DOHA, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Amerika Serikat dan Iran menyepakati penghentian sementara aksi saling serang sepanjang kawasan Teluk Arab pekan ini. Sebab, kedua negara akan segera memulai perundingan darurat wilayah Qatar untuk meredakan ketegangan perang. Oleh karena itu, utusan khusus kedua pihak bersiap melakukan pertemuan penting pada hari Selasa esok.
Eskalasi Baru Sebelum Kesepakatan Qatar
Selain itu, kesepakatan darurat ini bergulir setelah pertempuran udara sengit mengguncang beberapa wilayah sekutu Amerika Serikat. Sebab, pasukan Iran meluncurkan rudal balistik dan drone ke pangkalan pasukan AS pada Kuwait dan Bahrain.
Akibatnya, bunyi sirene peringatan bahaya mengudara keras pada beberapa kota utama Bahrain sepanjang hari Minggu fajar. Sementara itu, komando pertahanan udara Kuwait berhasil mengadang dua rudal balistik sebelum menghantam wilayah kota. Namun, ledakan serpihan rudal merusak satu bangunan tempat tinggal warga sipil wilayah Muharraq, Bahrain.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ancaman Keras Donald Trump
Sebelum serangan mulai, Presiden Donald Trump melontarkan ancaman perang yang sangat keras melalui akun media sosialnya. Sebab, ia bersumpah akan memusnahkan kepemimpinan Iran secara total jika mereka mengabaikan draf kesepakatan awal.
“Jika permusuhan pecah, Republik Islam Iran akan segera hilang dari muka bumi,” tulis Trump. Meskipun demikian, Iran membalas ancaman itu dengan mengumumkan pembatalan sepihak pertemuan teknis hari Minggu kemarin. Sebab, asisten Pemimpin Agung Iran menilai Amerika Serikat mengabaikan komitmen pencairan aset dana keuangan mereka.
Kerapuhan Gencatan Senjata Lebanon
Selain itu, agresi pasukan Israel sepanjang wilayah Lebanon selatan juga memperumit jalannya proses perdamaian transisi ini. Sebab, jet tempur Israel kembali membombardir wilayah pemukiman dan menghancurkan infrastruktur bawah tanah milik milisi Hezbollah.
Padahal, pihak Iran menuntut penghentian total serangan Israel wilayah Lebanon sebagai syarat mutlak kesepakatan damai. Bahkan, kementerian dalam negeri Qatar melaporkan satu warga sipilnya tewas akibat serpihan ledakan area laut. Pada akhirnya, publik kini menanti apakah perundingan darurat wilayah Qatar mampu meredakan badai perang ini.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia











