AS dan Iran Sepakati Perundingan Darurat di Qatar

Selasa, 30 Juni 2026 - 06:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Peluang damai dari Doha. Amerika Serikat dan Iran menyepakati perundingan darurat di Qatar guna meredakan ketegangan perang pasca-sains aksi saling serang di Teluk Arab. Dok: Istimewa.

Peluang damai dari Doha. Amerika Serikat dan Iran menyepakati perundingan darurat di Qatar guna meredakan ketegangan perang pasca-sains aksi saling serang di Teluk Arab. Dok: Istimewa.

DOHA, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Amerika Serikat dan Iran menyepakati penghentian sementara aksi saling serang sepanjang kawasan Teluk Arab pekan ini. Sebab, kedua negara akan segera memulai perundingan darurat wilayah Qatar untuk meredakan ketegangan perang. Oleh karena itu, utusan khusus kedua pihak bersiap melakukan pertemuan penting pada hari Selasa esok.

Eskalasi Baru Sebelum Kesepakatan Qatar

Selain itu, kesepakatan darurat ini bergulir setelah pertempuran udara sengit mengguncang beberapa wilayah sekutu Amerika Serikat. Sebab, pasukan Iran meluncurkan rudal balistik dan drone ke pangkalan pasukan AS pada Kuwait dan Bahrain.

Baca Juga :  Menteri Israel Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30-40 Orang

Akibatnya, bunyi sirene peringatan bahaya mengudara keras pada beberapa kota utama Bahrain sepanjang hari Minggu fajar. Sementara itu, komando pertahanan udara Kuwait berhasil mengadang dua rudal balistik sebelum menghantam wilayah kota. Namun, ledakan serpihan rudal merusak satu bangunan tempat tinggal warga sipil wilayah Muharraq, Bahrain.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ancaman Keras Donald Trump

Sebelum serangan mulai, Presiden Donald Trump melontarkan ancaman perang yang sangat keras melalui akun media sosialnya. Sebab, ia bersumpah akan memusnahkan kepemimpinan Iran secara total jika mereka mengabaikan draf kesepakatan awal.

“Jika permusuhan pecah, Republik Islam Iran akan segera hilang dari muka bumi,” tulis Trump. Meskipun demikian, Iran membalas ancaman itu dengan mengumumkan pembatalan sepihak pertemuan teknis hari Minggu kemarin. Sebab, asisten Pemimpin Agung Iran menilai Amerika Serikat mengabaikan komitmen pencairan aset dana keuangan mereka.

Baca Juga :  Polisi Bongkar Gudang Bawang Ilegal, Perputaran Uang Tembus Rp24,96 Miliar

Kerapuhan Gencatan Senjata Lebanon

Selain itu, agresi pasukan Israel sepanjang wilayah Lebanon selatan juga memperumit jalannya proses perdamaian transisi ini. Sebab, jet tempur Israel kembali membombardir wilayah pemukiman dan menghancurkan infrastruktur bawah tanah milik milisi Hezbollah.

Padahal, pihak Iran menuntut penghentian total serangan Israel wilayah Lebanon sebagai syarat mutlak kesepakatan damai. Bahkan, kementerian dalam negeri Qatar melaporkan satu warga sipilnya tewas akibat serpihan ledakan area laut. Pada akhirnya, publik kini menanti apakah perundingan darurat wilayah Qatar mampu meredakan badai perang ini.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Selandia Baru Rancang Undang-Undang Larangan Media Sosial
Jepang Janjikan Dukungan untuk Presiden ICC Tomoko
Serangan Drone Rusia Hantam Pusat Perbelanjaan Ukraina
AS Berlakukan Tarif 50% ke Kanada, Ottawa Langsung Balas
Tabrakan Maut di Inggris Utara Tewaskan Tujuh Orang
Hakim Federal AS Batalkan Kebijakan Larangan Visa
Serangan Drone Ukraina Tewaskan 10 Orang di Rusia
Kanada Balas Tarif AS dengan Pajak Impor Baja dan Elektronik

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Selandia Baru Rancang Undang-Undang Larangan Media Sosial

Selasa, 25 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Jepang Janjikan Dukungan untuk Presiden ICC Tomoko

Minggu, 23 Agustus 2026 - 20:10 WIB

Serangan Drone Rusia Hantam Pusat Perbelanjaan Ukraina

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:00 WIB

AS Berlakukan Tarif 50% ke Kanada, Ottawa Langsung Balas

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:30 WIB

Tabrakan Maut di Inggris Utara Tewaskan Tujuh Orang

Berita Terbaru

Perdana Menteri Selandia Baru Christopher Luxon mengajukan RUU larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun dengan denda hingga 10 persen pendapatan global platform. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Selandia Baru Rancang Undang-Undang Larangan Media Sosial

Selasa, 25 Agu 2026 - 07:00 WIB

Ilustrasi, Prakiraan cuaca Jabodetabek 25 Agustus 2026 dengan potensi hujan lokal di wilayah Bogor.
(Posnews/Ist)

JABODETABEK

Jabodetabek Cerah, Bogor Dibayangi Hujan! Suhu Tembus 34°C

Selasa, 25 Agu 2026 - 06:09 WIB

Pemerintah Jepang berjanji memberikan dukungan kepada Presiden ICC Tomoko Akane setelah Amerika Serikat menjatuhkan sanksi ekonomi, meski respon Tokyo sempat menuai kritik. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Jepang Janjikan Dukungan untuk Presiden ICC Tomoko

Selasa, 25 Agu 2026 - 06:00 WIB