Politisi Republik Serang Kesepakatan Damai Trump dengan Iran

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Krisis loyalitas di internal Republik. Sejumlah senator dan komentator konservatif mengecam keras kesepakatan damai sementara Donald Trump dengan Iran. Dok: Istimewa.

Krisis loyalitas di internal Republik. Sejumlah senator dan komentator konservatif mengecam keras kesepakatan damai sementara Donald Trump dengan Iran. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Kesepakatan damai sementara Presiden Donald Trump dengan pemerintah Iran menuai kritik tajam dari internal Partai Republik. Aparat keamanan dan anggota Kongres mulai mempelajari dokumen nota kesepahaman (MOU) tersebut pada hari Kamis kemarin.

Kritik Keras dari Para Senator Republik

Senator Republik asal Louisiana, Bill Cassidy, melayangkan kritik paling pedas melalui akun media sosial pribadinya. Ia menyebut draf kesepakatan damai sementara tersebut sebagai blunder kebijakan luar negeri terburuk dalam beberapa dekade. Menurutnya, konflik ini menewaskan 13 tentara Amerika dan membebani dompet rakyat di pompa bensin. Ia menyayangkan keputusan Trump melonggarkan sanksi tanpa adanya pembatasan program senjata nuklir Iran yang jelas.

Baca Juga :  Trump Sebut Anggota Parlemen Muslim Gila dan Desak Deportasi

Ketua Komite Angkatan Bersenjata Senat, Roger Wicker, menyuarakan kekhawatiran serupa mengenai hilangnya pencapaian militer Amerika Serikat. Wicker menolak keras rencana pencairan aset minyak Iran demi kesepakatan negosiasi transisi selama 60 hari. Ia juga menentang tekanan pemerintah federal yang memaksa Israel untuk menghentikan pertempuran melawan Hezbollah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kemarahan Trump dan Pembelaan di Media Sosial

Presiden Donald Trump segera merespons badai kritik tersebut melalui unggahan emosional di akun media sosial pribadinya. Ia menyebut para pengkritik kebijakan luar negerinya sebagai orang-orang yang bodoh, cemburu, atau jahat. Trump berdalih bahwa kebijakannya sukses membawa pasar saham meraih rekor tertinggi sepanjang sejarah pekan ini. Ia juga memamerkan keberhasilan menurunkan harga minyak mentah dunia secara drastis pasca-pengumuman damai tersebut.

Baca Juga :  China Kecam Aturan Pemasok Berisiko Uni Eropa

Kekecewaan Komentator Konservatif dan Sorotan terhadap Vance

Langkah damai ini juga merusak hubungan Trump dengan beberapa komentator konservatif terkemuka di Amerika Serikat. Komentator populer Ben Shapiro menyebut draf nota kesepahaman tersebut sebagai sebuah bencana besar bagi negara. Shapiro menyalahkan Wakil Presiden JD Vance karena mendukung penuh kesepakatan damai tersebut sejak awal.

Komentator Fox News, Mark Levin, juga menyerang Senator Roger Marshall karena membela kepemilikan rudal balistik Iran. Levin menilai pembiaran kepemilikan senjata mematikan tersebut sebagai bentuk penghinaan nyata terhadap para korban teror. Sebaliknya, Marshall tetap memuji keberanian Trump dalam memilih jalur perdamaian daripada memperpanjang perang tanpa akhir. Senator Lindsey Graham mengingatkan bahwa undang-undang mewajibkan Kongres untuk meninjau setiap kesepakatan sanksi dengan Iran.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kanada Batal Gelar Acara Bersama Peresmian Jembatan
Menteri Lingkungan Mundur, Parlemen Sahkan Aturan Pestisida
Dua Tanker Minyak Saudi Putar Balik di Laut Merah
Arab Saudi dan UEA Kompak Tegaskan Persaudaraan
Hakim AS Tunda Penyatuan Raksasa Paramount dan Warner Bros
Andy Burnham Resmi Mengambil Alih Kepemimpinan Inggris
Parlemen Jepang Gagal Sepakati Pemotongan Pajak Makanan
Menlu ASEAN Kumpul Bahas Tensi Hormuz dan South China Sea

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:57 WIB

Kanada Batal Gelar Acara Bersama Peresmian Jembatan

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:41 WIB

Menteri Lingkungan Mundur, Parlemen Sahkan Aturan Pestisida

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:29 WIB

Dua Tanker Minyak Saudi Putar Balik di Laut Merah

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:00 WIB

Arab Saudi dan UEA Kompak Tegaskan Persaudaraan

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:29 WIB

Hakim AS Tunda Penyatuan Raksasa Paramount dan Warner Bros

Berita Terbaru