200 RW Jakarta Masuk Peta Rawan Banjir, Ini Persiapan BPBD di Februari 2027

Minggu, 8 November 2026 - 16:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir besar melanda Jakarta, BPBD kerahkan petugas, warga diminta waspada potensi banjir susulan. (Dok: BPBD)

Banjir besar melanda Jakarta, BPBD kerahkan petugas, warga diminta waspada potensi banjir susulan. (Dok: BPBD)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Ancaman banjir kembali membayangi permukiman warga Jakarta menjelang puncak musim hujan.

BPBD DKI Jakarta memetakan 200 rukun warga (RW) yang berpotensi terdampak genangan hingga banjir pada Februari 2027.

Untuk mengantisipasi warga yang harus meninggalkan rumah, pemerintah daerah menyiapkan 403 lokasi pengungsian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kesiapan ini menjadi perhatian serius karena hujan deras berkepanjangan dapat terjadi bersamaan dengan kiriman air dari hulu sungai dan pasang air laut.

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan debit air dan memperluas genangan di kawasan rawan banjir.

Kepala Satuan Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Marulitua Sijabat, mengatakan pihaknya telah menyusun skenario penanganan bencana.

Selain menyiapkan tempat pengungsian, petugas juga memperkuat koordinasi teknis dan operasional di lapangan.

“Sebanyak 403 lokasi pengungsian sudah kami siagakan. Mereka juga sudah berkoordinasi secara teknis operasional di lapangan,” kata Maruli dalam keterangannya, dikutip Minggu (8/11/2026).

Cawang hingga Kampung Melayu Jadi Perhatian

Berdasarkan pemetaan BPBD DKI, sejumlah kawasan yang berpotensi terdampak banjir antara lain Cawang, Cililitan, Kampung Melayu, dan Rawa Buaya.

Baca Juga :  Polairud Polda Metro Salurkan Kursi Roda dan Sembako untuk Lansia Stroke di Muara Angke

Kawasan tersebut menjadi perhatian karena berisiko mengalami genangan ketika hujan berintensitas tinggi turun dalam waktu lama.

Terlebih, aliran air dari hulu dan pasang laut dapat memperburuk kondisi apabila terjadi bersamaan.

Untuk mengantisipasi kemungkinan tersebut, Pemprov DKI memperkuat koordinasi dengan TNI, Polri, BMKG, serta jajaran pemerintah daerah.

Kolaborasi ini diharapkan mempercepat penyampaian informasi, evakuasi, dan penanganan warga ketika bencana terjadi.

“Termasuk koordinasi lintas sektor di jajaran pemerintah daerah telah dilakukan sebagai antisipasi situasi bencana saat puncak musim penghujan,” ujar Maruli.

Pramono Minta Camat dan Lurah Bergerak

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan seluruh jajaran terkait untuk memperkuat mitigasi banjir.

Langkah tersebut meliputi sosialisasi kepada masyarakat, pembenahan infrastruktur sumber daya air (SDA), serta pengurasan saluran.

Pramono juga meminta camat dan lurah mengajak warga membersihkan saluran air dan lingkungan sekitar. Upaya ini penting untuk mencegah sampah menyumbat drainase sehingga air hujan dapat mengalir lebih lancar.

Selain itu, BPBD memastikan berbagai perlengkapan darurat siap digunakan. Petugas menyiagakan perahu karet, tenda pengungsian, toilet mobile, sarana penerangan, serta tenda posko beserta perlengkapannya.

SMS Blast dan EWS Disiapkan untuk Peringatan Dini

BPBD DKI juga mengaktifkan sistem peringatan dini atau disaster early warning system (EWS). Melalui sistem ini, masyarakat diharapkan memperoleh informasi lebih cepat ketika potensi bencana meningkat.

Baca Juga :  Transportasi Jakarta Normal, Pramono Anung Pastikan Layanan Publik Kembali Lancar

Petugas turut menyebarkan pemberitahuan melalui SMS blast dan televisi digital berdasarkan informasi BMKG mengenai potensi cuaca ekstrem.

Langkah tersebut penting agar warga memiliki waktu untuk mengamankan barang berharga, menyiapkan dokumen penting, serta menentukan jalur evakuasi sebelum banjir datang.

BMKG Ingatkan Puncak Musim Hujan 2026/2027

BMKG memprediksi puncak musim hujan di Indonesia berlangsung secara bertahap mulai Desember 2026 hingga Februari 2027. Sebagian besar wilayah Jawa diperkirakan mencapai puncak musim hujan pada Januari hingga Februari 2027.

Namun, waktu puncak hujan dapat berbeda di setiap wilayah. Karena itu, masyarakat Jakarta perlu mengikuti pembaruan prakiraan cuaca dan peringatan dini BMKG, terutama ketika hujan lebat berpotensi berlangsung dalam waktu lama.

BPBD mengimbau warga yang tinggal di kawasan rawan banjir untuk menjaga saluran air, tidak membuang sampah sembarangan, serta memantau informasi resmi pemerintah.

Warga juga perlu menyiapkan tas darurat berisi obat-obatan, pakaian, makanan ringan, air minum, dan dokumen penting.

Kesiapsiagaan pemerintah perlu diikuti kepedulian masyarakat. Dengan begitu, risiko banjir dan dampaknya terhadap keselamatan warga dapat ditekan sejak dini. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Waspada Hujan Ringan di Bogor dan Depok, Bekasi Diprediksi Lebih Panas
Subuh Bersama Warga, Kapolres Jakut Ingatkan Bahaya Tawuran hingga Narkoba
Cuaca Jabodetabek Hari Ini, Bogor dan Depok Berpotensi Hujan
11 WNA Diperiksa Imigrasi Soetta, Lima Diduga Salahgunakan Izin Tinggal
Cuaca Jabodetabek Hari Ini, Wilayah Mana yang Berpotensi Hujan?
POLIRAN Buka Jalan Kerja bagi Warga Jakarta
Hujan Mengintai Jabodetabek Hari Ini, Cek Daftar Wilayahnya
3.418 PNS Baru DKI Diingatkan Pramono soal Etika Bermedsos

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 16:34 WIB

200 RW Jakarta Masuk Peta Rawan Banjir, Ini Persiapan BPBD di Februari 2027

Minggu, 8 November 2026 - 05:31 WIB

Waspada Hujan Ringan di Bogor dan Depok, Bekasi Diprediksi Lebih Panas

Sabtu, 7 November 2026 - 08:59 WIB

Subuh Bersama Warga, Kapolres Jakut Ingatkan Bahaya Tawuran hingga Narkoba

Sabtu, 7 November 2026 - 06:21 WIB

Cuaca Jabodetabek Hari Ini, Bogor dan Depok Berpotensi Hujan

Jumat, 6 November 2026 - 21:25 WIB

11 WNA Diperiksa Imigrasi Soetta, Lima Diduga Salahgunakan Izin Tinggal

Berita Terbaru