AS dan Iran Sepakati Perundingan Darurat di Qatar

Selasa, 30 Juni 2026 - 06:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Peluang damai dari Doha. Amerika Serikat dan Iran menyepakati perundingan darurat di Qatar guna meredakan ketegangan perang pasca-sains aksi saling serang di Teluk Arab. Dok: Istimewa.

Peluang damai dari Doha. Amerika Serikat dan Iran menyepakati perundingan darurat di Qatar guna meredakan ketegangan perang pasca-sains aksi saling serang di Teluk Arab. Dok: Istimewa.

DOHA, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Amerika Serikat dan Iran menyepakati penghentian sementara aksi saling serang sepanjang kawasan Teluk Arab pekan ini. Sebab, kedua negara akan segera memulai perundingan darurat wilayah Qatar untuk meredakan ketegangan perang. Oleh karena itu, utusan khusus kedua pihak bersiap melakukan pertemuan penting pada hari Selasa esok.

Eskalasi Baru Sebelum Kesepakatan Qatar

Selain itu, kesepakatan darurat ini bergulir setelah pertempuran udara sengit mengguncang beberapa wilayah sekutu Amerika Serikat. Sebab, pasukan Iran meluncurkan rudal balistik dan drone ke pangkalan pasukan AS pada Kuwait dan Bahrain.

Baca Juga :  Tragedi di Magelang: Pelajar 14 Tahun Tewas Usai Jatuh Saat Dikejar Klitih

Akibatnya, bunyi sirene peringatan bahaya mengudara keras pada beberapa kota utama Bahrain sepanjang hari Minggu fajar. Sementara itu, komando pertahanan udara Kuwait berhasil mengadang dua rudal balistik sebelum menghantam wilayah kota. Namun, ledakan serpihan rudal merusak satu bangunan tempat tinggal warga sipil wilayah Muharraq, Bahrain.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ancaman Keras Donald Trump

Sebelum serangan mulai, Presiden Donald Trump melontarkan ancaman perang yang sangat keras melalui akun media sosialnya. Sebab, ia bersumpah akan memusnahkan kepemimpinan Iran secara total jika mereka mengabaikan draf kesepakatan awal.

“Jika permusuhan pecah, Republik Islam Iran akan segera hilang dari muka bumi,” tulis Trump. Meskipun demikian, Iran membalas ancaman itu dengan mengumumkan pembatalan sepihak pertemuan teknis hari Minggu kemarin. Sebab, asisten Pemimpin Agung Iran menilai Amerika Serikat mengabaikan komitmen pencairan aset dana keuangan mereka.

Baca Juga :  Misi Damai di Urumqi: China Mediasi Pakistan dan Afghanistan guna Akhiri Konflik Perbatasan

Kerapuhan Gencatan Senjata Lebanon

Selain itu, agresi pasukan Israel sepanjang wilayah Lebanon selatan juga memperumit jalannya proses perdamaian transisi ini. Sebab, jet tempur Israel kembali membombardir wilayah pemukiman dan menghancurkan infrastruktur bawah tanah milik milisi Hezbollah.

Padahal, pihak Iran menuntut penghentian total serangan Israel wilayah Lebanon sebagai syarat mutlak kesepakatan damai. Bahkan, kementerian dalam negeri Qatar melaporkan satu warga sipilnya tewas akibat serpihan ledakan area laut. Pada akhirnya, publik kini menanti apakah perundingan darurat wilayah Qatar mampu meredakan badai perang ini.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Korban Meninggal Gempa Venezuela Hingga 1.450 Jiwa
Denda $99 Juta Menanti: Australia Perketat Aturan Batas Umur
Venezuela: Warga Menjarah Toko di Tengah Lambatnya Bantuan
Polisi Bongkar Kasus Bom Molotov di Koja, Dua Pelaku Ditangkap Satu Buron
Cuaca Jabodetabek 30 Juni 2026, Jakarta Cerah Berawan – Bogor Berpotensi Hujan
Mobil Boks Hilang Kendali Tabrak Pembatas Tol Cakung-Cilincing, 2 Orang Terluka
Kasus Dugaan Ijazah Jokowi, Polda Metro Jaya Siap Hadapi Praperadilan Roy Suryo
Pramono Anung Hormati Langkah Hukum Keluarga Korban Balita di Proyek Manggarai

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 07:30 WIB

Korban Meninggal Gempa Venezuela Hingga 1.450 Jiwa

Selasa, 30 Juni 2026 - 07:08 WIB

Denda $99 Juta Menanti: Australia Perketat Aturan Batas Umur

Selasa, 30 Juni 2026 - 06:30 WIB

AS dan Iran Sepakati Perundingan Darurat di Qatar

Selasa, 30 Juni 2026 - 06:00 WIB

Venezuela: Warga Menjarah Toko di Tengah Lambatnya Bantuan

Selasa, 30 Juni 2026 - 05:41 WIB

Polisi Bongkar Kasus Bom Molotov di Koja, Dua Pelaku Ditangkap Satu Buron

Berita Terbaru

Duka mendalam di Venezuela utara. Gempa bumi kembar merobohkan ribuan bangunan dan mengubur ratusan warga di bawah puing-puing reruntuhan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Korban Meninggal Gempa Venezuela Hingga 1.450 Jiwa

Selasa, 30 Jun 2026 - 07:30 WIB

Ilustrasi, Langkah tegas dari Canberra. Pemerintah Australia bersiap melipatgandakan denda bagi platform media sosial yang gagal membendung pengguna kurang dari 16 tahun. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Denda $99 Juta Menanti: Australia Perketat Aturan Batas Umur

Selasa, 30 Jun 2026 - 07:08 WIB

Peluang damai dari Doha. Amerika Serikat dan Iran menyepakati perundingan darurat di Qatar guna meredakan ketegangan perang pasca-sains aksi saling serang di Teluk Arab. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS dan Iran Sepakati Perundingan Darurat di Qatar

Selasa, 30 Jun 2026 - 06:30 WIB

Duka mendalam di Venezuela utara. Gempa bumi kembar merobohkan ribuan bangunan dan mengubur ratusan warga di bawah puing-puing reruntuhan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Venezuela: Warga Menjarah Toko di Tengah Lambatnya Bantuan

Selasa, 30 Jun 2026 - 06:00 WIB