Penerima Bansos Transaksi Judol Rp2,6 Miliar, Gus Ipul: Aneh Sekali

Jumat, 4 September 2026 - 13:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. (Posnews/Mensos)

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. (Posnews/Mensos)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Temuan mengejutkan muncul dari penelusuran transaksi judi online (judol) yang terhubung dengan data penerima bantuan sosial (bansos). Salah satu transaksi bahkan mencapai Rp2,6 miliar.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkap temuan tersebut di Jakarta, Kamis (3/9/2026) malam.

Berdasarkan pemadanan data Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Sosial dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), terdapat 28 transaksi yang terindikasi terkait judol dengan nilai di atas Rp1 miliar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yang paling mencolok, satu orang tercatat memiliki transaksi hingga Rp2,6 miliar.Β β€œYang tertinggi berapa? Jadi ada yang sampai Rp2,6 miliar,” kata Gus Ipul.

Ketika ditanya mengenai transaksi tersebut, pihak Kemensos menjelaskan bahwa nilai Rp2,6 miliar itu tercatat dilakukan oleh satu orang.

Ratusan Ribu Transaksi Terpantau

Selain transaksi bernilai fantastis tersebut, data Kemensos menunjukkan aktivitas yang terindikasi terkait judol tersebar pada berbagai nominal.

Sebanyak 759.811 transaksi berada pada rentang Rp100 ribu hingga Rp1 juta.

Baca Juga :  Idul Adha 2026 Berpotensi Serentak, Ini Hasil Hisab Rukyat Kemenag

Kemudian, 575.777 transaksi tercatat antara Rp1 juta sampai Rp10 juta. Ada pula 104.449 transaksi pada rentang Rp10 ribu hingga Rp100 ribu.

Selanjutnya, terdapat 38.185 transaksi senilai Rp10 juta sampai Rp100 juta. Untuk transaksi Rp100 juta hingga Rp1 miliar tercatat sebanyak 1.241 transaksi.

Sementara itu, 1.197 transaksi berada di bawah Rp10 ribu. Adapun transaksi di atas Rp1 miliar mencapai 28 transaksi.

Transaksi Rp2,6 Miliar Bikin Curiga

Gus Ipul menilai transaksi bernilai Rp2,6 miliar tersebut tidak lazim jika dibandingkan dengan kondisi umum penerima bansos.

Karena itu, Kemensos tidak langsung mengambil kesimpulan. Pemerintah akan memeriksa profil penerima dan memastikan siapa sebenarnya yang melakukan transaksi tersebut.

β€œIni yang aneh, aneh sekali. Ini sedang kita lihat profilnya, kita akan lakukan ground check,” ujar Gus Ipul.

Kemensos menargetkan proses pengecekan lapangan terhadap temuan tersebut dapat memberikan hasil dalam waktu sekitar satu pekan.

Jangan Asal Coret Penerima Bansos

Temuan transaksi judol tidak otomatis berarti penerima bansos menggunakan uang bantuan untuk berjudi.

Sebab, Kemensos sebelumnya menjelaskan bahwa pemadanan data juga mencakup anggota keluarga dalam satu Kartu Keluarga (KK).

Artinya, transaksi yang terindikasi judol bisa saja berasal dari anak, suami, istri, cucu, atau anggota keluarga lain, bukan dari penerima bansos secara langsung.

Baca Juga :  AMPB Buka Dialog, Dorong RUU Perampasan Aset Jadi Kepastian Hukum

Karena itu, pemerintah menyediakan ruang klarifikasi bagi keluarga penerima manfaat.

Langkah tersebut penting untuk memastikan data benar sekaligus mencegah masyarakat kehilangan bantuan akibat kesalahan identifikasi atau penyalahgunaan identitas.

Bansos Harus Tepat Sasaran

Kemensos menegaskan bansos diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang membutuhkan.

Karena itu, bantuan harus digunakan sesuai peruntukannya, bukan untuk aktivitas yang merugikan keluarga.

Gus Ipul sebelumnya juga menegaskan bahwa penerima yang terbukti menggunakan bansos untuk judol dapat dikenai sanksi hingga dinonaktifkan dari penerimaan bantuan.

Namun, keputusan tersebut harus melalui proses klarifikasi dan verifikasi terlebih dahulu.

Temuan Rp2,6 miliar menjadi alarm keras bahwa pengawasan bansos tidak cukup hanya melihat data penerima.

Pemerintah juga perlu memastikan rekening, identitas, serta pola transaksi benar-benar mencerminkan kondisi penerima.

Di sisi lain, masyarakat yang merasa datanya keliru juga memiliki hak untuk memberikan klarifikasi.

Dengan begitu, bantuan tetap jatuh kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, sementara penyalahgunaan bansos dan aktivitas judi online dapat ditekan. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lowongan KAI 2026 Dibuka Hari Ini, Lulusan SLTA hingga S1 Bisa Daftar
MBG 2027 Sasar 72 Juta Penerima, Anggaran Tembus Rp232,5 Triliun
BTA Indonesia-Malaysia Berlaku, Perdagangan Entikong-Tebedu Digenjot
GA604 Pecah Ban Saat Terbang Jakarta-Makassar, 156 Penumpang Selamat
Dugaan Keracunan MBG Sidoarjo, 512 Santri Terdampak dan 34 Masih Dirawat
Jejak Emas Ilegal ke China-Hong Kong, Polisi Geledah Toko di Cikini
Karier Melesat, Dekananto Eko Purwono Kini Sandang Pangkat Irjen
512 Santri Diduga Keracunan MBG, BGN Suspend SPPG Kalitengah 30 Hari

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 13:37 WIB

Penerima Bansos Transaksi Judol Rp2,6 Miliar, Gus Ipul: Aneh Sekali

Jumat, 4 September 2026 - 09:43 WIB

Lowongan KAI 2026 Dibuka Hari Ini, Lulusan SLTA hingga S1 Bisa Daftar

Jumat, 4 September 2026 - 08:52 WIB

MBG 2027 Sasar 72 Juta Penerima, Anggaran Tembus Rp232,5 Triliun

Kamis, 3 September 2026 - 16:57 WIB

BTA Indonesia-Malaysia Berlaku, Perdagangan Entikong-Tebedu Digenjot

Kamis, 3 September 2026 - 13:14 WIB

GA604 Pecah Ban Saat Terbang Jakarta-Makassar, 156 Penumpang Selamat

Berita Terbaru

Yen menguat usai spekulasi intervensi Jepang, harga minyak melonjak akibat serangan baru Iran ke pangkalan AS di Kuwait. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Yen Menguat Usai Spekulasi Intervensi Jepang, Harga Minyak Naik

Jumat, 4 Sep 2026 - 14:53 WIB

U.S. Mint resmi jual koin satu dolar bergambar wajah Trump untuk rayakan 250 tahun kemerdekaan AS, picu kritik soal aturan federal. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Koin Dolar Bergambar Wajah Trump Resmi Dijual Rabu Ini

Jumat, 4 Sep 2026 - 12:08 WIB

Pemerintahan Trump ajukan banding darurat ke Mahkamah Agung soal pembatasan surat suara pos jelang pemilu sela November. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Sebut Lega Pangeran Harry dan Meghan Markle

Jumat, 4 Sep 2026 - 11:00 WIB