Pengamanan Aksi Hari Tani, Sudirman-Thamrin hingga DPR Jadi Perhatian Polisi

Kamis, 24 September 2026 - 06:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Polda Metro Jaya menyiapkan pengamanan dan rekayasa lalu lintas menghadapi aksi Hari Tani Nasional di Jakarta. (Posnews/Humas PMJ)

Polda Metro Jaya menyiapkan pengamanan dan rekayasa lalu lintas menghadapi aksi Hari Tani Nasional di Jakarta. (Posnews/Humas PMJ)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Aktivitas warga Jakarta diperkirakan ikut terdampak aksi penyampaian aspirasi memperingati Hari Tani Nasional pada Kamis (24/9/2026).

Untuk mengantisipasi kepadatan, Polda Metro Jaya menyiapkan 1.550 personel lalu lintas di sejumlah kawasan yang berpotensi dipadati massa dan kendaraan.

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya juga menyiapkan rekayasa arus kendaraan secara situasional. Pengaturan tidak langsung diterapkan, tetapi menyesuaikan jumlah massa dan kondisi jalan di lapangan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tiga Kawasan Jadi Perhatian

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Firman Darmansyah mengatakan pengaturan lalu lintas difokuskan pada tiga kawasan utama.

Ketiganya yakni Sudirman-Thamrin, kawasan Monas, serta sekitar Kompleks Parlemen Senayan atau Gedung DPR/MPR RI.

Polisi akan melakukan pengalihan arus apabila kondisi di lapangan membutuhkan langkah tersebut. Karena itu, warga yang tidak memiliki kepentingan di sekitar lokasi aksi diminta mempertimbangkan jalur lain.

Sementara itu, Polda Metro Jaya sebelumnya menggelar Tactical Floor Game (TFG) yang dipimpin Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri di Balai Sarbini, Jakarta Selatan, Rabu (23/9).

Baca Juga :  Bandung Dilanda Suhu Dingin, BMKG Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem

TFG tersebut menjadi bagian dari persiapan pengamanan. Polisi menyamakan pola pengawalan massa, pengaturan lalu lintas, komunikasi, cara bertindak, hingga kendali operasi agar seluruh personel memiliki pola penanganan yang sama.

Hak Menyampaikan Aspirasi Tetap Dijaga

Kapolda Metro Jaya meminta seluruh unsur pengamanan bekerja terarah dan menyesuaikan perkembangan situasi.

“TFG ini harus bisa menyamakan persepsi dan mematangkan seluruh rencana pengamanan, mulai dari plotting personel, pengawalan massa, pengaturan lalu lintas, cara bertindak, komunikasi, sampai kendali operasi yang terarah,” kata Asep, Rabu (23/9).

Selain mengatur pergerakan massa, polisi memperkuat komunikasi dengan para koordinator lapangan. Langkah itu dilakukan agar penyampaian aspirasi berlangsung tertib dan personel di lapangan tetap mengedepankan pendekatan humanis, profesional, serta terukur.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan polisi menghormati hak masyarakat menyampaikan pendapat di muka umum.

Namun, hak tersebut berjalan beriringan dengan hak warga lain untuk bekerja, bersekolah, dan menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Kami menghormati ruang masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Pada saat yang sama, kami juga ingin memastikan masyarakat yang bekerja, bersekolah, maupun menjalankan aktivitas sehari-hari tetap dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman,” ujar Budi.

Baca Juga :  Pria 20 Tahun Ditangkap, Remaja Berkebutuhan Khusus Diduga Korban Kekerasan Seksual

Warga Diminta Atur Waktu Perjalanan

Polda Metro Jaya mengimbau warga yang harus melintas di sekitar Sudirman-Thamrin, Monas, dan Gedung DPR/MPR untuk memperhitungkan waktu perjalanan.

Polisi menyebut potensi kepadatan perlu diantisipasi mulai pukul 10.00 WIB hingga kegiatan selesai. Warga yang tidak memiliki keperluan di kawasan tersebut disarankan memilih jalur alternatif.

Beberapa rute alternatif juga telah disiapkan. Pengendara dari Jakarta Barat menuju kawasan Monas, misalnya, dapat mempertimbangkan jalur Tomang Raya-Suryopranoto-Harmoni-Monas.

Sedangkan dari Jakarta Selatan, polisi menyiapkan opsi melalui Tendean-Rasuna Said-HOS Cokroaminoto-Tugu Tani menuju Monas.

Untuk pengendara dari Jakarta Timur, jalur Jatinegara-Kramat Raya-Tugu Tani juga dapat menjadi pilihan.

Polisi meminta pengendara tidak memaksakan diri menerobos kawasan yang sedang dilakukan pengaturan.

Mengikuti arahan petugas dan memantau informasi lalu lintas menjadi cara paling praktis untuk menghindari keterlambatan perjalanan.

Dengan skema tersebut, Polda Metro Jaya berupaya menjaga dua kepentingan sekaligus: ruang masyarakat untuk menyampaikan aspirasi tetap terbuka, sementara mobilitas warga Jakarta tetap berjalan. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bayi Baru Lahir Ditemukan dalam Tas di Palmerah, Polisi Amankan Remaja 17 Tahun
Kampung Boncos Digerebek, Polisi Ciduk 4 Pria dan Musnahkan Lapak Semipermanen
Bawa Golok Saat Ibadah GKPI di Tangerang, Aji Cahyono Jadi Tersangka
Satpol PP Luka 6 Jahitan Usai Bentrokan di Bulungan, Pramono Proses Hukum Berjalan
MF Tewas Terbungkus Sleeping Bag di Kos Kebon Jeruk, Ini Penjelasan Polisi
Berawal dari Cekcok, Pria 56 Tahun Tewas Usai Bakuhantam di Parkiran Minimarket Jakbar
18 Tersangka Kasus ABK KM Maulana 23, Polisi Juga Usut Dugaan Perdagangan Orang
Hendak Bermain Futsal, 2 Pelajar Tewas saat Hindari Kelompok Bersenjata di Tangsel

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:06 WIB

Bayi Baru Lahir Ditemukan dalam Tas di Palmerah, Polisi Amankan Remaja 17 Tahun

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:52 WIB

Kampung Boncos Digerebek, Polisi Ciduk 4 Pria dan Musnahkan Lapak Semipermanen

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:27 WIB

Bawa Golok Saat Ibadah GKPI di Tangerang, Aji Cahyono Jadi Tersangka

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Satpol PP Luka 6 Jahitan Usai Bentrokan di Bulungan, Pramono Proses Hukum Berjalan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 16:42 WIB

MF Tewas Terbungkus Sleeping Bag di Kos Kebon Jeruk, Ini Penjelasan Polisi

Berita Terbaru