Tragedi di Magelang: Pelajar 14 Tahun Tewas Usai Jatuh Saat Dikejar Klitih

Minggu, 9 November 2025 - 15:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Seorang pelajar SMP di Magelang, RMP (14), tewas setelah motornya terjatuh. Korban yang bonceng tiga panik karena dikejar dan hendak dibacok oleh gerombolan yang polisi duga sebagai klitih. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Seorang pelajar SMP di Magelang, RMP (14), tewas setelah motornya terjatuh. Korban yang bonceng tiga panik karena dikejar dan hendak dibacok oleh gerombolan yang polisi duga sebagai klitih. Dok: Istimewa.

MAGELANG, POSNEWS.CO.ID – Seorang pelajar SMP berusia 14 tahun berinisial RMP, warga Kecamatan Mertoyudan, Magelang, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tragis. Polisi menduga kuat insiden ini terjadi akibat korban panik saat sekelompok orang tak dikenal yang polisi duga sebagai klitih mengejar dan hendak menyerangnya.

Peristiwa nahas ini terjadi di depan SMAN 1 Kota Mungkid di Desa Deyangan, Mertoyudan, pada Jumat (7/11/2025) sekitar pukul 17.30 WIB.

Kronologi: Panik Dikejar dan Hendak Dibacok

Menurut keterangan dari pihak kepolisian, korban RMP (14) saat itu berboncengan tiga dengan dua rekannya, FKM (14) dan MFP (14). Mereka menggunakan satu sepeda motor Honda Scoopy (AA 2779 AAB).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pejabat Sementara (PS) Kasi Humas Polresta Magelang, Ipda Ady Lilik Purbianto, menjelaskan kronologi berdasarkan keterangan saksi korban.

Baca Juga :  Kasus K3 Kemnaker, Eks Wamenaker Noel Jalani Sidang Perdana di PN Jakarta Pusat

“Informasinya tiga anak tersebut naik motor tidak pakai helm, jalannya kencang (banter) ke arah Sraten. Terus mereka berpapasan dengan gerombolan yang polisi duga sebagai klitih (naik) tiga atau empat motor. Gerombolan itu terus berbalik mengejar ketiga anak tersebut,” kata Ipda Ady kepada wartawan, Sabtu (8/11/2025).

Gerombolan itu mengejar mereka. “Dalam pengakuannya, korban menyebut pelaku hendak membacok dan serangannya mengenai jaket. Karena panik, mereka pun terjatuh (laka) semua,” sambung Ady.

Akibat terjatuh dari motor dalam kecepatan tinggi, ketiga pelajar SMP tersebut mengalami luka-luka. Satu korban mengeluh pusing berat, satu mengalami patah tangan, dan satunya luka lecet.

Satu Korban Meninggal di Rumah Sakit

Warga yang melihat kejadian segera melapor. Petugas dari Polsek Mertoyudan segera tiba di lokasi untuk mengevakuasi ketiga korban ke RSUD Merah Putih.

Nahas, luka yang RMP alami ternyata sangat fatal. “Ternyata tadi pagi (Sabtu, 8/11) RMP meninggal dunia dalam perawatan di RSUD Merah Putih,” imbuh Ady.

Baca Juga :  Skandal AI di Kanada: Pemerintah Panggil Pimpinan OpenAI Terkait Kegagalan Deteksi Dini Penembakan Massal

Polisi Masih Selidiki Motif

Pihak kepolisian menegaskan bahwa mereka masih menyelidiki kasus ini secara intensif. Tantangan utama adalah minimnya saksi mata langsung saat kejadian dan tidak adanya CCTV di lokasi.

Polisi masih mendalami apakah insiden ini murni aksi klitih (kekerasan jalanan acak) atau ada motif lain seperti tawuran antar sekolah.

“Polisi masih mengembangkan kasus ini karena tidak ada saksi yang melihat kejadian tersebut. Meskipun viral di media sosial sebagai aksi klitih, kami belum bisa memastikan apakah ini murni klitih atau tawuran sekolah, karena keterangan baru berasal dari korban,” jelas Ady.

Terpisah, Kapolsek Mertoyudan AKP Aris Mulyono, membantah dugaan tawuran. “Bukan tawuran. (Mereka) tidak saling kenal. (Korban) panik pas papasan (dengan pelaku) terus jatuh dari motor,” kata Aris dalam pesan singkatnya.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bareskrim Bongkar Jaringan Narkoba Malaysia, Napi Lapas Bengkalis Diduga Jadi Otak
Polri Temukan Tumpukan Dolar AS dan Dolar Singapura di Brankas Rahasia Kafe de’Clan
Polisi Gerebek 4 Kafe di Cibitung, Praktik Prostitusi Anak Terbongkar
Polisi Ungkap Buronan Meterai Palsu Tewas Lompat dari Apartemen
Polisi Gagalkan Peredaran Sabu Berkedok Pakan Burung di Bekasi
Oknum Polisi Tegal Positif Sabu, Kasus Dugaan Siksa Istri Siri Makin Terkuak
Lulusan S2 Rampok Toko Emas di Depok, Gasak Rp20 Juta demi Bayar Utang Pinjol
Polri Tetapkan 32 Tersangka Haji Ilegal 2026, Kerugian Korban Rp116,7 Miliar

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 21:00 WIB

Bareskrim Bongkar Jaringan Narkoba Malaysia, Napi Lapas Bengkalis Diduga Jadi Otak

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:41 WIB

Polri Temukan Tumpukan Dolar AS dan Dolar Singapura di Brankas Rahasia Kafe de’Clan

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:02 WIB

Polisi Gerebek 4 Kafe di Cibitung, Praktik Prostitusi Anak Terbongkar

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:42 WIB

Polisi Ungkap Buronan Meterai Palsu Tewas Lompat dari Apartemen

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:27 WIB

Polisi Gagalkan Peredaran Sabu Berkedok Pakan Burung di Bekasi

Berita Terbaru

Hambatan di tengah krisis kesehatan. Warga di kamp pengungsian Kpangba mengusir petugas medis yang berupaya melacak kontak erat korban meninggal akibat Ebola. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Wabah Ebola Kongo Meluas: WHO Peringatkan Bahaya

Rabu, 8 Jul 2026 - 18:48 WIB