akan bertahan hingga bulan Juli mendatang. Oleh karena itu, penambahan campuran minyak sawit menjadi solusi darurat untuk memperpanjang daya tahan stok energi.

Baca Juga :  Selebgram Lisa Mariana Besok Diperiksa Terkait Pencemaran Nama Baik Ridwan Kamil

Malaysia sangat bergantung pada impor minyak mentah untuk memenuhi kebutuhan harian masyarakat. Produksi minyak domestik saat ini hanya mampu mencakup setengah dari total konsumsi harian. Konsumsi bahan bakar solar tersebut mencapai rata-rata 700.000 barel per hari. BPS Malaysia mencatat penurunan impor minyak mentah sebesar sepertiga pada kuartal pertama tahun ini. Dengan demikian, kebijakan B15 siap memotong konsumsi solar murni hingga sekitar 5 persen.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Alokasi Kuota dan Perluasan Distribusi Nasional

Menteri Perkebunan dan Komoditas Noraini Ahmad mengelola alokasi minyak sawit untuk pasar domestik tersebut. Kebijakan B15 ini akan menyerap sekitar 800.000 ton minyak sawit mentah setiap tahunnya. Jumlah tersebut meningkat sebesar 300.000 ton dari kuota kebijakan pencampuran bahan bakar sebelumnya. Meskipun demikian, Noraini menjamin kebijakan baru ini tidak mengganggu kuota ekspor tahunan Malaysia. Saat ini, Malaysia mengekspor sekitar 16 juta ton minyak sawit ke pasar internasional setiap tahun.

Baca Juga :  Dua Pria Diciduk Polisi, Kepergok Curi di Tengah HUT RI ke-80 Monas

Semua stasiun pengisian bahan bakar umum mulai menyediakan solar B12 dan B15 secara bertahap. Beberapa wilayah seperti Sarawak, Labuan, dan Langkawi bahkan sudah menerapkan bahan bakar B20 lebih cepat. Sebanyak 452 pabrik kelapa sawit dan 19 pabrik biodiesel menyokong kelancaran rantai pasok nasional ini. Selanjutnya, perusahaan menyalurkan bahan bakar ramah lingkungan tersebut ke 4.400 stasiun pengisian di seluruh negeri.

Peningkatan Kapasitas Pabrik dan Target B30

Menteri Ekonomi Akmal Nasir mengumumkan kenaikan tingkat utilisasi kapasitas pencampuran biodiesel menjadi 69 persen. Asosiasi Biodiesel Malaysia menyambut positif insentif dana pemerintah untuk meningkatkan infrastruktur pencampuran secara berkala. Langkah bertahap ini sejalan dengan target pencapaian B30 pada tahun 2030 mendatang. Pada akhirnya, diversifikasi bahan bakar nabati ini akan memperkuat ketahanan energi nasional menghadapi fluktuasi harga minyak.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Charles Spencer Rilis Buku Swan Song dan Ungkap Tuduhan Baru
Korea Utara Uji Coba Rudal Hipersonik Baru Hwasong-11Ma
Kanselir Jerman Friedrich Merz Hadapi Krisis Politik
Pasukan Houthi Kuasai Wilayah Strategis Yaman
CNN, MS NOW, dan Politico Gugat Pemerintahan Donald Trump
AS, Jepang, dan Korsel Tegaskan Komitmen Dukung Taiwan
Giorgia Meloni Usul Pembatasan Siswa Asing dan Larangan Burqa
Ukraina Meluncurkan Seribu Drone ke Moskow di Tengah Pemilu

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 14:10 WIB

Korea Utara Uji Coba Rudal Hipersonik Baru Hwasong-11Ma

Rabu, 23 September 2026 - 12:43 WIB

Kanselir Jerman Friedrich Merz Hadapi Krisis Politik

Rabu, 23 September 2026 - 11:37 WIB

Pasukan Houthi Kuasai Wilayah Strategis Yaman

Rabu, 23 September 2026 - 10:33 WIB

CNN, MS NOW, dan Politico Gugat Pemerintahan Donald Trump

Rabu, 23 September 2026 - 09:00 WIB

AS, Jepang, dan Korsel Tegaskan Komitmen Dukung Taiwan

Berita Terbaru